Jangan lupa follow Kaka
Selamat membaca
Sorry banyak typo,,
Genap sebulan haizan tinggal di kos dengan lingkungan barunya,,,selama sebulan itu juga haizan merasa jika lingkungannya sedikit lebih baik dari sebelumnya, kedekatan nya dengan Nina juga mulai terlihat,sedikit demi sedikit haizan pun tau bagaimana kehidupan gadis itu,,melupakan kebahagiaan nya Sekarang,nyatanya kata rindu yang obatnya bertemu tetap jadi tahta tertinggi haizan,,
Dia rindu,,
Bagaimana keluarga papanya sekarang,jelas pasti jauh lebih baik sebab dirinya tidak lagi berada disana,bibir itu mengukir senyum dengan mata yang fokus menatap layar ponselnya yang menampilkan foto keluarga sang papa,,tidak ada dirinya,lagipula berharap ada disana pun mustahil bagi haizan,tapi senyum itu,,haizan menyukai nya, difoto itu mereka terlihat sangat bahagia,foto yang diambil tepat saat wisuda Devan,
Haizan yang saat itu ditinggal dirumah hanya mampu menunggu sampai akhirnya mereka pulang dengan membawa foto tersebut,jika pagi itu haizan tidak membersihkan kamar milik abangnya sudah dipastikan foto itu tidak akan didapatnya,,sebab dengan inisiatif nya sendiri haizan memotret foto yang dipajang tersebut,menyimpannya di memory ponselnya hanya sekedar untuk mengabadikannya,
Lucu
Padahal tanpa dirinya memotret foto itu,dirinya bisa saja meminta secara langsung pada sang Abang,tapi haizan tak seberani itu,melihat sikap keluarga nya saja haizan cukup tahu diri,
Tok tok tok
Ketukan pintu kos berhasil mengalihkan pandangnya,beranjak dari kasurnya lantas membuka pintu itu perlahan,senyumnya terukir saat melihat ketiga sahabatnya sudah berdiri disana,entah sudah keberapa kali sahabatnya itu datang,terkadang malah menginap hanya sekedar menemani haizan,senang sebab kini haizan lebih banyak menghabiskan waktu bersama mereka,
"Udah makan Lo?
Pertanyaan jingga berhasil membuat haizan memfokuskan tatapnya pada laki laki dengan senyum manis itu
"Belum,ini niatnya mau buat mie"
Sahutnya lantas mempersilahkan ketiganya masuk,pintu sengaja dibiarkan terbuka sebab jika ditutup maka akan dipastikan mereka kehabisan udara didalam sana,pengap..
"Mie Mulu Lo!dari awal ngekos perasaan makanan Lo mie Mulu"
Rendra mendudukkan pantatnya didepan televisi dengan tangan yang sudah mulai menyalakan televisi dengan siaran yang tak lain adalah sinetron FTV,memang entah kenapa seorang Rendra sangat amat menyukai siaran itu padahal jika dijabarkan cerita sama saja,dan endingnya tetap ketebak
"Adanya itu"
"Masak lah zan,kan Lo bisa masak"
"Skil masak aku hilang setelah keluar dari rumah"
Jawabnya dengan ikut duduk disamping jeno yang sibuk dengan ponselnya,,sementara jingga sendiri memilih pergi kedapur,entah apa yang akan dilakukan laki laki itu,
"Hp Lo gak aktif,,kenapa?
Jingga datang dengan satu piring berisi buah semangka yang sudah dikupas,menaruhnya lantas ikut duduk bersama
"GK ada paket"
"Beli ege kayak orang susah aja"
Jeno menatap malas haizan yang kini asyik menyomot potong demi potong buah semangka
"Kan emang orang susah,,
"Susah buat dilupain maksudnya"
"Geli anjir"
Tawa haizan mengudara saat melihat bagaimana ekspresi ketiga sahabatnya
"Gak ada duit ya Lo?
Tepat sasaran,,pertanyaan Rendra berhasil membuat haizan terdiam sejenak,jika difikir lagi,ini udah sebulan dan papanya belum juga memberi kabar akan mentransfer uang kebutuhannya,haizan jadi takut jika dia akan benar benar dilepas,beras dikosannya sudah habis,begitupun dengan bahan bahan masaknya,sisa mie instan yang memang sampai saat ini lebih sering haizan konsumsi
KAMU SEDANG MEMBACA
aku?ada?
Historia Cortayang ada saja belum tentu dianggap,, apalagi aku yang hanya orang baru?
