Jangan lupa follow Kaka
Selamat membaca 🥰
Sorry banyak typo..
Bugh
Pukulan pada pipinya Marsel dapatkan setelah dirinya mengabari devano prihal haizan,abangnya datang dengan emosi yang meluap tanpa tau bagaimana cerita nya,Marsel faham betul dengan maksud devano,dan dia tidak akan menghindar dari pukulannya,salah faham tapi Marsel rasa dia memang pantas mendapatkan pukulan itu,
"Setelah nyuruh anak anak berandalan itu buat bully haizan, sekarang kamu apain lagi dia?belum puas kamu nyakitin haizan?
Marsel masih ditempat nya,duduk menunduk tanpa ingin menatap wajah sang Abang,baru kali ini dirinya dipukul juga dibentak sang Abang,sakit ternyata haha
"Jangan fikir abang gak tau sel,gimana kamu memperlakukan haizan dibelakang Abang,jujur Abang kecewa,tapi tolong buat sekarang biarin dia bahagia sel,dia udah cukup sakit"
Menggigit bibirnya menahan sesak,hatinya terasa sakit mendengar bagaimana sang Abang memohon untuk kebahagiaan haizan,dia tak mau egois tapi kenapa masih terasa sakit?
"Wanita itu?siapa bang?
Wajahnya dia angkat guna menatap sang Abang kini menatapnya heran
"Gak usah ngalihin pembicaraan
"Dia pukul haizan,dia tendang haizan,dia bentak haizan,dia juga buat adek nangis"
Diakhir suara Marsel memelan,tapi devano dapat mendengar nya dengan baik, bagaimana Marsel memanggil haizan dengan sebutan adek
"Marsel bangun!buat sekarang mending kamu pergi dari sini,sebelum haizan bangun dan
"Abang?
Suara lemah yang berasal dari haizan berhasil mengalihkan pandangan keduanya,Marsel dengan segera berdiri lantas mendekat sebelum akhirnya devano membuatnya terhenti sebab dekapan hangat yang devano berikan untuk haizan,
"Mana yang sakit? bilang sama Abang,dimana Marsel pukul kamu?
"Hah?kakak gak pukul aku Abang,malah Kaka yang nolongin aku"
Haizan berucap seraya berjalan mendekati Marsel membuat tanya bagi devano yang kini terlihat bingung dengan situasi yang ada
"Kakak makasih udah bantu hai
"Adek"
Haizan melotot tak percaya dengan apa yang baru saja Marsel ucapkan,matanya masih menatap lurus pada mata sang Kaka berusaha mencari letak kesalahannya
"Adek,seneng bukan dipanggil adek?
Haizan mengangguk senang,membuat Marsel menyunggingkan senyumnya,langkahnya dia bawa mendekat pada sang adik,tangannya terulur yang Langsung haizan raih dengan pegangan erat,
"Maafin kakak,entah untuk kesalahan yang mana tapi,Kaka minta maaf dengan tulus sama adek"
Haizan mengangguk lantas tersenyum dengan mata berkaca kaca
"Boleh Kaka peluk?
"Huaaaaa"
Dekapan hangat dapat Marsel rasakan dengan tangis haizan yang sialnya terlihat lucu,tubuhnya bergetar dengan tangis yang tak kunjung berhenti membuat devano segera melerai keduanya,
"Badan adek masih panas,gak usah peluk peluk kakanya"
"Tapi aku
"Adek,,"
"Kak Marsel hiks peluk adek lagi,Abang Devan gak teman hiks"
"Nurut ya sama Abang,nanti kalo udah sembuh kakak janji buat terus peluk adek tiap adek minta peluk"
"Tapi
"Adek,nanti kalo kakaknya tertular sakitnya adek gimana?adek emang mau kakaknya sakit?
Menggeleng kan kepalanya dengan bibir mengerucut lucu berhasil membuat devano terkekeh,lantas tatap itu dia bawa guna menatap Marsel yang kini juga menatap nya
"Maaf"
"Udah tau kesalahannya yang mana?
"Banyak,jadi gue cuma bisa minta maaf"
Devano mengangguk lantas merentangkan kedua tangannya
"Sini peluk Abang!
Marsel terkekeh lantas dengan segera memeluk tubuh yang lebih besar darinya,mengabaikan haizan yang malah kembali menangis tak terima
"Huaaa abang sama Kaka kita gak temaaaan hiks"
Suuuutttttt
Maaf ya Lamaaa hehe:)
Lagi males nulis,,gak tau kenapa:(
Tapi aku usahain cerita ini selesai kok,cuma sabar yaa sampe mood nulis ku balik*
Jangan lupa voment nya ya,,
Bye👋
KAMU SEDANG MEMBACA
aku?ada?
Short Storyyang ada saja belum tentu dianggap,, apalagi aku yang hanya orang baru?
