—SAVE YOU—
Genre : Dark Romance, Adult.
Rating : 18+
⚠️Blood scene, gore and harsh words⚠️
⚠️Saya tidak akan lelah mengingatkan kalian untuk vote dan komen karena itu memberi semangat pada Author.
Typo? Tandai⚠️
⚠️Terdapat kata-kata kasar dan adegan berdarah. Bijaklah dalam memilih bacaan⚠️
Happy reading!!!
~♤~
Lavender berjalan keluar dari bangunan itu dengan dada yang terasa di tekan sehingga napasnya tersegal-segal. Pandangannya kosong dengan pikiran yang tak kalah runyam seperti benang kusut. Seharusnya Lavender diam saja di dalam atau mencoba membantu menyelamatkan kedua kakaknya. Tapi Lavender tidak tahu harus berbuat apa. Ini baru baginya, seolah hatinya digerakkan untuk keluar dari ruangan menyesakkan itu.
Anggap saja Lavender pengecut. Ya, dari dulu Lavender memang pengecut. Lemah dan dapat dibodohi sampai satu per satu dirinya kehilangan seseorang yang disayangi.
"Maafkan aku ..." gumam Lavender saat dia berdiri di bawah pohon besar sambil menopang tubuh lemasnya.
Kini, posisinya cukup jauh dari bangunan itu sehingga ia seperti anak hilang.
Melihat kemarahan orang-orang di dalam sana, membuat Lavender terlalu takut untuk bertindak.
Tanpa di sadari, seorang pria sedari tadi mengikuti gadis itu, sampai ia berdiri di belakang Lavender.
"You need help?"
Tubuh Lavender terlonjak lalu menatap ke sumber suara dan matanya mengangkap sosok Scott.
"T-tuan Scott?" Lavender menatap heran pria itu. Suaranya sedikit bergetar. "Sedang apa kau di sini?"
Scott tersenyum lalu mendekati gadis itu. "Ini sudah malam, aku akan mengantar kau pulang. Tidak baik perempuan keluar malam-malam seperti ini apalagi sendirian."
"Aku tidak butuh tumpangan, terima kasih."
Scott dapat melihat wajah gadis itu yang terlihat tegang, lelah dan seolah tak ada kehidupan dari tatapan gadis itu. Scott tahu bahwa kejadian seperti ini membuat gadis itu syok berat. Tapi Scott juga merasa sedikit bersalah karena dirinyalah yang memberitahu Lavender tentang tempat ini.
"Biar aku membantumu, Lavender." Scott menyentuh pundah Lavender. "Tenang saja, kau bisa mempercayaiku. Aku tidak akan melakukan apa pun."
Lavender dapat melihat senyuman tulus dari pria itu. Apakah perlu Lavender menumpang pada Scott? Lagi pula ia juga tidak tahu jalan pulang. Lavender bukan type orang yang bisa hafal jalan dalam satu balikan.
Lavender mengangguk, tanda menyetujui ajakan Scott. Lalu pria itu menuntun Lavender masuk ke dalam mobilnya yang terparkir tak jauh dari tempat mereka berdiri.
"Kau baik-baik saja?" tanya Scott sembari melajukan mobil untuk keluar dari hutan itu.
"Ya, aku baik-baik saja." Lavender menjawab dengan pandangannya melirik keluar jendela mobil. Tangannya meremas sabuk tatkala kepalanya terasa pusing memikirkan kejadian-kejadian yang baru saja dirinya lihat.
Dan darah .... astaga memikirkannya Lavender serasa ingin muntah. Bahkan, baunya masih tercium oleh indra pemciumannya.
Tapi Lavender mengerutkan dahinya saat merasa bingung dengan kehadiran pria itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAVE YOU
Romance⚠️Warning : Harsh word, Toxicity, Blood, Rude behavior and Gore⚠️ Tidak direkomendasikan untuk anak di bawah umur❗ Bijaklah dalam memilih bacaan! Jika tidak suka, skip saja❗ Menikah di usia muda setelah lulus SHS tidak pernah terbayang dalam pikiran...
