SY ; Twenty Two

829 34 5
                                        

SAVE YOU

Genre : Dark Romance, Adult.

Rating : 18+

⚠️Saya tidak akan lelah mengingatkan kalian untuk vote dan komen karena itu memberi semangat pada Author.
Typo? Tandai⚠️

⚠️Terdapat kata-kata kasar dan adegan berdarah. Bijaklah dalam memilih bacaan⚠️

Happy reading!!!

~♤~

Brak!

Terkejut, Lavender segera menjauh dari tubuh Valerio saat seseorang membuka pintu dengan cukup kasar. Lalu muncullah sosok Thomas dengan wajah panik dan tak merasa bersalah.

Dan Valerio, ia menggeram kesal karena merasa terkejut juga sama halnya seperti Lavender. Valerio sempat meringgis saat lukanya terasa nyeri lagi.

"Saya diberitahu oleh dokter bahwa anda sudah siuman." Thomas berkata dengan wajah semringah.

"Sialan, Thomas, aku akan memotong tanganmu."

Lavender mengerjapkan matanya sambil menunduk saat wajahnya terasa memanas. Apakah Thomas melihat mereka saling berpelukan? Apakah Thomas sungguh melihatnya? Jika benar, Lavender perlu menghilang dari hadapan pria itu. Dirinya merasa malu!

"Sir, saya sungguh khawatir. Saya pikir anda akan meninggalkan saya."

"Kurang ajar! Kau mendoakanku?"

"Saya tidak mendoakan anda. Habisnya anda tidak sadarkan diri hampir satu minggu."

"Satu minggu?!" Valerio terkejut sampai matanya membelalak. "Apa itu benar, Lavie?"

"Ya. Kau tak sadarkan diri selama itu."

"Oh gosh, akan kubunuh orang yang telah membuatku berakhir di sini. Dan satu minggu? Aku pasti melewatkan banyak hal."

"Ya, anda melewatkan banyak hal dan itu membuat saya pusing. Bagaimana bisa pekerjaan anda saya ambil alih? Asal anda tahu, saya setiap hari pergi ke gereja untuk mendoakan kesembuhan anda karena saya muak membereskan dokumen-dokumen anda," sewot Thomas dengan melebih-lebihkan. Meski itu memang tugasnya, tapi tanpa Valerio pekerjaan Thomas menjadi double dan Thomas kewalahan karenanya.

"Jadi kau tidak ikhlas mengerjakannya?"

"Saya ikhlas. Hanya saja naikkan gaji saya, Sir."

"Kau memang kurang ajar!"

Lavender ingin sekali tertawa mendengar perseteruan Tuan dan Asisten itu. Tapi sekuat tenaga Lavender menahannya karena tidak ingin terlihat seperti mengejek mereka.

"Dan kau."

Lavender langsung menatap Valerio saat ia berucap padanya.

"Jangan senyum-senyum di depan pria lain."

Lavender langsung merubah kembali raut wajahnya sambil melipat bibir. Sungguh, bagi Lavender interaksi mereka berdua terlihat lucu. Lavender tidak pernah melihat Valerio bertingkah seperti ini. Lavender hanya selalu melihat Valerio dalam mode serius, datar dan dingin seperti biasanya.

Dan Thomas menatap sedikit sinis ke arah Tuannya. "Saya pikir anda tidak perlu mengkhawatirkan Nona Lavender tersenyum pada pria lain. Lagipula, saya tidak tertarik selingkuh dengan istri Tuan saya, meski Nona Lavender memang terlihat cantik."

"Thomas! Keluarlah sekarang juga."

Lavender tak bisa lagi menahan kekehannya melihat wajah Valerio yang terlihat kesal. Sedang lemah saja, ketegasan pria itu masih saja terpancar.

SAVE YOUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang