—SAVE YOU—
Genre : Dark Romance, Adult.
Rating : 18+
⚠️Saya tidak akan lelah mengingatkan kalian untuk vote dan komen karena itu memberi semangat pada Author.
Typo? Tandai⚠️
⚠️Terdapat kata-kata kasar dan adegan berdarah. Bijaklah dalam memilih bacaan⚠️
Happy reading!!
~♤~
Orang bilang, jika kau merasa tak bahagia di tempatmu yang dulu, maka ada kebahagiaan lain yang menanti di tempat berbeda. Tapi sejauh ini, Lavender merasa tidak merasakan hidup diperkataan tersebut, malah ia merasa jauh lebih baik hidup di tempat di mana dirinya terlahir.
Di sini, di kota yang bahkan belum pernah Lavender kunjungi, ia merasa bahwa di sini seperti hidup di neraka yang dikelilingi oleh iblis-iblis yang entah kapan akan lenyap di pandangannya.
Lavender muak!
Jika bisa mengulang waktu, Lavender akan memilih tidak hidup di dunia ini. Setelah dipikir-pikir, ternyata hidupnya sangat amat menyedihkan. Bukan hanya saat dirinya menikah dengan Valerio. Tapi dari lahir ia sudah ditakdirkan hidup menyedihkan.
Setelah dititipkan di panti asuhan, tidak kenal dengan orang tua aslinya, lalu di adopsi oleh keluarga yang ternyata gila harta dan dilibatkan dalam pernikahan bisnis meyakitkan, sekarang Lavender harus menghadapi kenyataan bahwa suaminya gemar merenggut nyawa orang dengan mudah tanpa rasa bersalah.
Hhh Tuhan sungguh membencinya!
Akan seperti apa ending hidupnya? Akankah Lavender mati dengan nasib menyedihkan? Ataukah memang ada kebahagiaan yang menanti di depan sana? Lavender tak tahu ada apa di depan sana. Tapi ia sangat berharap bahwa secepatnya Lavender bertemu dengan Ibu-nya. Hanya wanita itulah yang mengerti perasaannya.
Setelah kejadian malam lalu, Lavender tak henti-hentinya menangis membayangkan bagaimana tragisnya kematian ayahnya. Ya, Valerio telah menceritakan semua perlakuannya padanya dan Lavender sangat sakit hati mendengarnya. Kenapa pula Tuhan menakdirkan dirinya hidup diantara para-para monster seperti ini? Sungguh, Lavender tidak menyangka hidupnya akan hancur dengan kematian-kematian orang yang di sayanginya.
Lebih mengejutkannya lagi, ternyata pria biadab itu membakar tubuh Johny dan membuang tulang-belulang pria baya itu ke sungai. Oh Tuhan, Lavender tidak tahan lagi dengan drama kekejaman ini.
Berapa banyak lagi orang yang dirinya sayangi akan mati terbunuh? Dari pada mereka meninggalkan Lavender, ia lebih memilih dirinyalah yang lenyap di permukaan bumi ini karena Lavender tidak sanggup lagi hidup. Bahkan untuk sekedar menghirup oksigen pun Lavender sudah tak berminat.
"Lavie, makanlah. Aku tidak ingin kau jatuh sakit."
Lavender mengepalkan tangannya saat mendengar suara Valerio yang semakin menyesakkan hatinya. Sejak kejadian itu, Lavender mogok bicara pada pria itu, bahkan untuk melirik wajahnya pun ia tak sudi. Seharusnya saat ini Lavender kembali berada di rumah Stella. Tapi sialnya Valerio mencegahnya untuk pergi dan menguncinya di kamar.
"Sampai kapan kau akan marah padaku? Aku tidak tahan lagi dengan semua ini."
Lavender sungguh enggan mengeluarkan kata-kata dan ingin mempunyai waktu ruang sendirian. Tapi sialnya pria itu selalu saja ada di sampingnya, seolah takut jika dirinya kembali kabur. Jika bukan karena untuk bertanya tentang Ayahnya, Lavender pun tak sudi kembali ke rumah bak neraka ini yang dihuni oleh monster seperti Valerio.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAVE YOU
Romance⚠️Warning : Harsh word, Toxicity, Blood, Rude behavior and Gore⚠️ Tidak direkomendasikan untuk anak di bawah umur❗ Bijaklah dalam memilih bacaan! Jika tidak suka, skip saja❗ Menikah di usia muda setelah lulus SHS tidak pernah terbayang dalam pikiran...
