—SAVE YOU—
Genre : Dark Romance, Adult.
Rating : 18+
⚠️Blood scene, gore and harsh words⚠️
⚠️Saya tidak akan lelah mengingatkan kalian untuk vote dan komen karena itu memberi semangat pada Author.
Typo? Tandai⚠️
⚠️Terdapat kata-kata kasar dan adegan berdarah. Bijaklah dalam memilih bacaan⚠️
Happy reading!!
~♤~
Keesokan harinya, Lavender benar-benar tidak pulang ke rumah. Dengan tekad yang besar, ia keluar dari ruangan dirinya di rawat secara diam-diam saat Valerio sedang tidur. Untungnya diluar tidak ada bodyguard yang berjaga karena Valerio menyuruh mereka untuk pulang jika pria itu ada di sana.
Dan di sinilah Lavender berada. Di sebuah rumah yang terbilang sederhana namun tak menghilangkan kenyamanannya. Setelah menghubungi Stella secara diam-diam dengan handphone-nya yang hampir sekarat kehabisan baterai dan meminta menjemputnya, akhirnya Lavender bisa sampai di rumah temannya dengan selamat tanpa hambatan.
Lavender yakin kalau Valerio akan marah. Tapi siapa peduli? Toh, Lavender butuh ruang dan tidak ingin melihat pria itu dalam beberapa waktu.
Setelah perdebatan semalam, Valerio sungguh tidak mengizinkannya untuk membuat jarak, meski ia sudah mengancamnya dengan gugatan cerai. Valerio tidak peduli sama sekali dengan hal itu dan malah mengabaikannya. Jadi, karena Lavender sungguh ingin jauh dari pria itu, sehingga ia meminta Stella untuk menjemputnya. Di saat-saat seperti ini, Lavender harus banyak bersyukur karena ia masih sempat menghubungi Stella dengan handphone-nya yang sudah mati sekarang.
Tapi jauh dari itu semua, Lavender merasa sedikit senang karena bisa keluar dari ruangan yang memuakkan itu dan melepas rindu dengan temannya. Rasanya jauh lebih memuakkan jika di sana ada Valerio.
"Kau baik-baik saja? Sedang apa kau di rumah sakit?" Stella menatap Lavender dengan mimik wajah khawatir tatkala melihat keadaan Lavender yang tidak segar seperti biasaya.
"Aku ... baik-baik saja," jawab Lavender sembari meremas handphone-nya yang mati kehabisan baterai.
"Kau tidak terlihat seperti itu. Katakan padaku, apa ada masalah?"
Lavender hanya diam tidak tahu harus mulai menceritakannya dari mana. Apakah Lavender perlu menceritakan tentang pembunuhan yang dilakukan oleh suami dan keluarganya? Apakah Lavender harus menceritakan tentang penculikan yang dilakukan Scott? Dan menceritakan tentang kematiannya? Apakah Lavender harus menceritakan ... semua itu? Sungguh, Lavender sangat resah. Jika Lavender menceritakannya pada Stella, apakah keadaan akan baik-baik saja, atau kembali normal? Lavender merasa bahwa semuanya akan semakin memburuk.
Seharusnya Lavender segera melapor ke polisi tentang pembunuhan yang dilakukan Valerio dan keluarganya. Tapi entah kenapa, Lavender merasa akan melakukan hal yang salah jika melakukan itu. Karena ternyata keluarganyalah yang pertama mengibarkan bendeda perang pada keluarga Valerio. Kedua kakaknya membunuh adik kembar pria itu dan tentu saja apa yang dilakukan Valerio dan keluarganya adalah bentuk balas dendam sekaligus mencari keadilan.
Lavender merasa serba salah dan bimbang kini. Di sisi lain, apa yang mereka lakukan adalah kesalahan dan kejahatan yang di mana perlu mendapatkan hukuman. Tapi di sisi lain juga, Lavender mersa sama saja seperti mereka. Seharusnya Lavender meghentikan tindakan mereka saat itu. Tapi yang dirinya lakukan malah kabur dan meninggalkan kedua kakaknya yang sekarat.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAVE YOU
Romansa⚠️Warning : Harsh word, Toxicity, Blood, Rude behavior and Gore⚠️ Tidak direkomendasikan untuk anak di bawah umur❗ Bijaklah dalam memilih bacaan! Jika tidak suka, skip saja❗ Menikah di usia muda setelah lulus SHS tidak pernah terbayang dalam pikiran...
