SY ; Nine

1.1K 61 0
                                        

- SAVE YOU -

Genre : Dark Romance, Slowburn Romance, Adult.

Rating : 18+

⚠️Vote sebelum membaca, komen setiap paragraf. Dilarang menjadi SIDERS⚠️

Happy reading!!!

~~♤~~

Seperti niatnya tadi pagi, Valerio sungguh terbang ke Manhattan dengan jet pribadinya pada pukul delapan malam dan tak lupa di dampingi oleh Thomas. Kini, pria itu duduk di sofa dengan Johny berada di seberangnya.

"Aku tidak tahu bahwa kau akan terbang ke Manhattan," kata Johny sambil menyesap minumannya.

"Yeah, tidak ada yang tahu karena ini mendadak."

"Mendadak?" Johny menyimpan gelas di atas meja lalu berdeham dan menatap ke arah menantunya. "Kepentingan apa sampai mendadak seperti itu? Apa kau mempunyai kepentingan padaku? Atau ..?"

"Bukan," sela Valerio cepat, terkekeh sopan. "Aku datang ke Manhattan karena harus mendatangi pesta pernikahan seorang investor yang juga bekerja sama dengan Konan Corp," ucapnya basa-basi, tak ingin mengundang rasa curiga pria paruh baya itu padanya.

Johny hanya mengangguk mengerti. "Dan apa kepentinganmu datang ke sini?"

Valerio menatapnya dengan tatapan tak terbaca dan Johny yang melihat wajah menantunya seperti itu terkekeh sambil mengibaskan tangannya di udara.

"Jangan tersinggung. Aku hanya mencoba mencari topik pembicaraan agar menantuku nyaman berada di rumah mertuanya yang kecil ini," katanya dengan candaan, diikuti kekehan Valerio karena tidak ingin menyinggung perasan mertuanya.

Dibandingkan dengan rumahnya yang sekarang dirinya tempati dengan Lavender, rumah ini memang terbilang kecil tapi memiliki gaya eropa sehingga terlihat mewah.

"Atau kau akan menginap di sini? Jika benar, aku akan menyuruh maid menyiapkan kamar untukmu. Suatu kehormatan menantuku bisa menginap di sini, mengingat kau langsung terbang ke Munchen dengan putriku."

Valerio menggelengkan kepalanya sambil mencoba mempertahankan wajahnya agar tidak datar dengan senyuman. "Aku tidak akan menginap. Aku masih mempunyai beberapa pekerjaan yang harus aku kerjakan. Jadi aku tidak akan sempat menginap di sini. Terima kasih atas tawarannya, Father in law." Valerio terdiam sejenak. "Langsung saja, aku datang ke sini hanya ingin menanyakan tentang siapa ini."

Valerio menyerahkan handphone-nya yang menampilkan photo

"Apa kau mengetahui siapa kedua perempuan itu? Aku pernah mendengar bahwa mereka sempat bekerja padamu sebagai maid."

Johny yang melihat photo itu seketika tubuhnya menegang dan juga sernyitan di dahinya terlihat jelas. Menandakan bahwa ia merasa bingung dan terkejut di waktu bersamaan. Tapi beberapa detik kemudian ia kembali menetralkan raut wajahnya

"Dari mana kau mendapatkan photo mereka?"

Valerio menarik lagi handphone-nya kemudian kembali menyimpannya di saku jas abunya. "Aku mempunyai urusan dengan mereka jadi Thomas membantuku mencarikan photo tersebut agar aku bisa bertanya soal mereka padamu."

Johny terdiam sejenak sambil menatap wajah menantunya, berpikir dan mencerna perktaan Valerio.

"Dulu, mereka memang bekerja padaku. Hanya 2 tahun. Tapi mereka mengundurkan diri tanpa alasan," katanya sambil terus berpikir apa yang harus ia katakan tentang kedua perempuan yang ada di photo.

SAVE YOUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang