Jangan lupa follow Kaka
Selamat membaca 🥰
Sorry banyak typo,,,
Bugh
"Awss
"Bilangin sama bonyok Lo itu gak usah ikut campur,bangsat!!
"Maksud Lo?
"Ganggu kesenangan gue aja,sebagai gantinya,malam ini lo turutin semua perintah gue!
Marsel menghela nafas kesal dengan wajah yang sebisa mungkin dia kontrol baik dihadapan Yuka yang terlihat masih dalam pengaruh alkohol,
"Bonyok?mereka disana?atau Lo ketemu
"Iya,mereka disana,nemenin anak bungsu mereka,adek Lo!
Mulut itu menyunggingkan senyumnya,matanya memanas,langkahnya dia bawa keluar basecamp,menaiki motornya lantas segera melajukan nya membiarkan tubuhnya basah karna hujan yang mengguyur malam ini, fikiran nya melayang,takut akan ditinggalkan mulai merambat sesak Didadanya,air mata membasahi pipi walau samar karna tercampur air hujan,
Bukan ini yang dirinya mau,sejauh ini Marsel selalu ditakuti dengan kehadiran haizan,takut dengan kasih sayang yang akan terbagi,takut jika suatu saat nanti sang ibu menduakannya,takut jika sang Abang tidak lagi memanjakan nya,lalu sang papa yang Marsel takutkan menjadi milik haizan,dan ya ketakutan yang Marsel angan angankan masih jadi satu satu nya alasan dirinya berusaha menjauhkan haizan dari keluarga nya,
Ckiittt
"Aisshh"
Keluhan dari mulutnya keluar sesaat setelah tiba tiba motornya mati,sebisa mungkin Marsel sabar dengan mengecek beberapa mesin motornya yang menjadi penyebabnya mati,sampai sebuah cahaya mampu membuat Marsel sedikit menghindar membiarkan motor juga tubuh yang sayangnya ikut terbanting kesamping jalanan,
"Awss"
Meringis pelan lantas menatap tajam pada pengendara motor yang baru saja hampir menabraknya,sialnya itu seorang perempuan,
"Mas gak papa?maaf ya tadi saya gak fokus"
"Lepasin!udah pergi sana!
"Tapi mas nya beneran gak papa?mau saya anter ke rumah sakit gak?
"Gue bilang pergi ya pergi!bisa?
"Hujan mas,badan mas juga pasti luka kan,ayo saya anter
"PERGI!!gue bilang pergi !
Marsel berteriak kesal tepat pada gadis yang kini menatapnya,bukanya pergi gadis itu malah ikut duduk disamping Marsel membiarkan tubuhnya ikut terkena basah air hujan
"Mas nya mau saya antar pulang saja?
Hening
"Kaki sama tangannya luka tuh,rumahnya masih jauh gak dari sini?
"Pergi
"Yaudah ayo,motor mas rusak ya,saya anter ke rumah nya aja sebagai gantinya,mas luka juga karna saya"
Marsel terdiam beberapa saat, sebelum akhirnya mengiyakan ajakan perempuan yang kini mulai beranjak membantunya berdiri lantas mempersilahkan Marsel untuk naik dibelakang motornya,
"Nanti motor mas
"Biar anak buah gue yang ambil"
"Oh okay, tunjukin jalannya"
Seru gadis itu, sementara Marsel sendiri memilih diam dengan pikiran yang kalut,tubuhnya mulai terasa sakit saat ini,untuk itu mengalah pada gadis didepannya juga bukan hal yang buruk,
Dalam hening malam,ada bahagia yang membuncah dalam diri haizan mengingat beberapa memory yang syukur nya dapat dia rasakan hari ini,tak pernah terbayangkan dirinya dapat tidur berdampingan dengan papa juga mamanya,ditengah kos yang sempit,mereka rela tidur hanya dengan ber alas kan tikar tipis yang sengaja haizan beli untuk berjaga jaga,ketiganya kini masih bungkam dengan fikiran masing masing,setelah tadi sang Kaka pamit kembali ke rumah sakit,kita ketiganya dibuat bingung dengan apa dan harus dari mana mereka memulai,haizan yang memang sudah merasa lelah memilih memejamkan matanya,menyambut mimpi yang semoga juga bahagia,
Lain haizan lain pula dengan kedua orang tua yang kini terduduk karna dering ponsel yang sedari tadi terdengar,tak ingin mengganggu haizan ranya segera beranjak menarik sang suami untuk ikut bersamanya,
"Kenapa mah?
"Hp aku bunyi terus,temenin kedepan buat angkat telpon nya,kalo disini takut haizan kebangun"
"Yuk!
Keduanya beranjak lantas membuka pintu pelan pelan,memeriksa ponsel untuk kemudian dia angkat panggilan yang ternyata berasal dari sang anak Marsel
"Halo kak?
"......"
"Kaka?kenapa nak?
"..."
"Ka mama sama papa lagi
"A..dek"
"Adek?
"Panggil adek mama,ini masih adek,bukan Kaka"
"Maaf sayang,iya dek,kenapa sayang?
"Pu..Lang,,sakitt,badan adek sakit mama"
Ranya yang mendengar rintihan itu langsung merasa bersalah,sebab dirinya berani meninggalkan anaknya sendiri,meski Marsel terbilang sudah dewasa tapi sifat kekanakan dari bungsunya itu masih sangat melekat,
"Sayang,dengerin mama ya,tunggu dirumah,mama sama papa pulang sekarang"
"Adek,,tunggu"
Tut
Panggilan terputus dengan Marsel yang mengakhiri nya,mata keduanya bertemu sebelum akhirnya ranya masuk kedalam dekapan hangat sang suami
"Ternyata sesusah itu ya mas membagi waktu buat anak"
"Belum sayang,nanti juga terbiasa"
"Aku mau nemenin haizan disini,tapi anak aku Marsel juga lagi butuh aku"
"Kita pulang,besok kita bisa kesini lagi"
Ranya mengangguk lantas melerai pelukan keduanya,masuk kembali kedalam kost hanya untuk mengambil tas miliknya lantas mencium lembut kening sang anak,keduanya beranjak meninggalkan haizan yang syukurnya tertidur lelap,
😂
Maaf yaaaa
Mood author lagi jelek makanya lama up nya,
Jangan lupa voment ya sayang
Bye👋
KAMU SEDANG MEMBACA
aku?ada?
Cerita Pendekyang ada saja belum tentu dianggap,, apalagi aku yang hanya orang baru?
