SY ; Twenty One

899 51 2
                                        

SAVE YOU

Genre : Dark Romance, Adult.

Rating : 18+

⚠️Saya tidak akan lelah mengingatkan kalian untuk vote dan komen karena itu memberi semangat pada Author.
Typo? Tandai⚠️

⚠️Terdapat kata-kata kasar dan adegan berdarah. Bijaklah dalam memilih bacaan⚠️

Happy reading!!!

~♤~

"Akan kuberikan dunia dan seisinya padamu saat kau jatuh cinta padaku. Maka, jatuh cintalah padaku sampai kau merasa tak membutuhkan dunia lagi, selain diriku."

—Valerio Asher Konan—

~♤~

Sudah 5 hari berlalu, namun keadaan tidak ada yang berubah dalam hidup Lavender. Tidak ada kebahagiaan yang menghampirinya bahkan untuk sekedar tertawa pun Lavender tidak bisa. Apakah nasibnya akan malang seperti ini selamanya? Lavender berharap bahwa ada keajaiban yang membahagiakan sehingga dirinya kembali memiliki semangat untuk hidup.

Dan sudah 5 hari juga, Valerio belum bangun dari krisisnya sejak insiden penembakan. Akhir-akhir ini Lavender merasa cemas dan khawatir akan kondisi pria itu. Namun begitu, Lavender mencoba menyangkalnya dan mencoba menikmati hidupnya tanpa Valerio. Toh, bukankah seharusnya dirinya merasa senang karena Lavender bisa melakukan hal apa saja tanpa tuntutan pria itu? Tapi kenyataannya tidak begitu. Lavender sama sekali tidak bisa menikmati hidupnya dan malah terasa digentayangi oleh masalah-masalah hidupnya.

Di sinilah saat ini Lavender berada. Duduk di sebuah bangku dengan teman kampusnya di sampingnya—Stella. Setelah absen beberapa hari, Lavender memutuskan untuk kembali ke kampus karena tidak ingin terlalu banyak tertinggal oleh pelajaran.

"Kau terus melamun. Kau baik-baik saja, Lavender?"

Suara Stella menyadarkan lamunannya dan Lavender segera mengerjapkan matanya.

"Ya."

"Sepertinya kau masih sakit. Seharusnya kau istirahat saja di rumah jika masih sakit."

"Aku baik-baik saja, Stella. Terima kasih atas perhatiannya." Lavender menampilkan senyuman tipis di wajah lelahnya.

Stella terdiam sejenak sebelum kembali bicara. "Aku merindukanmu."

Lavender terkekeh mendengar ungkapan temannya.

Lavender baru saja ternyata sudah satu minggu lalu dirinya bertemu dengan gadis itu. Terakhir, pertemuan mereka di club malam karena esok harinya Lavender tidak masuk kampus.

"Maaf aku meninggalkanmu di club."

"Ah soal itu. Tidak masalah. Aku sudah melupakannya, meski kau membuatku khawatir."

Lavender hanya tersenyum dan mengangguk. Di saat hidupnya yang penuh masalah, sepertinya Lavender memang butuh teman seperti Shella untuk bisa diajak mengobrol.

"Omong-omong, aku ingin menanyakan sesuatu." Tiba-tiba saja, Stella terdengar serius.

"Menanyakan apa?"

Stella melirik ke sekeliling kelas yang memang sudah banyak orang. Lalu dia menampilkan layar ponselnya ke arah Lavender.

"Bukankah ini kau? Yang bersama CEO maskai Konan Corp? Tuan Valerio?"

SAVE YOUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang