SY ; Twenty Four

776 31 1
                                        

SAVE YOU

Genre : Dark Romance, Adult.

Rating : 18+

⚠️Saya tidak akan lelah mengingatkan kalian untuk vote dan komen karena itu memberi semangat pada Author.
Typo? Tandai⚠️

⚠️Terdapat kata-kata kasar dan adegan berdarah. Bijaklah dalam memilih bacaan⚠️

Happy reading!!!

~♤~

Setelah makan malam, Lavender berjalan menaiki anak tangga berniat untuk kembali masuk ke kamarnya dan mengerjakan tugas kuliah. Meski nafsu makannya sedang buruk, tapi Lavender sadar bahwa dirinya perlu asupan gizi agar tubuhnya tidak selalu lemas. Malam ini, Lavender makan sendirian karena entah kemana suaminya itu pergi. Dari tadi sore, Lavender tidak melihatnya lagi.

Tapi siapa yang peduli dengan itu? Setidaknya Lavender makan dengan cukup tenang jika tidak ada pria itu di hadapannya.

Tapi sekeras apa pun Lavender mencoba menghiraukan ketidakberadaan pria itu, perasaan Lavender semakin tak karuan, seolah hatinya mengharapkan keberadaan Valerio.

"Apa yang salah denganku? Aku tidak menyukainya."

Lavender menggelengkan kepalanya saat pikiran-pikiran yang tidak memungkinkan masuk menghantui. Lalu ia kembali menaiki tangga dengan larian kecil karena dirinya tidak boleh membuang-buang waktu sebelum dirinya melihat lagi Valerio. Lavender berniat menyelesaikan tugasnya secepat mungkin dan tidur sebelum Valerio masuk lagi ke dalam kamar. Lavender tidak ingin berbicara dengan pria itu.

Namun diinjakan anak tangga terakhir, langkahnya terhenti tatkala pandangannya menangkap sosok Valerio yang berjalan di lorong ruangan rahasia berada. Oh tak hanya pria itu saja, ternyata ada pria lain yang berjalan di belakangnya. Lavender kira itu adalah Thomas, tapi ternyata bukan.

Pandangan mereka bertemu dan pria di belakang suaminya menyeringai tipis ke arahnya. Lavender hanya diam sebelum memutuskan kontak mata, dan melirik ke arah Valerio yang sama sekali tidak menatapnya. Lavender dapat melihat tubuh pria itu masih lemas, terlihat dari cara berjalannya yang tidak secepat biasanya.

Tapi Lavender dibuat terheran-heran setelah melihat Thomas berjalan terakhir sambil membawa kantong ransel yang sepertinya terdapat beberapa barang. Tidak ada yang mencurigakan sebenarnya. Namun insting Lavender sangat menebak-nebak apa yang dibawa oleh pria itu.

"Lavender."

Lavender tersadar saat seseorang memanggilnya dengan lantang, yang ternyata Valerio pelakunya.

"Apa yang kau lihat? Kembalilah ke kamar."

Lavender mengerjapkan matanya lalu memalingkan wajahnya sebelum berjalan cepat masuk ke dalam kamar. Gadis itu duduk di pinggiran kasur dengan murung karena entah kenapa hatinya terasa kosong.

"Dia akan pergi dalam kondisi seperti itu?" Lavender bergumam sambil menatap lurus ke depan. "Seharusnya aku mencegahnya karena tubuhnya belum stabil."

Beberapa detik setelahnya mata Lavender membelalak saat sadar apa yang telah dirinya ucapkan. "Tidak! Apa yang aku katakan?! Aku tidak peduli dengan pria itu!"

Lavender segera membuka laptopnya untuk mencoba mengalihkan pikirannya. Lavender tidak boleh teralihkan oleh Valerio karena perlakuan pria itu yang terkadang manis. Lavender harus ingat bahwa pria itulah yang membawanya hidup seperti di neraka ini.

SAVE YOUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang