_33_

2.4K 198 11
                                        

Jangan lupa follow Kaka
Selamat membaca 🥰
Sorry banyak typo,,,

"KAKAK!!!

Teriakan menggema dirumah dengan suasana baru itu,ranya terkekeh lantas menghampiri haizan yang kini berkacak pinggang menatap Marsel yang tengah asyik meledeknya,

"Heh pagi pagi kok udah ribut aja sih nih bujang bujang"

"Mama Kaka nyebelin ih,"

"Loh kenapa?emang Kaka apain kamu?

"Itu,,

Ucapannya terhenti,dengan bibir memberengut,haizan menatap Marsel yang masih asyik meledeknya

"Kenapa dek?

Suara bariton Antony kini mengalihkan fokus ketiganya,haizan yang merasa perlu pertolongan dengan segera berlari menuju sang papa,membisikannya sesuatu lantas keduanya langsung kembali beranjak menaiki tangga guna memasuki kamar si bungsu, meninggalkan ranya yang kebingungan, sementara Marsel malah tertawa lebih keras,setelah teriakan sang papa ikut menggema

"Kaka ih kamu nih ya jail nya kebangetan,abis ngapain sih?

Ranya mencubit gemas pipi sang anak,membuat Marsel dengan cepat menepisnya

"Jangan cubit cubit mah,gak cocok di aku,mending cubit pipi adek aja"

"Nah kan ngalihin topik,coba cerita kenapa itu adek sama papanya sampe teriak gitu"

Tawa Marsel kembali menggelegar,lantas dengan cepat dirinya beringsut kebelakang sang mama saat menyadari kehadiran kedua orang yang tengah diketawainya

"Seneng bikin adeknya kesal kak?

Antony berujar dengan suara berattnya,sementara Marsel memilih bungkam,

"Coba sini minta maaf sama adeknya"

"Kenapa sih mas?pagi pagi loh ini,ada aja gebrakannya"

"Itu loh mah,si Kaka jail banget,masa kolor POKEMON si adek di gantung diatas kipas"

"Papa katanya gak bakal bocor sama mama,adek malu ih"

Sudah sebulan ini rengekan haizan juga tawa Marsel menjadi alarm setiap hari untuk ranya juga Antony,dan entah kenapa berisik itu malah membuat mereka nyaman dan candu,,


"Adek lagi apa?

Suara devano terdengar disebrang telepon membuat haizan yang dipnggil segera menoleh lantas melambai guna menyapa sang Abang,pun dengan mulutnya yang penuh  puding coklat yang tengah disantapnya

"Mam puding coklat Abang"

Serunya dengan senyuman tepat setelah dirinya berhasil menelan puding dimulutnya

"Wah,,Abang mau dong"

Wajah itu terlihat melirik sang mama,kepalanya perlahan menggeleng pelan dengan bibir yang mulai melengkung ke bawah

"Iya iya nanti mama bilangin Abang"

Devano terkekeh disebrang sana,tadi sebelum dirinya melakukan video call bersama sang mama,Marsel dengan bahagia menceritakan keseruannya menjahili haizan,dari pagi hingga kini Marsel berada di kampusnya,anak itu tak berhenti menjahili haizan,dengan menelpon sang mama hanya untuk memanasi haizan prihal puding coklatnya yang akan dihabiskan Marsel saat haizan tidur,

"Abang nih ya,pasti ikut ikutan Kaka,udah ah mama mau ke butik bentar,telpon nya mama matiin ya?

"Loh,terus haizan gimana mah?

"Ada

"Aku gak manja ya,aku bisa sendiri!

Ranya terkekeh gemas melihat haizan yang terlihat tak terima di khawatir kan oleh sang Kaka,puding ditangan anak itu sudah hampir habis dengan sendok yang masih setia di mulutnya

"Tuh bang,denger gak adeknya ngomong"

"Tapi dek,dirumah sendiri loh,Berani emang?

"Beraniiiii abangggggg"

"Mama juga lagi gak bisa ngajak adek ke butik bang,lagi rame ditambah mama mau meeting bentar nanti,takut malah adeknya bosen"

"Adek,,Abang jemput

"Gak usah Abang,adek bisa sendiri,dulu juga adek seringnya sendiri di rumah"

Hening,sampai akhirnya davano memilih mematikan sambungan telponnya dan membiarkan keduanya saling menatap lantas haizan tersenyum manis guna mencairkan suasana,

"Mama tinggal gak papa ya?mungkin eemmm jam 6 udah dirumah"

Haizan menatap jam di dinding yang menunjukkan pukul 15.45,lantas kepalanya mengangguk lucu,menatap ranya yang kini meminta persetujuan,cup puding ditangannya dia simpan diatas meja,lantas tangannya menjentik pelan dengan senyum mengembang lucu,

"Beneran bentar ternyata "

"Haha nanti mama kabarin,adek hati hati ya dirumah,kalo laper telpon mama biar mama pesenin makanan kesukaan adek,atau kalo mau

"Iya mama tenang aja,adek gak bakal kelaparan kok,lagian rumah Segede ini masa gak nyediain bahan makanan"

"Yaudah mama berangkat ya,adek hati hati ya di rumah"

Haizan mengangguk lantas menyalimi ranya,sebelum akhirnya dapat kecupan hangat pada pucuk kepalanya,tangannya melambai guna membalas lambaian ranya yang baru saja keluar dari gerbang dengan mobilnya,lantas langkahnya dia bawa kembali memasuki rumah,pintu rumah haizan kunci,jendela rumah haizan tutup,semua lampu dia nyalakan,setelah merasa cukup aman,langkahnya dia bawa lari menuju kamar sang Kaka, membaringkan tubuhnya guna menyambut mimpi yang mungkin indah?tentu harus indah bukan?







Apa Kabar guys?

Sehat kan?

Hehe

Dah ah segini dulu,,

Voment juseyooooooooo

Bye👋







aku?ada?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang