-34-

1.6K 156 12
                                        

Jangan lupa follow Kaka
Selamat membaca 🥰
Sorry banyak typo,,,

"Anak haram!

"Pembawa sial!

"Harusnya Lo mati!!

Hah

Hah

Hah

Terbangun dengan mimpi juga bayang bayang yang jelas terasa mencekik lehernya kuat,berhasil membuat jantungnya berdetak dua kali lebih cepat,sesak itu yang saat ini haizan rasakan,menatap sekeliling ruangan yang gelap lantas tubuhnya dia bawa menuruni kasur,berjalan perlahan dengan berpegangan pada tembok,membuka pintu kamar dengan cepat lantas bernafas dengan lega sesaat setelah dirinya menemukan cahaya terang yang berasal dari ruang tengah,

Kenapa?

Kenapa haizan bisa lupa menyalakan lampu kamar Marsel, sementara semua ruangan sengaja haizan nyalakan lampunya,keringat dingin masih setia membanjiri,tangannya gemetar hebat,matanya menatap lurus pada jam yang menempel didinding pukul 18.25,sudah lewat 25 menit,tangannya dengan cepat memeriksa ponselnya,menemukan beberapa panggilan juga pesan dari keluarga haizan lagi lagi menghela nafas lega,bersandar pada dinding kamar sang Kaka,sampai dering ponselnya menyadarkan nya,dengan segera haizan menerima panggilan yang berasal dari sang papa,mengatur nafasnya lantas menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan sang papa yang kelewat khawatir dengan haizan yang tidak dapat dihubungi,

"Maaf pah,tadi adek ketiduran,iya hati hati"

Menutup panggilan telpon itu,lantas dirinya beranjak kedapur,perutnya keroncongan meminta diisi,melihat tak ada makanan yang bisa dimakan,haizan beralih pada kulkas,mata nya berbinar melihat beberapa puding juga buah tersusun rapi,tapi ada satu hal yang lagi lagi membuat garis dibibirnya melengkung,es krim,haizan menemukan es krim pada toples dengan 3 rasa,merasa aman dirinya sendiri,dengan segera meraih dan membukanya lantas mendudukan dirinya asal didepan kulkas yang baru saja ditutup,tangannya dengan cekatan meraih sendok lantas mulai melahap es krim dengan terburu buru takut jika keluarganya tiba tiba datang,meski tadi sang papa izin telat pulang karna macet,entah sudah berapa sendok es krim itu masuk kedalam mulutnya,bibirnya masih menyunggingkan senyumnya,dengan sesekali bernyanyi asal,kepalanya bergerak kekanan kekiri menikmati setiap rasa yang akhirnya dapat dia rasakan dengan puas,

"Yah abis"

Helaan nafasnya terdengar dari mulutnya,bibirnya mengerucut lucu membuat siapa saja yang melihatnya pasti akan tertarik untuk tidak mencubitnya,

"Udah puas makan es krimnya?

Dan ya!

Kepalanya terangkat perlahan,melihat siapa yang baru saja memergokinya,birinya melengkung kebawah,sesaat setelah mengetahui siapa dibalik suara yang membuatnya sedikit bergidik ngeri

"Abang es krimnya abis"

Devano menghela nafas lelah,lantas menarik lembut tangan haizan untuk dia bawa berdiri dihadapannya

"Adek dapet dari mana es krimnya?

"Kulkas"

"Adek tau itu punya siapa?

Kepala itu menggeleng dengan tatapan masih tertuju pada devano didepannya

"Kenapa dimakan kalo adek gak tau itu punya siapa?

Mengernyit heran saat mendapati haizan yang merogoh saku celananya,lantas mengeluarkan kan uang berwarna merah yang berhasil membuat devano terkekeh pelan

"Kenapa ngasih Abang uang"

"Beli lagi,buat ganti"

"Bukan itu masalahnya adek,adek sadar gak kalo adek gak izin buat makan es krim yang bukan punya adek"

aku?ada?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang