—SAVE YOU—
Genre : Dark Romance, Adult.
Rating : 18+
⚠️Saya tidak akan lelah mengingatkan kalian untuk vote dan komen karena itu memberi semangat pada Author.
Typo? Tandai⚠️
⚠️VOTE sebelum baca, KOMEN setiap paragraf⚠️
Happy reading!!!
~♤~
Manhattan.
Rumah itu dipenuhi oleh orang-orang berbaju hitam. Kesedihan serta kehilangan mengudara di ruangan tersebut sehingga hanya ada tangisan yang memilukan.
Lavender berdiri di dekat peti sang Ibunda sembari menatap dalam wajah yang pucat pasi itu. Air mata mengering di pipinya dan kulit putihnya tak jauh berbeda dengan jenazah Ibunya. Pucat.
Valerio yang berdiri beberapa meter dari gadis itu dengan Mattheo, hanya bisa diam membisu melihat istrinya yang terlihat hancur atas kepergian mertuanya. Seharusnya ia berada di samping istrinya untuk menenangkan atau menyemangatinya. Tapi gadis itu sangat marah besar atas perihal yang terjadi diantara dirinya dan suaminya sehingga Lavender berkata bahwa dirinya ingin memiliki waktu kesendirinya tanpa Valerio di sampingnya. Jadi, dengan berat hati dan merasa bersalah, Valerio menuruti keinginan gadis itu.
"Sir, apa anda baik-baik saja?" tanya Mattheo saat pandangannya tak beralih dari boss-nya. "Anda belum tidur dari semalam. Anda perlu istirahat."
"Istriku yang lebih membutuhkannya. Tapi dia bahkan tidak melirikku sama sekali," balas Valerio dengan pandangan yang tak beralih dari wajah Lavender, yang memiliki lingkaran hitam di matanya.
Mattheo hanya diam sembari melirik sekilas istri Tuan-nya itu.
"Dulu, seharusnya kita tidak perlu mampir ke toko roti. Karena dari sanalah aku mulai membawa malapetaka pada hidupnya."
"Saya pikir tidak ada yang perlu disesali dalam hal ini, saat anda jatuh cinta pada seseorang. Karena terkadang bukan jatuh cinta namanya jika anda tidak melakukan hal gila," lontar Mattheo tatkala mengerti kemana arah pembicaraan Tuannya.
Valerio termenung dengan pikirannya yang berkecamuk. Apa yang dikatakan Mattheo, menurutnya ada benarnya juga. Dirinya tak perlu menyesal karena telah jatuh cinta. Seharusnya dirinya belajar bahwa apa yang menurutnya baik belum tentu baik untuk orang lain. Seperti hal gila yang Valerio lakukan pada Lavender. Bagi Valerio, dirinya sudah melakukan hal yang benar untuk gadis yang sangat ia cintai, dengan niat menjaga dan mengawasi Lavender. Tapi tanpa Valerio sadari bahwa apa yang dirinya lakukan malah membuat Lavender tertekan dan jauh dari kata baik-baik saja.
Orang bilang bahwa jatuh cinta bisa membuat tuli dan buta, bahkan kehilangan logika. Hal sekotor apapun tak ada artinya bagi seseorang yang pikirannya digelapkan oleh cinta. Begitulah yang dirasakan Valerio. Hanya ada hasrat dan keinginan kuat untuk memiliki serta menggenggam gadis yang dirinya cintai.
Berbeda dengan Valerio yang mengkhawatirkan istrinya, Lavender sendiri terus mengeluarkan air mata melihat jasad Ibunya yang terbaring di dalam peti. Pun dengan Johny yang menangis tersedu-sedu sembari berpegangan pada peti istrinya. Johny tak menyangka bahwa cinta pertamanya akan pergi begitu cepat meninggalkan dirinya.
Jika waktu bisa diulang kembali, Lavender ingin sekali berada di samping Ibunya saat beliau menjemput ajalnya. Tapi kenyataan yang ia alami, membuat Lavender terus menerus menyalahkan dirinya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAVE YOU
Romance⚠️Warning : Harsh word, Toxicity, Blood, Rude behavior and Gore⚠️ Tidak direkomendasikan untuk anak di bawah umur❗ Bijaklah dalam memilih bacaan! Jika tidak suka, skip saja❗ Menikah di usia muda setelah lulus SHS tidak pernah terbayang dalam pikiran...
