_32_

2.6K 215 12
                                        

Jangan lupa follow Kaka
Selamat membaca 🥰
Sorry banyak typo,,,,



Tok

Tok

Tok

Ketukan pintu berhasil mengalihkan perhatian kedua orang yang tengah bersantai didepan televisi,merasa bingung dengan siapa yang baru saja mengetuk pintu, sementara kedua anak nya sudah pamit dari pagi tadi,

"Biar aku aja yang buka"

Suara lembut ranya mengalun seiring dengan langkahnya yang dia bawa menuju pintu utama,

Ceklek

Tepat setelah pintu itu dibuka, Antony yang merasa tidak ada pergerakan dari sang istri memilih beranjak dan menghampiri

"Siapa ma?

"Lob adek?sama siapa kesini dek?

Antony berucap sembari mengusap air mata sang anak yang masih mengalir,sementara matanya menyapu sekeliling mencari sumber tangis sang anak

"Sayang,itu loh anaknya diajak masuk"

Antony menyadarkan ranya yang masih terdiam dengan wajah terkejutnya

"Sini dek sama mama"

Bahu itu ranya rangkul dengan elusan lembut,langkahnya dia bawa memasuki rumah lantas mendudukkan sang anak di sofa,

"Minum dulu dek"

Air dalam gelas itu haizan minum hingga tandas membuat ranya heran tersendiri

"Adek kenapa nangis ?

SALAH

Pertanyaan ranya malah membuat tangis haizan pecah kembali,bahkan kini anak itu malah meraung dengan ocehan yang sama sekali tidak dapat difahami oleh ranya

"Hey hey sayang,kenapa hm?ada yang sakitin adek?

"Pokoknya,,hiks,,Abang,,sama,,ka,,,ka,,,gak teman,, hiks,,sama adek"

"Abang Sama Kaka?kenapa sayang?

"Hiks,,,mama bawell,,hiks,,"

"Oh,,bawel ya,,tapi mama bingung dek,kamu kenapa,ini papa juga kemana lagi?

Ranya celingukan mencari keberadaan suaminya yang menghilang entah kemana,tapi pintu utama masih terbuka lebar

"Mama liat papa dulu ya diluar,kayaknya lagi ngobrol tuh"

"Tuh kan,,hiks,,mama,,juga hiks,,"

"Hah?mama kenapa?adek mau cerita gak Sam mama?

"Abang hikss sama Kaka nya nyebelin mama,,hikss"

Tangisan haizan dengan kaki yang dihentak hentakan itu berhasil membuat ranya bingung sendiri,dia tidak salah dengar bukan?

"Iya iya sayang,biar nanti Abang sama Kaka mama hukum ya"

"Apa?

"Hah?

"Ih mama,,hikss,apa hukumnya?

"Emmm apa ya?gimana kalo kita suruh bersihin gudang belakang aja?

"No no,,jangan mama hikS"

"Terus apa dong,lagian mereka jahil sih sama adeknya"

"Jangan,,kasian Abang sama Kaka"

"Yaudah adek ada ide buat hukum abangnya sama Kaka?

Anggukan ranya dapatkan dari haizan,anak itu dengan cepat menghapus air matanya,lantas menatap sang mama dengan wajah seriusnya

"Gak ada peluk peluk adek lagi selama adek marah"

"Loh gak bisa gitu,tadi siapa hayo yang minta peluk?

Teriakan Marsel berhasil membuat keduanya beralih,haizan mendekat pada sang mama lantas memeluknya dari samping

"Aku sama Kaka gak teman mama,Kaka nyebelin"

Bisikan haizan berhasil membuat ranya terkekeh,tapi hadirnya Marsel dengan davano lebih membuatnya bertanya lebih

"Adek peluk papanya dong"

Antony merentangkan tangannya menyambut haizan yang setengah berlari guna masuk kedalam dekapan hangat Sang papa

"Kalian kok bisa bikin adek nangis sampe segitunya,jahil banget heran"

"Abang tuh mah yang mulai"

"Kan niat Abang baik adek"

Devano menyahut membari duduk disamping sang ayah yang kini masih mendekap hangat tubuh bungsunya

"Kalian kok bisa bareng kesini nya?

Akhirnya ranya mengeluarkan pertanyaan yang sedari tadi mengganggu fikiran nya

"Kakak jadi baik"

Bisikan haizan yang berhasil menyita seluruh atensi orang disana berhasil membuatnya beringsut kembali menyembunyikan wajah merahnya pada dada bidang Antony, sementara ranya juga Antony dibuat terkekeh dengan keadaan yang terasa canggung,

"Adek"

Panggilan lembut itu berhasil membuat haizan menoleh,memperbaiki duduknya lantas menatap sang mama dengan tatapan bertanyanya

"Mau cerita sama mama?

"Soal kakak?

Ranya mengangguk lantas menepuk sisi sofa guna meminta haizan untuk duduk disampingnya,melihat itu haizan lantas beranjak dan duduk disamping sang mama,tangannya bertaut,tapi matanya tak fokus,bibirnya menyunggingkan senyum tapi hatinya menggebu,

"Kaka selamatin aku dari bunda"

"Bunda?

Antony menyela sesaat mengingat hubungan haizan yang kurang baik dengan bundanya,sementara haizan sendiri hanya mengangguk membalas pertanyaan sang papa

"Hmm,bunda Dateng,terus marah marah"

Belum selesai ucapannya,matanya mengedar menatap Marsel,takut, memori itu kembali hadir,saat dimana bundanya dengan enteng memukulnya,tapi tatapan juga senyuman yang Marsel berikan berhasil membuat gugupnya hilang,tangan dingin itu mulai meraih tangan lembut sang mama lantas haizan bawa tangan itu untuk dia usapkan pada pipi kemudian kepalanya,lantas lengannya,,air matanya seketika meluncur dengan sendirinya begitu pun dengan ranya yang dengan jelas bisa merasakan sakit yang dirasakan haizan,

"Sakit mama,bunda pukul kepala aku,pipi aku juga ditampar,terus badan aku

Ucapannya menggantung,

Hangat

Pelukan yang diberikan ranya begitu hangat,haizan tau,kini mamanya pasti menangis, mengetahui fakta yang sialnya haizan sendiri benci untuk diceritakan,tapi kali ini haizan ingin egois dengan berlindung dibalik kata kasihan mereka terhadap nya,persetan dengan kejahatan mereka dahulu,bahkan jika saat ini adalah mimpi,maka haizan dengan lantang akan berusaha membuat mimpi itu berpihak padanya,

"Mama"

"Ya sayang?

"Ayo bahagia"

"Tentu,ayo bahagia bersama sama,kita perbaiki semuanya bareng bareng ya"

Anggukan dapat ranya rasakan lantas setelahkan kengatan dapat ranya dan haizan rasakan saat ketiga laki laki lainnya ikut dalam pelukan itu,menyisakan tawa yang semoga tidak lagi luntur dengan tangisan







Hehe✌️

Please atuh gimana cara ngilangin mager yang membandel,initeh kenapa jadi males banget ya nulisnya:(

Tapi tapi cerita ini udah pasti selesai kok,cuma sabar ya

Hehe

Buat sekarang biarin haizanya bahagia dulu,jangan ganggu ganggu ya,,

Vote nya jangan lupaaaa

Follow kalo bisaa:)

Bye👋

aku?ada?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang