SY ; Twenty Five

735 34 1
                                        

SAVE YOU

Genre : Dark Romance, Adult.

Rating : 18+

⚠️Blood scene and harsh words⚠️

⚠️Saya tidak akan lelah mengingatkan kalian untuk vote dan komen karena itu memberi semangat pada Author.
Typo? Tandai⚠️

⚠️Terdapat kata-kata kasar dan adegan berdarah. Bijaklah dalam memilih bacaan⚠️

Happy reading!!!

~♤~

Valerio menatap tajam wanita di depannya yang tak henti berteriak saat dirinya menamcapkan pisan lipat ke pahanya. Amarah kini sepenuhnya telah menguasai pikirannya. Mengingat kematian tragis kedua adik kembarnya di tangan Berlianna dan Jasmine, Valerio sungguh tak terima bahkan mengutuk kedua wanita itu.

Valerio tidak pernah membayangkan bahwa kehilangan seseorang yang dirinya sayangi akan begitu menyakitkan. Seorang adik yang sudah dirinya jaga dan didik malah mati mengenaskan di tangan seorang jalang.

Beginilah jika seseorang dibutakan oleh cinta. Mereka menjadi tolol dan bodoh. Sama halnya seperti dirinya. Tapi persetan dengan itu, toh Valerio hanya jatuh cinta pada gadis polos seperti istrinya.

"Thomas, lakban mulut mereka. Kupingku terasa akan pecah mendengar jeritan jeleknya." Valerio memerintah dan Thomas langsung mendekati wanita itu.

"Kau tak bisa melakukan ini pada kami! Kami tidak salah apa pun!" Jasmine yang memang sudah lelah dengan penyiksaan ini terus berontak mencoba melepaskan diri meski mustahil.

"Tidak salah apa pun katamu? Oh aku lupa kalau membunuh tidak ada artinya bagi kalian dan bukan menjadi masalah."

"Jangan membawa hal itu seolah kami paling berdosa. Kau sama saja seperti kami, gemar merenggut nyawa orang."

"Kau tahu, aku tak suka kalau aku disamakan dengan orang lain, apalagi dengan orang busuk seperti kalian. Aku hanya membunuh mereka yang bermain-main denganku, bukan yang tidak berdosa atau tak punya urusan denganku."

Elissa menatap pria itu dengan tak kalah marahnya. Berlianna, wanita itu hanya diam lemah karena dialah yang lebih banyak mendapatkan penyiksaan. Bahkan lantai sudah digenangi oleh cairan merah miliknya.

Berlianna sama marahnya dengan Elissa. Tapia ia tidak punya kekuatan lagi untuk berbuat sesuatu. Berlianna sudah pasrah dengan hidupnya. Berlianna ingin segera menjemput ajalnya. Tapi sialnya entah kenapa Tuhan belum merenggut nyawanya. Padahal Berlianna mencoba tidak memakam makanan yang disuguhi oleh Sergio setiap hari. Seharusnya dirinya sudah mati, 'kan? Sungguh, Berlianna tak sanggup lagi.

Berlianna tahu bahwa inilah hukuman untuk dirinya karena telah membunuh kekasihnya. Berlianna tahu bahwa pada akhirnya hidupnya akan seperti ini. Tapi Berlianna terlalu mencintai pria itu sehingga ia tidak ingin kekasihnya mati di tangan orang lain.

Flash back on.

3 bulan lalu.

Prang!

Berlianna dan Elissa terkejut saat tiba-tiba Johny membanting gelas hingga pecah berkeping-keping. Tak ada yang bisa lakukan selain diam saja ketika Johny marah besar. Mereka terlalu takut bahkan untuk sekedar bersuara.

"Apa yang telah kalian lakukan, hah?! Beraninya kalian mempermainkan perusahaan kita?! Anak macam apa kalian, tidak becus sekali!" Johny membentak mereka dengan kepalanya yang mendidih. "Lihatlah apa yang telah kalian lakukan? Kita kehilangan para investor dan seperempat aset kita!"

SAVE YOUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang