- SAVE YOU -
Genre : Dark Romance, Slowburn Romance, Adult.
Rating : 18+
⚠️Saya tidak akan lelah mengingatkan kalian untuk vote dan komen karena itu memberi semangat pada Author⚠️
Happy reading!!!
~~♤~~
Pagi sekali aku terbangun karena mendengar suara teriakan seseorang diluar kamar. Kulihat jam menunjukkan pukul 02.45 itu artinya aku baru tidur sekitar dua jam lebih-dari selesai membantu Valerio mandi. Mengingat-ngingat hal itu, aku ingin sekali memukul kepalanya dengan keras.
Aku kira dia orang yang dingin dan acuh tak acuh. Tapi setelah aku amati, pria itu sama saja dengan pria lainnya. Mesum dan cabul. Hanya saja Valerio selalu datar dan pemaksa.
Aku turun dari ranjang lalu berjalan membuka pintu kamar untuk melihat apa yang sedang terjadi diluar. Semua lampu dimatikan sehingga aku tidak bisa melihat sekitar dengan jelas. Tapi ketika aku menyusuri lorong, aku dapat mendengar teriakan itu dengan jelas di bawah sana. Itu terdengar seperti teriakan seorang pria yang mengamuk.
Dengan perasaan was-was dan penasaran, kubawa langkahku menuruni anak tangga dengan hati-hati karena aku takut tersandung, mengingat lampu semuanya padam. Tapi belum sempat selesai menuruni anak tangga, aku dikejutkan oleh Valerio yang entah sejak kapan sudah berada tepat di depanku. Menghadangku dengan wajah datarnya. Dan juga, teriakan itu sudah menghilang. Secepat itukah? Apa yang sebenarnya terjadi?
"Apa yang kau lakukan tengah malam seperti ini di luar kamar?"
Punggungku merinding saat mendengar suaranya yang dalam dan dingin.
"A-aku ..."
Meski aku tak bisa melihat wajahnya dengan jelas, tapi aku dapat merasakan tatapannya yang tajam mengintimidasiku.
Aku berdeham mencoba terlihat biasa saja. "Tidurku terganggu oleh teriakan di bawah sana jadi aku berniat melihat apa yang sedang terjadi."
Pria itu hanya diam dengan pandangan yang masih memaku padaku.
"Jika boleh tahu, apakah semuanya baik-baik saja?" Aku kembali bersuara karena dia terus diam.
"Ya. Kau tak perlu khawatir."
"Lalu teriakan siapa tadi?"
"Pengawal yang sepantasnya di hukum."
Aku mengerutkan dahiku bingung. Memangnya apa yang dilakukan pengawal itu? Haruskan Valerio menghukumnya sampai seperti itu? Jika diingat-ingat seberapa keras teriakan tadi, itu menandakan bahwa yang dilakukan Valerio bukanlah hukuman kecil. Tapi di sisi lain aku merasa tak percaya dengan omongan pria itu. Aku merasa ada yang tidak beres di rumah ini.
Sejak pertama kali aku masuk ke sini, aku sudah mempunyai pirasat yang buruk dan terus dihantui rasa penasaran. Terutama pada ruangan yang sangat tidak boleh aku kunjungi sampai sekarang karena dilarang keras oleh Valerio untuk aku masuk ke sana. Juga, aku kadang mendengar teriakan orang yang lebih terdengar seperti kesakitan. Meski suaranya kecil bak cicitan burung, tapi aku yakin bahwa itu suara orang. Namun sejauh ini aku selalu berpikir positif bahwa suara itu berasal dari rumah tetangga.
"Bukankah kita perlu kembali istirahat? Kita masih mempunyai beberapa jam lagi untuk menyambut pagi hari."
Aku mengerjapkan mataku, menghilangkan pikiran buruk yang terus memasuki kepalaku.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAVE YOU
Romance⚠️Warning : Harsh word, Toxicity, Blood, Rude behavior and Gore⚠️ Tidak direkomendasikan untuk anak di bawah umur❗ Bijaklah dalam memilih bacaan! Jika tidak suka, skip saja❗ Menikah di usia muda setelah lulus SHS tidak pernah terbayang dalam pikiran...
