_35_

2.2K 164 10
                                        

Jangan lupa follow Kaka
Sorry banyak typo,,
Selamat membaca 🥰

"Hati hati ya"

Pesan ranya pada kedua anaknya yang baru saja berpamitan untuk pergi jalan sore,Marsel dengan senang hati membonceng haizan dibelakang nya,sesekali dirinya menunjukan SKIL menyetir motornya pada haizan yang berakhir mendapat geplakan juga cubitan sayang pada perut sang Kaka,haizan sendiri merasa bersyukur sebab untuk kesekian kalinya dirinya berhasil bahagia setelah memilih untuk kembali pada keluarganya,yang tentu saja mereka menerimanya dengan baik,papa yang perhatian,Abang yang penyayang,Kaka yang jahil juga mama yang bawel hehe,,

Benar

Akhir akhir ini,rumah terasa hangat dengan hadirnya haizan yang berhasil membuat orang orang didalamnya ikut larut dalam keceriaan nya,siapa sangka haizan yang dulu selalu mereka abaikan kini malah jadi sasaran empuk,kegemasan dari setiap hal yang mereka lakukan,entah kenapa setiap hal yang haizan lakukan terasa lucu dimata mereka,bahkan anak itu sekarang lebih sering merajuk mengeluarkan kekesalannya,ketimbang diam dan menerima,

"Tunggu disini,Kaka pesan dulu ya"

Pesan Marsel sesaat setelah keduanya duduk di cafe yang berada tak jauh dari rumah Mereka,mengangguk kan kepalnya lantas mengedarkan pandangannya,melihat sekeliling cafe yang tentu saja sama seperti cafe cafe pada umunya,tapi tunggu, pandangannya berhenti tepat saat matanya melihat bagaimana keluarga didalam resto disebrang sana tengah bercengkrama,ketiganya terlihat sibuk dalam percakapan yang sepertinya seru,terlihat dari tawa juga gerak gerik nya,bibir itu mengulum perih sesaat saat tatapnya berhasil bertemu dengan mata yang selalu ingin haizan tatap,juga raganya yang selalu ingin haizan peluk,

Bunda

Lirihan itu keluar begitu saja,sementara tangannya mulai gemetar hebat,ditambah dengan ramainya cafe yang tiba tiba menjadi ajang perkelahian,dan sialnya itu adalah kakanya Marsel,dengan segera dirinya beranjak memaksakan tubuhnya yang malah bertambah gemetar saat melihat siapa orang yang menjadi lawan sang kaka,

"Kaka

"Oy bocah!!

Teriakan itu,haizan beringsut mundur,sementara matanya masih tertuju pada sang Kaka yang kini tengah berusaha berdiri,melihat itu haizan memilih untuk menghampiri dan membantu sang Kaka, berusaha melawan rasa takutnya,

"Pergi!tunggu Kaka diluar gih!

"Adek bantu Kaka dulu"

"Bisa nurut dulu?

Perintah Marsel dengan sedikit dorongan, sementara haizan sendiri memilih tetap membatu sang Kaka,sampai tarikan pada baju belakang nya berhasil membuatnya terjatuh keras menghantam lantai,meringis menahan sakit pada pinggang juga tangannya,lantas kembali bangkit dengan bantuan sang Kaka

"Gue bilang juga pergi!susah banget dah dibilanginya!

Bentakan Marsel berhasilembuat haizan mematung, sementara Yuka terlihat menyunggingkan senyumnya puas

"Tapi Kaka

"Keluar haizan keluar!

"Et et et,,gak bisa gitu dong,gue juga mau ngobrol  sama adek Lo"

Tahan Yuka tepat saat haizan memilih keluar,menuruti perintah kakanya,pundaknya dirangkul kasar oleh Yuka,membuat Marsel menggertak kan giginya kesal,

"Lepasin!

"Main main bentar bisa kali"

Tahan yuka dengan sesekali menampar pipi haizan kasar, sementara haizan memilih menunduk takut,ditambah tatapan orang orang yang kini tertuju pada mereka

aku?ada?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang