_27_

3.4K 263 16
                                        

Jangan lupa follow Kaka
Selamat membaca 🥰
Sorry banyak typo,,,


Kebanyakan manusia itu mengharap,lantas berharap dan diharapkan,nyatanya ketiga saling bertaut hanya untuk memutus angan angan yang tak seharusnya dibuat,melihat kedepan dengan lapang lantas menjalaninya dengan ikhlas,bukti jika berharap pada sesuatu itu mustahil untuk di terima dengan baik,

Mata indah itu mulai menunjukan binarnya,senyum pada bibirnya terukir indah,menoleh kekanan dan kekiri lantas beranjak duduk,tubuhnya dia bawa menghadap kearah dapur,semalam mama ranya disana,lantas kembali dirinya bawa tubuhnya berputar menatap kursi dipojok ruangan yang digunakan Sang papa,senyum itu kembali mengembang dengan debat jantung yang entah bisa dikatakan lebay atau apalah,nyatanya haizan cukup bersyukur dengan tidak mengharapkan kehadiran keduanya saat membuka mata dipagi hari,

"Huh,,hari ini kerja siang,bosen"

Keluhan dengan wajah menekuk itu terlihat lucu(hanya author yang tau) tangan nya dia bawa guna mengusap matanya lantas mulai beranjak kekamar mandi, membersikan diri lantas menunaikan kewajibannya,

Masih diatas sajadah dan haizan kini masih berfikir keras dengan apa yang harus dia lakukan pagi ini,ingin mengunjungi sekolah ketiga sahabatnya lagi tapi dirinya takut jika kejadian kemarin terulang lagi,merapikan sejadahnya lantas mendudukkan dirinya diatas kasur,tangannya meraih ponsel miliknya yang terlihat sudah rusak dibagian layarnya karna dibanting Yuka Minggu lalu,

"Wah mereka betah juga gak berisik digruf,padahal hampir tiap Minggu aku paketkan pulsa supaya bisa liat ributnya mereka digruf"

"Mereka beneran ngejauh ya dari aku:(

Dug

Dug

Dug

Kedoran keras dipintu berhasil membuat haizan beranjak dari duduknya,perlahan langkahnya dia bawa mendekati pintu,mengintip sebentar dari celah jendela lantas segera membukanya setelah melihat siapa yang datang

"Ji,,jingga?

"Bilang sama gue kalo yang gue denger tadi bohong!

"Hah?

Haizan yang bingung dengan pertanyaan jingga hanya mampu menatap sahabatnya penuh tanya,menatap menampilan jingga yang berantakan dengan baju tidur yang dia gunakan lantas sendal yang entah kemana sebelahnya,

"Kamu denger apa jingga?ya ampun kaki kamu luka itu,sendal satunya mana?

Haizan jongkok guna memeriksa keadaan kaki sahabatnya,tidak parah tapi itu pasti sakit apalagi berada ditempat dibawah telapak kakinya,

"Ini

"Berdiri haizan,gue butuh penjelasan lo!

"Soal cemilan kadaluarsa itu ya,maaf jingga aku

"Bukan soal itu!mama Indy,dan mama Lo

Haizan bungkam seribu bahasa,tangannya saling bertaut dengan mata yang sengaja dialihkan,enggan menatap wajah kecewa sahabatnya

"Bilang kalo yang gue denger tadi bohong,mama Indy bilang sama ayah kalo Lo anak nya dan

"Iya jingga aku anaknya,maaf kalo aku ganggu keluargamu,benar kata mama,aku seharusnya gak lahir,hidup aku cuma bisa nya ganggu kebahagiaan orang lain"

"Terus gimana sama diri Lo sendiri, hidup Lo udah semenyedihkan ini,tapi Lo masih mikirin orang lain?gue minta maaf karna telat

"Engga jingga,aku yang salah, seharusnya dari awal aku udah bilang sama kamu,tapi aku terlalu takut buat jujur,terlebih mama bahagia dengan pernikahannya sekarang,jadi aku mohon pertahankan mama dikeluarga kamu ya?

