36. Solving One, Done!

917 68 6
                                        

Jevan tadinya menolak keras dengan usul Lisa dan Daniyal yang berniat memisahkan sementara dirinya dan Naura

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jevan tadinya menolak keras dengan usul Lisa dan Daniyal yang berniat memisahkan sementara dirinya dan Naura. Tapi Lisa seakan tidak ada lelahnya memberi pengertian pada Jevan jika Naura perlu ditenangkan lebih dahulu sebelum mereka berdua siap untuk berbicara lagi.

"Kalau dipisah, gue sama dia renggang lagi Lis, gue nggak bisa!" Alasan Jevan memang ada benarnya, salah satu ketakutan terbesarnya saat ini adalah Naura membencinya, seperti dulu.

"Enggak bakal Jevano Aksara, gue janji gue bakal ngomong sama Naura supaya kaliann berdua bisa baik kayak beberapa hari yang lalu."

Saat ini Naura diungsikan ke apartemen Lisa, sementara Jevan berada di apartemennya. Daniyal tidak menyarankan sahabatnya itu untuk mendiami rumahnya bersama Naura, takut si penguntit mencelakai mereka.

Jevan terlihat sangat uring-uringan. Apapun yang ia lakukan selalu ada kesalahan. Fokusnya terbagi dan yang lebih menguasai pikirannya adalah Naura.

"Naura nggak angkat telon gue, Dan," rengeknya pada Daniyal yang sedang sibuk berkabar dengan mas Wisnu, salah satu kepala keamanan yang diutus untuk menjaga Jevan dan Naura.

"Hp-nya kan sama Lisa, Jev."

"Kenapa sampai hp yang disita sih, kocak banget, emang kita anak smp yang baru pacaran. Perlu lo ingat dia istri gue ya," tegas Jevan yang kesal karena merasa dihalang-halangi untuk bertemu dengan Naura.

"Mana ada istri trauma sama suami," sindir Daniyal singkat.

Jevan semakin menekuk wajahnya, ia melempar bantalan sofa kearah Daniyal dan berhasil mengenai wajah pria tersebut. "Gue sudah jelasin sebenarnya alasan gue bikin dia kayak gitu dulu. Dia terima faktanya, dia juga bilang udah maafin gue, tapi kenapa tiba-tiba kayak gitu lagi, takut sama gue."

"Ke-trigger lah, Bang, masa gitu doang lo gak ngerti sih." Kali ini Raikal yang angkat bicara. "Disty pernah cerita sama gue, Bang Jev, kalau dulu waktu lulus SMA, Kak Naura sempat gap kuliah setahun buat pulihin mental dia. Dia harus bolak-balik psikiater bahkan tiap kali lihat lo di sosmed, makanya dulu reaksinya kayak gitu banget waktu lo ketemu dia lagi secara langsung."

Mendengar hal itu, semakin menjadi-jadilah pikiran Jevan. Dalam benaknya berputar beberapa kemungkinan, dan yang paling buruk serta sangat tidak ingin hal itu terjadi adalah perceraian antara dirinya dan Naura.

"Lo selamat Jev dulu orang tuanya Naura nggak gantung lo, kalau anak gue lo gituin udah nggak napas sih lo saat itu juga. Boro-boro lepas buat dikawinin,"  celetuk Daniyal yang tida digubris oleh Jevan.

"Gue harus ngomong sama Naura," gumam Jevan pelan dan tanpa banyak pikir ia langsung berdiri dan mengambil kunci mobil.

Daniyal dan Raikal dengan cepat menghalangi, tapi Jevan tidak mengeluarkan satu patah katapun, melainkan hanya menatap keduanya dengan tajam.

Itu isyarat jika ia dalam mode tidak bisa dibantah.

Daniyal perlahan menarik Raikal agar melepaskan Jevan dan membiarkan sahabatnya itu mencoba berbuat yang menurutnya benar.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 22, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Married with EnemyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang