SY ; Thirty Three

1K 39 5
                                        

SAVE YOU

Genre : Dark Romance, Adult.

Rating : 18+

⚠️Saya tidak akan lelah mengingatkan kalian untuk vote dan komen karena itu memberi semangat pada Author.
Typo? Tandai⚠️

⚠️Terdapat kata-kata kasar dan adegan berdarah. Bijaklah dalam memilih bacaan⚠️

Happy reading!!

~♤~

"Aku mencintaimu. Sangat. Sampai segila ini menjatuhkan harga diriku di kaki seorang perempuan."

—Valerio Asher Konan—

~♤~

"Nona, anda baik-baik saja? Tuan sangat mengkhawatirkan anda."

"KELUARLAH, BAJINGAN! AKU AKAN MEMBUNUHMU!" Teriak Lavender yang baru saja masuk rumah dengan amarah yang sudah memuncak, bahkan kepalanya terasa akan pecah. Sudah tak tahan lagi ia menahan rasa marahnya yang sudah membendung oleh kelakuan Valerio.

"Ma'am, tenanglah."

Lavender tak mempedulikan perkataan para bodyguard dan lebih memilih berjalan menaiki anak tangga, menuju kamarnya. Napasnya memburu cepat, seperti banteng yang tengah mengamuk.

Brak!

Lavender menendang keras pintu kamar sehingga menimbulkan suara yang membuat Thomas semakin tertegun. Valerio? Pria itu sempat terlonjak dan memaki orang yang menendang pintu, tapi ia kembali meracau tak jelas.

"Nona?"

Lavender menatap Valerio penuh amarah lalu langkahnya membawa gadis itu mendekati suaminya dan detik berikutnya ...

Plak!

Tamparan keras Lavender layangkan di pipi Valerio yang memiliki bekas air mata mengering. Cukup keras sampai wajah pria itu tertoreh ke samping.

Thomas sampai menahan napas melihat kejadian itu karena ia tak menyangka ada seorang gadis yang berani menampar Tuannya.

"APALAGI YANG KAU LAKUKAN PADA KELUARGAKU, HAH?! TIDAK CUKUP KAU MEMBUNUH KEDUA KAKAKKU DAN SEKARANG KAU MENCULIK AYAHKU?!"

Valerio sempat meringis sedikit, meski tamparan Lavender tidak terasa begitu sakit. Karena pengaruh alkohol, sehingga Valerio tidak bisa melihat dengan jelas orang di hadapannya.

Sebenarnya Valerio kuat jika minum banyak. Hanya saja ia dikuasai oleh rasa sedih sehingga Valerio sedikit kewalahan.

Dan Lavender yang melihat itu hatinya kembali sakit. Lihatlah, setelah semua yang terjadi, pria itu malah asyik mabuk-mabukkan? Tanpa rasa bersalah?

Semakin geram, Lavender menarik kerah kemeja Valerio. Untuk kali ini saja, Lavender tidak akan terus menahan amarahnya.

"Katakan padaku, apa yang kau mau?! Di mana Ayahku?!"

"Nona, tenangkan dirimu." Thomas panik sehingga ia mencoba menarik bahu gadis itu.

Meski sedikit teler, tapi Valerio samar-samar merasa mendengar suara yang familliar di telinganya. Suara yang beberapa hari ke belakang tidak ia dengar. Suara yang selama ini ia rindukan. Suara yang seperti alunan musik di telinganya.

"Lavie? Itu kau?" Valerio berkata dan mencoba menatap orang di depannya dengan jelas. Shit! Matanya sangat buram. Tapi wajah cantik gadis itu cukup terlihat jelas di pandangannya.

SAVE YOUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang