SY ; Twenty

887 33 0
                                        

SAVE YOU

Genre : Dark Romance, Adult.

Rating : 18+

⚠️Saya tidak akan lelah mengingatkan kalian untuk vote dan komen karena itu memberi semangat pada Author.
Typo? Tandai⚠️

⚠️Terdapat kata-kata kasar dan adegan berdarah. Bijaklah dalam memilih bacaan⚠️

Happy reading!!!

~♤~

Saat mengetahui berita atas penembakan suaminya, Lavender langsung terbang ke München dengan perasaan gelisahnya. Entah kenapa. Padahal seharusnya dirinya senang bahwa akhirnya pria itu tidak ada di sampingnya sehingga ia bisa bebas melakukan hal apa pun. Tapi ternyata kegelisahan itulah yang membawa Lavender sampai menginjakkan kaki di rumah sakit yang Valerio tempati.

Lavender berjalan di lorong rumah sakit dengan gontai diikuti oleh Thomas di belakangnya. Dan ternyata kedatangannya disambut oleh keluarga Valerio yang memang sudah berada di sana dengan wajah setiap orang yang terlihat khawatir.

Karena ini pertama kalinya lagi bagi Lavender berhadapan dengan keluarga suaminya, jadi ia merasa canggung dan bersalah. Seharusnya Lavender harus sudah lebih dulu menemani Valerio.

"Dari mana saja kau? Suamimu sekarat tapi kau malah tidak ada di sampingnya. Istri macam apa kau itu."

Suara sarkas seorang wanita mampu membuatnya tertegun saat Lavender mendekati keluarga Valerio. Dan yang membuat Lavender sakit hati adalah bahwa ucapan tersebut keluar dari mulut Ibu Mertuanya.

"Nala." Syam menegur istrinya sembari mengelus pundak wanita itu, mencoba memberi ketenangan.

"Aku minta maaf." Lavender berkata sambil meremas tas selendangnya. Gugup, cemas, khawatir menjadi satu dalam dirinya sehingga ia merasakan panas dingin disekujur tubuhnya. Ditambah, semua orang yang ada di sana memaku pandangannya pada dirinya, seolah Lavender terlihat seperti pelaku atas tindakan kejahatan.

"Aku tidak akan memaafkanmu andai anak satu-satuku berakhir seperti kedua saudaranya. Aku sudah tahu bahwa keluarga Frederick hanya pembawa sial."

"Kakak ipar."

"Apa? Aku mengatakan fakta. Karena kedua kakaknya—"

"Nala, berhenti! Jangan memulai keributan di sini." Sebelum Nala menyelesaikan ucapannya, Syam lebih dulu memotong agar tidak menyebabkan kerusuhan di tempat seperti ini.

Lavender yang tidak mengerti apa pun hanya diam membisu sembari terus meremas tali tasnya. Namun perkataan Ibu Mertuanya sangat menyayat hatinya sampai dirinya memikirkan perkataan wanita itu. Apa maksudnya? Kenapa Ibu Mertuaku berkata bahwa keluargaku pembawa sial? Dan fakta apa yang sebenarnya dia maksud? Berkali-kali Lavender mencoba mencerna ucapannya, tapi itu malah semakin membuatnya sakit hati.

"Lavender, kau tak perlu memikirkan apa yang dikatakan Ibumu."

Lavender menatap Ayah Mertuanya yang terlihat tenang dan hangat, meski ada sedikit kekhawatiran tergambar di wajahnya.

"Aku sangat minta maaf. Karenaku, Ibu menjadi marah."

"Kau tak perlu menghiraukannya. Dia sangat stress saat mendengar Valerio tertembak, jadi kau harus memaklumi perlakuannya."

Lavender mengangguk mengerti. Lagipula, Ibu mana yang tega melihat anaknya tertembak? Berbaring di kasur rumah sakit? Lavender yakin bahwa Nala berkata seperti itu, pasti perkataan yang tidak sengaja keluar karena stress.

SAVE YOUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang