SY ; Thirty

895 31 5
                                        

-SAVE YOU-

Genre : Dark Romance, Adult.

Rating : 18+

⚠️Blood scene, gore and harsh words⚠️

⚠️Saya tidak akan lelah mengingatkan kalian untuk vote dan komen karena itu memberi semangat pada Author.
Typo? Tandai⚠️

⚠️Terdapat kata-kata kasar dan adegan berdarah. Bijaklah dalam memilih bacaan⚠️

Happy reading!!!

~♤~

Valerio sampai di rumahnya pada pukul 01.00 malam, yang disambut oleh beberapa pengawal. Pria itu langsung membawa langkahnya ke arah ruangan rahasia yang berada di lain lorong. Ternyata, di sana Thomas sudah menunggu dengan tubuh tegap menyaksikan penyiksaan Johny oleh seorang pria lainnya-Jason, seorang tukang jagal yang dipercayai oleh Valerio dan sudah lama bekerja pada pria itu.

Melihat kehadiran sang Tuan, Jason menghentikan pekerjaannya dan membungkuk hormat diikuti oleh Thomas.

"Selamat malam, Father in Law."

Johny yang sudah tidak berdaya, mengangkat pandangannya untuk melihat orang yang menyapanya.

"Brengsek ... Matilah kau ..."

Valerio manampilkan senyuman khas miliknya sembari berjongkok di depan pria tua itu.

"Bagaimana rasanya menikmati uang adik kembarku? Apakah rasanya seperti berda di surga?"

Tiba-tiba saja Johny meludahi wajah Valerio. "Kau akan mati di tanganku!"

Ctak!

Jason kembali mengecut punggung Johny karena tidak terima Tuannya diperlakukan seperti itu. Dan Valerio, mengusap wajahnya dengan sapu tangan yang selalu tersedia di dalam saku jasnya.

"Kau tahu selama ini aku sudah cukup sabar tidak menghukummu karena kau adalah mertuaku. Tapi setelah dipikir-pikir, kejahatanmu sungguh tidak dapat di terima."

Johny hanya menatap menantunya itu dengan tajam. Energinya sudah terkuras banyak sehingga sulit sekali untuk melawan.

"Pertama, kau menggunakan kedua anakmu untuk memanfaatkan adik kembarku. Kedua, kau meyuruh mereka untuk membunuhnya dengan cara hal yang paling keji, tepat di hari ulang tahun mereka. Ketiga, kau memberikan alamat rumahku pada Scott. Keempat ...," Valerio terdiam sejenak dengan tatapan yang menggelap, sarat akan kemarahan. "Keempat, kau juga memanfaatkan istriku untuk mendapatkan sebagian asetku dan memperlakukannya dengan tidak baik saat istrimu sakit-sakitan di rumah sakit."

"Aku tidak melakukannya. Jangan asal menuduh." Johny mengelak dengan mimik wajah yang terlihat takut, meski sedikit. Dalam kondisinya yang mengenaskan seperti ini, pria tua itu memang harus takut karena mungkin sebentar lagi nyawanya akan melayang.

Valerio hanya mengedikkan bahunya lalu bangkit dan melangkah menghampiri meja yang terdapat banyak sekali macam-macam pisau dan pistol. Diraihnya pisau berukuran sedang yang terlihat mengkilap, menandakan bahwa benda itu tajam.

"Kau tak bisa melakukan itu padaku! Aku mertuamu, sialan!" teriak Johny yang merasa takut dan marah, sehingga dengan reflek tubuhnya kembali berontak mengakibatkan rantai yang membelenggu kedua tangannya terdengar di ruangan tamaran dan kumuh itu.

Valerio terkekeh kecil namun di telinga siapa pun kekehan itu terdengar seperti suara mengejek sekaligus menyeramkan.

"Yeah, aku tahu itu. Kau mertuaku. Seharusnya aku memperlakukanmu spesial, itu yang kau inginkan, eh?" Valerio kembali berjongkok di hadapan Johny lalu menyentuh pipi keriput pria tua itu dengan ujung pisau di tangannya sehingga ia harus menahan napas. "Kau tahu, dalam keluarga kami, keluarga atau pun bukan, jika mereka mengusik hidup kami, maka kematianlah yang akan mereka jumpai. Begitu pun denganmu. Aku tidak peduli jika kau mertuaku. Aku hanya ingin keadilan bagi kedua adikku dan kematianmulah yang kami inginkan."

SAVE YOUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang