SY ; Nineteen

770 38 0
                                        

SAVE YOU

Genre : Dark Romance, Adult.

Rating : 18+

⚠️Saya tidak akan lelah mengingatkan kalian untuk vote dan komen karena itu memberi semangat pada Author.
Typo? Tandai⚠️

⚠️Terdapat kata-kata kasar dan adegan berdarah. Bijaklah dalam memilih bacaan⚠️

Happy reading!!!

~♤~

"Nona, apakah anda di dalam?"

Lavender mengangkat kepalanya yang terbenam diantara lututnya ketika seorang maid mengetuk pintu. "Ya!"

"Tuan Besar mengundang anda untuk makan malam."

"Aku akan segera turun."

Entah berapa lama Lavender berdiam diri dengan posisi seperti itu. Yang pasti, kini bokongnya terasa panas dan tengkuknya terasa pegal.

Di meja makan, hanya ada keheningan antara Johny dan Lavender. Sudah lama sekali Lavender tidak merasakan makan malam bersama keluarganya sejak menikah dengan Valerio. Tapi sekarang, suasanya sungguh berbeda dan Lavender sangat sedih akan hal itu. Biasanya, akan ada Ibu dan kedua kakaknya yang mengisi kursi kosong. Namun sampai saat ini, Lavender tidak tahu kemana kedua kakaknya itu pergi. Mereka pergi dua hari sebelum dirinya menikah.

"Bagaimana kabarmu? Apa kau senang tinggal di sana?"

Pertanyaan itu mampu menghentikan kunyahan Lavender. Lalu ia menatap Johny yang juga sudah menatapnya terlebih dahulu.

Melihat wajah pria baya itu, hatinya terasa sesak lagi. Perlukah Ayahnya berkata seperti itu ketika sadar bahwa dirinyalah yang menikahkannya secara paksa? Ketika sadar bahwa dirinyalah yang menjauhkannya dari Ibunya?

Lavender pikir Johny tidak perlu menanyakan kabar dirinya. Atau pria itu sedang mengejeknya?

Dulu, sebelum Ibunya sakit dan Johny belum tergila-gila oleh harta, Lavender sangat menyukai dan menyayangi Ayahnya sampai ia sering membanggakan pria itu pada teman sekolahnya. Tapi setelah Johny memaksanya untuk menikah dengan dalih pernikahan bisnis agar bisa mendapatkan sebagian harta Valerio, pandangan Lavender terhadap Ayahnya menjadi berubah. Kini, di mata Lavender Johny tak ada bedanya dengan seseorang yang senang berjudi atau apa pun itu.

"Ya," jawabnya singkat dan kembali melanjutkan acara makannya. "Bagaimana dengan Ayah? Apakah Ayah sangat menikmati uang suamiku?"

Johny tertegun mendengar pertanyaan Lavender. Alih-alih marah, pria baya itu hanya menghembuskan napasnya dan menampilkan senyuman tipis.

"Kau masih marah padaku? Pada Ayahmu sendiri?"

"Sungguh? Ayah bertanya seperti itu? Aku yakin Ayah punya otak untuk mengetahui jawabannya," sarkasnya

Jawaban sarkas Lavender membuat Johny sadar bahwa apa yang dirinya lakukan telah membuat berubah anak bungsunya itu. Lavender yang biasanya ceria dan hangat ketika ditanya, kini menjadi Lavender yang terlihat dingin dan seolah sedang berhadapan dengan orang asing.

Perlakuan Johny memang tidak bisa dimaafkan. Tapi setidaknya, Johny sudah mendapatkan apa yang dirinya inginkan dengan menikahkan anaknya.

"Ayah ingin memberitahumu sesuatu yang penting." Johny berkata dengan serius sambil menyimpan sendok dan menggeser sedikit piringnya ke depan.

SAVE YOUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang