Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jonathan tidak mau ambil risiko. Melihat Jevan yang tiba-tiba tumbang saat mereka liburan ia langsung berinisiatif untuk memboyong semuanya untuk pulang, tanpa terkecuali.
Sepulang dari Gili, Jevan langsung dilarikan ke rumah sakit.
Daniyal langsung menyambutnya dengan wajah geram, tidak hanya pada Jevan, ia juga menekuk wajah kearah Naura.
"Heh! Muka judes sama omelan lo cuma boleh sama gue, nggak kalau sama Naura, dia nggak salah apa-apa," ujar Jevan tegas saat melihat tatapan sebal Daniyal kearah Naura.
"Iya deh sipaling bucin istri. Terus ini sekarang gimana, lo harusnya rekaman ya Jevano Aksara, tapi dengan seenaknya lo tinggal jadwal lo. Gue yang kena omel."
"Ih, Dan, kenapa sih kok Jevan diomelin, kan dia masih sakit?" Naura tidak akan membiarkan siapapun membuat kondisi Jevan semakin menurun. Merasa dibela, Jevan memasang wajah konyol kearah Daniyal.
"Siapa suruh liburan nggak bilang-bilang." Daniyal mengomel sambil sibuk menata barang-barang dari fans Jevan yang sejak dari pagi mulai berdatangan ke ruangan.
Meninggalkan Jevan dan Daniyal sibuk mengobrol, Naura kini berpindah untuk mengecek satu persatu hadiah dari fans Jevan. Ada satu yang menarik perhatiannya, sebuah bingkisan berisi makanan ringan kesukaan Jevan dan sepucuk surat berwarna merah. Tangan Naura terulur untuk melihat dan membuka surat tersebut.
Dan lagi-lagi, seakan pengirim sudah menyusun strategi, ia berhasil membuat Naura yang membuka surat tersebut.
Reflek, Naura terkesiap dan membuat suara terkejut sambil melempar isi surat tersebut. Tubuh Naura lemas dan debar jantungnya berpacu cepat. Napasnya terengah dan membuat kakinya seakan tidak menapak.
Jevan hendak bergerak cepat namun terhalang infus yang masih terpasang. Daniyal lah yang sigap lalu menyambut tubuh Naura sebelum tumbang.
Kedua pria itu ikut panik, terlebih Jevan.
"Lo diam di sini, gue yang urus Naura," dikte Daniyal tegas saat melihat Jevan berusaha turun dari kasur.
Daniyal dengan cepat mengangkat tubuh Naura keluar ruangan Jevan. Sementara Jevan yang masih di dalam tidak tinggal diam. Isi surat yang membuat Naura terkejut masih berserak di lantai, ia pun memungut dan ikut terkejut melihat isinya.
Surat itu berisi beberapa lembar foto. Foto masa SMA Naura yang masih menggunakan kacamata dan kawat gigi tengah berpose tersenyum bersama beberapa temannya. Jevan yakin yang membuat Naura shock adalah dalam foto tersebut, semua wajah temannya dicoret, kecuali wajah Naura. Sang pengirim jelas-jelas menargetkan Naura dari awal.