SY ; Sixteen

1.1K 47 4
                                        

SAVE YOU

Genre : Dark Romance, Adult.

Rating : 18+

⚠️Saya tidak akan lelah mengingatkan kalian untuk vote dan komen karena itu memberi semangat pada Author.
Typo? Tandai⚠️

⚠️VOTE sebelum baca, KOMEN setiap paragraf⚠️

Happy reading!!!

~♤~

Pukul 07.25 malam, Valerio kembali ke rumah dengan jas yang seharian ia pakai ditenteng di lengannya. Wajah lelah dan lemasnya seketika memudar saat pandangannya tak sengaja menangkap sosok Lavender yang tengah berkutat dengan laptopnya di ruang tv. Akibat terlalu fokus, gadis itu sampai tidak sadar bahwa Valerio sudah mengamatinya sedari tadi dari belakang.

Surai hitam legam itu terlihat mengkilap oleh cahaya lampu yang menyorotinya sampai membuat Valerio terpana dengan keindahannya. Tangannya terangkat hendak menyentuh rambut yang menarik perhatiannya. Tapi ia kembali menarik tangannya lagi karena dirinya tidak ingin membuat gadis itu menatapnya dengan curiga lagi.

Sejak malam itu, Valerio seharian ini seperti menjadi orang gila karena terus membayangkan wajah cantik istrinya yang tengah kenikmatan. Bahkan, Valerio ketagihan! Membayangkannya saja, milik Valerio terasa sesak dalam celananya.

"Tuan."

Mendengar suara tegas seorang pria-Mattheo-Lavender melirik ke belakang dan pandangannya langsung tertuju pada suaminya. Dan Valerio, pria itu mendesah kecil saat kehadirannya sudah tertangkap oleh istrinya. Melihat wajah Tuannya yang terlihat sedikit kecewa, pria itu menunduk sopan.

"Maaf, Tuan, saya tidak tahu."

"Kapan kau pulang? Kau sedari tadi berdiri di belakangku?" pertanyaan dilontarkan oleh Lavender dengan mimik wajah yang terlihat sedikit terkejut dan bingung.

Valerio melirik sekilas Lavender lalu mengalihkan atensinya pada Mattheo. "Ada apa, Mattheo?"

"Pengawal yang berada di Manhattan mengatakan bahwa Ib-"

"Kita akan membahasnya nanti." Potong Valerio dengan cepat saat tahu perkataan apa selanjutnya yang akan Mattheo katakan.

"Baik, Tuan, saya izin pamit." Setelah membungkuk dengan sopan, Mattheo melenggang pergi meninggalkan mereka kembali berdua.

Valerio menatap lagi Lavender dengan sedikit senyuman di wajahnya. "Kau sedang mengerjakan tugas?"

"Ya. Profesor memintaku untuk mengerjakan beberapa tugas sebagai ganti karena aku tidak masuk hari ini," jawab Lavender yang kembali fokus pada laptopnya. "Aku tidak mendengar suara mobil atau langkahmu tadi."

"Aku sengaja mendorong mobil sampai rumah agar istriku tidak ternganggu. Dan aku melayang, sehingga istriku tidak akan teralihkan pandangannya dari tugas karena mendengar langkah kakiku," kata Valerio mencoba mencairkan suasana, sembari duduk di sebelah gadis itu.

Lavender mendelik saat Valerio mencoba membual? Huek! Bahkan Lavender merasa geli dan merinding. Sungguh, Valerio akhir-akhir ini sangat aneh! Lavender sampai berpikiran bahwa pria itu tengah kerasukan.

"Omong-omong, aku ingin menanyakan sesuatu," celetuk Lavender saat dirinya teringat akan pertanyaan yang ia pendam sedari pagi.

"Ask me."

"Saat aku mabuk malam tadi ... Apa yang kau lakukan padaku?" Lavender menutup laptopnya dan menatap serius suaminya.

Valerio menaikkan satu alisnya dengan wajah yang tak terlihat berdosa. "Aku tak melakukan apa pun. Kenapa memangnya?"

SAVE YOUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang