–SAVE YOU–
Genre : Dark Romance, Adult.
Rating : 18+
⚠️Saya tidak akan lelah mengingatkan kalian untuk vote dan komen karena itu memberi semangat pada Author.
Typo? Tandai⚠️
Happy reading!!!
~♤~
Flashback on.
Prang!
Suara pas bunga yang di lemparkan Valerio terdengar cukup keras sampai membuat beberapa maid dan pengawal menunduk ketakutan. Tak ada satu pun dari mereka yang berani menatap tuannya yang sedang marah.
"Aku sudah perintahkah kalian untuk mengawasi istriku, tapi dia berhasil lolos? Mengawasi satu orang saja kalian tidak bisa?!" marah Valerio sambil menatap tajam satu per satu maid dan pengawal.
"Maafkan kami, Tuan, kami tidak tahu kalau Nona pergi," ucap Maggie—kepala maid.
"Itulah sebabnya kalian bekerja dengan teledor!" geram Valerio sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Ia marah. Sangat.
Valerio hanya khawatir jika sesuatu terjadi pada istrinya, mengingat pelaku teror belum ditemukan. Bisa saja Valerio melacak handphone gadis itu. Tapi sialnya, handphone gadis itu tidak bisa di hubungkan. Sepertinya Lavender sengaja mematikan handphone-nya.
"Sir, Nona pergi ke Züwich Club dengan Jordan," celetuk Mattheo yang baru saja masuk ke ruangan kerja Valerio. "Dia memberi pesan bahwa Nona Lavender tidak bisa ditemukan. Di Club terlalu banyak orang sehingga dia kesulitan untuk mencari Nona Lavender."
Terkejut, marah, dan cemas. Itulah yang Valerio rasakan sekarang. Apa yang dikatakan Mattheo? Gadis itu pergi ke Club? Tanpa memberitahunya?
"Jordan hendak mengabari anda, tapi Nona melarangnya dengan dalih bahwa ia-lah yang akan memberitahu anda bahwa Nona akan keluar," lanjut Mattheo, mencoba menjelaskan semua pesan yang dikirim Jordan. Dan juga, Mattheo merasa kasihan pada maid dan pengawal lain yang sudah ketakutan sehingga ia perlu menjadi penengah bagi kemarahan Tuannya.
Tanpa menunggu apa pun lagi, Valerio melenggang pergi dengan amarah yang masih membara dalam dirinya.
Kau menguji kesabaranku, Lavie.
Flashback off.
Pagi harinya, Lavender terbangun saat sinar matahari menusuk indera penglihatannya setelah tirai dibuka oleh seseorang. Dan ternyata itu adalah ulah suaminya. Lavender meringis pelan saat kepalanya terasa pusing dan tubuhnya terasa remuk.
"Apa aku membangunkanmu?" Valerio mendekati istrinya dengan dada yang tak tertutupi oleh sehelai benang apa pun. "Kau baik-baik saja?"
Lavender terus meringis pelan saat merasa dirinya tidak baik-baik saja. Itu sangat jelas bahwa dirinya tidak baik-baik saja. Tapi Lavender mencoba tidak mengatakan apa pun pada pria itu.
"Aku membawakanmu makanan."
Lavender mengerutkan dahinya. "Kenapa? Biasanya aku makan di bawah."
Lavender terheran-heran dengan pria itu yang bertingkah lembut dan hangat lagi pagi ini. Bahkan pria itu tersenyum seperti orang gila saat dia duduk di sampingnya.
"Aku yakin kau tak sanggup untuk turun ke bawah."
Soal malam tadi, bagi Valerio itu adalah malam yang sangat menyenangkan sekaligus menjadi kesempatan. Tapi dengan pikirannya yang cerdik, ia langsung membereskan kekacauan yang mereka perbuat semalam agar Lavender tidak mencurigainya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAVE YOU
Romance⚠️Warning : Harsh word, Toxicity, Blood, Rude behavior and Gore⚠️ Tidak direkomendasikan untuk anak di bawah umur❗ Bijaklah dalam memilih bacaan! Jika tidak suka, skip saja❗ Menikah di usia muda setelah lulus SHS tidak pernah terbayang dalam pikiran...
