- SAVE YOU -
Genre : Dark Romance, Slowburn Romance, Adult.
Rating : 18+
⚠️Warning! Terdapat kata-kata kotor, kasar dan tindakan tak senonoh. Bijak dalam memilih bacaan!⚠️
⚠️Saya tidak akan lelah mengingatkan kalian untuk vote dan komen karena itu memberi semangat pada Author⚠️
Happy reading!!!
~~♤~~
Seminggu berlalu dari kejadian teror mengerikan malam itu. Malam yang tak pernah Aku bayangkan karena semuanya membekas dalam pikiranku sampai Aku tak bisa tidur dengan tenang karena was-was. Aku takut jika tidur terlalu lelap, teror itu akan kembali datang. Meski Aku tidak tahu apa motif dalang tersebut dan siapa sasarannya, tapi tetap saja itu tak menghilangkan rasa cemas dan was-wasku.
Dan seminggu ini sikap Valerio berubah. Yang biasa acuh tak acuh, kini dia mulai sedikit manis dan peduli. Seperti tadi pagi, saat Aku ingin pergi jogging, dia bersikeras untuk menemaniku. Padahal Aku sudah bilang bahwa Aku membutuhkan waktu untuk diriku sendiri, untuk menikmati kesendirianku. Setiap hari dia seperti itu. Ketika Aku ingin keluar rumah, kuliah, atau untuk jalan-jalan kecil maka dia akan mengikutiku atau menyuruh orangnya untuk menemaniku. Dia bilang kalau dia tidak ingin terjadi hal buruk jika Aku pergi sendirian. Aku harus dalam pengawasan sampai dalang di balik teror malam itu tertangkap.
Itu terdengar menyebalkan karena kupikir Aku bisa menjaga diriku sendiri. Toh, selama ini Aku bisa melakukannya.
"Kau tak perlu khawatir, semuanya akan baik-baik saja. Tak perlu kau pikirkan dan khawatirkan. Aku sudah menyuruh orangku untuk menyelidiki teror sialan ini."
Perkataan yang dia ucapkan saat Aku bertanya mengenai teror malam itu, membuatku sedikit kesal. Karena jika Valerio terus berada di dekatku atau menyuruh orangnya mengawasiku, itu membuatku khawatir sebab aku merasa bahwa Aku juga terlibat dengan ini.
Apakah ... Aku memang terlibat? Aku tidak pernah mempunyai urusan dengan orang lain.
Tubuhku terlonjak saat mendengar dering ponsel di atas nakas. Aku bangkit dari sofa yang sedari tadi Aku duduki lalu membawa langkahku mendekati nakas untuk mengangkat telpon yang ternyata dari Valerio. Aku ragu sejenak untuk mengangkatnya sebelum Aku mendengar suara beratnya.
"Aku akan pulang beberapa menit lagi. Kau menginginkan sesuatu?"
"Tidak, terima kasih. Aku masih kenyang." Memang benar Aku masih kenyang karena sedari tadi Aku duduk di sofa sambil membaca buku dan memakan cookies yang dibuatkan oleh maid.
"Kau boleh meminta apa pun selain makanan."
"Aku tidak menginginkan apa pun."
Kudengar helaan napasnya cukup jelas yang membuat buluku meremang dan menelan ludah.
"Baiklah, aku tidak akan memaksamu. Aku tutup telpon-nya. Jangan keluar rumah sebelum aku pulang."
Sebelum Aku sempat menjawab, panggilan diputuskan olehnya. Btw, selama seminggu ini juga pria itu selalu mengirimiku pesan setiap menitnya dan itu menjengkelkan karena aku harus membalas setiap pesannya! Pernah satu waktu aku tidak membalas pesannya karena Aku harus mengerjakan tugas kuliah dan Aku lelah meladeni pesannya. Saat itu juga dia terus menelpon dan menyuruh orang di rumah untuk membalas pesannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAVE YOU
Romance⚠️Warning : Harsh word, Toxicity, Blood, Rude behavior and Gore⚠️ Tidak direkomendasikan untuk anak di bawah umur❗ Bijaklah dalam memilih bacaan! Jika tidak suka, skip saja❗ Menikah di usia muda setelah lulus SHS tidak pernah terbayang dalam pikiran...