"Terus lo

"Aku gak papa,dan asal kamu tau,mama ranya sama papa ku juga udah mulai baik sama aku,kamu gak usah khawatir "

"Maaf buat sikap gue sebelum nya,Lo pasti sakit hati banget siang itu disekolah"

Haizan meringis menahan sesak Didadanya saat dimana sakit itu tertoreh,melihat ketiga sahabatnya cuek dan tidak memedulikan kehadirannya berhasil membuat haizan sakit hati,matanya memanas tapi wajahnya masih penuh dengan seri,bibir itu gemetar menahan tangis,Sampai pada dimana tangisnya tak dapat dia bendung,menunduk lantas menggenggam erat tangan jingga dihadapannya

"Jingga,,aku takut,hiks,,aku takut jingga,,aku takut kalian benar benar pergi ninggalin aku,aku takut selama sebulan ini,,hikss,,aku takut jingga,,mereka jahat,,"

Meraih tubuh haizan dalam dekapannya,jingga dibuat kesal dengan apa yang didengarnya,dia marah,dia benci pada dirinya sendiri,karna tidak berhasil menjaga senyum manis haizan,jingga benci air mata haizan

"Maaf,maaf,maaf haizan"

Keduanya larut dalam dekapan dengan haizan yang masih terisak hebat,sementara jingga sibuk mengelus lembut punggung sahabatnya,berusaha menenangkan haizan dengan sedikit kata kata penenang yang biasa dia lontarkan







"Aku berangkat"

"Tunggu dulu jenovan!papa perlu bicara sama kamu!

"Apalagi?

Mendudukkan kembali tubuhnya dikursi makan,jenovan menatap malas sang ayah yang kini masih sibuk mengelap mulutnya dengan tisu

"Lusa ikut papa hadirin acara kantor"

Menghela nafas lelah,lantas dirinya beranjak tak peduli dengan teriakan sana papa

"Keluar dari pintu jangan harap kamu bisa ketemu anak haram itu lagi!

Langkahnya terhenti, tubuhnya dia bawa berbalik menghadap sang papa, sementara ibunya masih sibuk dengan ponselnya,bahkan makanan pada piringnya pun belum tersentuh sama sekali

"Kalo itu ancamannya,papa jangan harap aku mau ikutin semua perintah papa,lagi pula aku bisa jaga haizan sendiri,tanpa harus ikut persyaratan dari papa"

"Aku berangkat!

Setelah mengatakan itu jenovan bergegas pergi meninggalkan rumah itu dengan motornyaa,laju nya dia bawa kearah kost haizan sampai dimana dirinya tiba disana jingga juga Rendra sudah lebih dulu memulainya,,duduk bertiga menikmati nasi goreng yang jenovan yakini buatan jingga,

"Gak ngabarin kalo kalian berdua juga kesini"

Mendudukkan dirinya disamping haizan lantas memeluknya dari samping membuat badan haizan tertutup tubuhnya yang besar,

"Gak tau tiba tiba aja nih badan mau kesini"

Rendra menimpali setelah berhasil menelan nasi goreng buatan jingga,matanya masih terlihat memerah,jelas jika air matanya pasti tumpah dihadapan haizan tadi,jenovan sendiri sibuk menikmati usapan lembut pada punggungnya yang haizan berikan,tenang dan jenovan selalu akan merasa tenang jika bersama haizan dan Sabahat nya

"Maafin gue ya"

Anggukan haizan berikan pertanda bahwa dia mengiyakan,sementara jenovan malah terkekeh sebab wajah dengan pipi mengembung karna mengunyah nasi goreng itu terlihat lucu sekarang

"Enak banget ya?

Haizan menoleh menatap jenovan dengan senyumnya,

"Enak,udah lama jingga gak masakin aku nasi goreng ini"

"Iya iya,habisin dulu baru ngomong"

"Kan kamu nanya,makanya kalo aku makan jangan tanya tanya"

"Siap paduka"

"Ih jenovan ngeselin!lepasin deh aku mau makan!

Tubuh dalam dekapan jeno bergerak risih,membuatnya mau tak mau melepaskan,merasa berhasil lepas dari jenovan haizan dengan cepat beranjak dan mendudukkan dirinya disamping Rendra

"Kok pindah?

"Kamu rese,eh RENDRA SOSIS AKU KOK DI AMBIL!!

Dan ya teriakan haizan berhasil membuat gelak tawa ketiganya terdengar puas setelah menjahilinya,






Sampai sini dulu ya,,

Jangan lupa voment

Bye👋

aku?ada?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang