SY; Thirty Six

961 36 9
                                        

SAVE YOU

Genre : Dark Romance, Adult.

Rating : 18+

⚠️Saya tidak akan lelah mengingatkan kalian untuk vote dan komen karena itu memberi semangat pada Author.
Typo? Tandai⚠️

⚠️Terdapat kata-kata kasar dan adegan berdarah. Bijaklah dalam memilih bacaan⚠️

Happy reading!!

~♤~

"Ternyata, denganmu, aku merasa semua masalah dalam hidupku menghilang dalam sekejap. Seolah, kau adalah malaikat penenang yang dikirim oleh Tuhan untukku."

—Valerio Asher Konan—

"Aku tahu, aku gila. Tapi, aku akan mencoba membuka hati untuk ... mencintaimu."

—Lavender Maelys Federico—

~♤~

Suara kicauan burung yang hinggap di dahan pohon membangunkan dua manusia yang masih bergelut di bawah hangatnya selimut. Sinar matahari mengintip di sela-sela gorden yang masih dibentangkan-tertutup. Seolah enggan membuka mata, mereka semakin mengeratkan pelukan mereka. Entah sadar atau tidak.

Namun seolah diingatkan untuk bangun, sehingga perlahan keduanya membuka mata sebelum merenggangkan otot-otot yang terasa sedikit kaku.

"Morning, Lavie Sayang."

Valerio menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Lavender, menghirup aroma tubuh gadis itu yang selalu membuatnya mabuk. Vanila. Itulah yang ia rasakan.

"Bangun, Sleepyhead."

"Aku sudah bangun sedari tadi."

"Sungguh? Jelas-jelas kau masih tidur."

"Kau hanya tidak tahu saja."

"Lalu kenapa tidak pergi ke kamar mandi jika kau sudah bangun sedari tadi? Atau kau masih nyaman dalam pelukanku?" goda Valerio sembari mengelus bahu gadis itu.

Lavender merasakan wajahnya memanas. Untung saja ia membelakangi pria itu sehingga Valerio tidak bisa melihat wajahnya yang memerah. Lavender memang berbohong bahwa dirinya sudah bangun lebih awal. Tapi jika tentang kenyamanan dalam pelukan Valerio, jika boleh jujur, Lavender memang merasa nyaman. Entahlah, rasanya seperti anak ayam yang mendapatkan kehangatan.

Setelah semalaman mereka habiskan untuk mencurahkan isi hati, mereka berakhir terlelap dalam pelukan satu sama lain. Sampai saat ini Valerio masih tidak menyangka bahwa gadis itu sudah mulai menerimanya. Meski pun ia tidak tahu apakah Lavender sudah mulai mencintainya juga atau belum, setidaknya Valerio merasa lega karena Lavender tidak akan pergi meninggalkannya lagi.

Dan entah kenapa, Valerio merasa segar saat bangun pagi ini. Mungkin karena rasa bahagianya? Entahlah, Valerio masih ingin memeluk gadis itu dan menghirup aroma manis tubuhnya.

"Aku harus bekerja hari ini karena beberapa hari ke belakang aku tak pergi ke kantor," kata Valerio dengan helaan napasnya. Jujur saja, ia ingin seharian di rumah dan menghabiskan waktunya debgan Lavender. "Dan kau akan ikut denganku."

"Apa?" Lavender terkejut.

"Aku tidak ingin kau kabur lagi. Meski semalam kau bicara tidak akan meninggalkanku dan mulai menerimaku, aku masih tak percaya. Bisa saja itu hanyalah siasatmu agar aku pergi ke kantor dan kau dengan mudah pergi dari rumah," jelas Valerio dengan kekhawatirannya.

SAVE YOUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang