—SAVE YOU—
Genre : Dark Romance, Adult.
Rating : 18+
⚠️Saya tidak akan lelah mengingatkan kalian untuk vote dan komen karena itu memberi semangat pada Author.
Typo? Tandai⚠️
⚠️Terdapat kata-kata kasar dan adegan berdarah. Bijaklah dalam memilih bacaan⚠️
Happy reading!!
~♤~
"Nona Lavender mengalami keguguran di usia kandungannya yang masih muda karena terlalu banyak pikiran sehingga menimbulkan tekanan pada batinnya. Dan masalah seperti ini sangat berbahaya bagi perempuan yang tengah hamil muda."
Setelah mendapatkan informasi tentang keadaan dan apa yang terjadi pada Lavender, pria itu hanya bisa merenung dan menunggu istrinya bangun. Tapi meski begitu, perkataan Dokter terus terngiang-ngiang di benaknya sehingga ia merasakan hatinya sakit.
Bagaimana tidak? Valerio telah kehilangan buah hatinya, meski makhluk itu masih gumpalan darah. Valerio sungguh merasa kehilangan. Padahal, Valerio sudah membayangkan dirinya menjadi seorang Ayah dan menghabiskan waktunya untuk bermain dengan anaknya.
Selain berjanji pada Lavender bahwa ia akan merubah hidupnya, Valerio juga sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan menjadi Ayah yang baik untuk anaknya. Valerio sudah sangat siap untuk seorang anak.
Tapi ternyata takdir berkata lain.
Selama ini, apa yang Valerio inginkan selalu ia dapatkan. Sekali pun itu hal yang sulit untuk didapatkan. Namun kini Valerio sadar bahwa apa yang ia inginkan tidak selalu harus ia miliki. Seperti kondisinya saat ini. Valerio menginginkan anak itu dan Tuhan memiliki kehendak lain.
Rasanya seperti Valerio kehilangan berlian berharga, di mana rasa sedih, kecewa serta menyesal menjadi satu dalam hatinya.
Apakah semua ini adalah karma untuknya? Karma dari semua perbuatan yang telah dirinya lakukan di dunia ini? Jika benar, Valerio tidak sanggup menerima karma ini jika Tuhan mengambil calon buah hatinya.
Kenapa tidak ambil saja nyawanya?
Oh shit! Valerio sangat sedih kini. Rasa kehilangannya sungguh besar sampai ia merasa hampa. Perasaan ini sungguh berbeda dengan perasaan saat kehilangan kedua adiknya. Bedanya, Valerio merasakan kehilangan setengah nyawanya saat kehilangan anaknya.
Mungkin ini sungguh karma yang Tuhan berikan padanya. Mungkin Tuhan tengah menghukum dirinya dan memberinya pelajaran bagaimana kehilangan orang penting dalam hidup yang sesungguhnya. Selama ini, Valerio hanya menghilangkan nyawa seseorang tanpa berpikir bagaimana perasaan keluarga atau orang penting dalam hidup orang itu. Valerio hanya mementingkan egonya sendiri. Dan sekarang, Valerio sadar bahwa apa yang dirinya lakukan selama ini hanya menyakiti perasaan orang lain. Valerio memang berpikir bahwa ia hanya memberi hukuman pada orang yang mengusik hidupnya, tidak berpikir jauh untuk memikirkan bagaimana perasaan orang lain.
Dan sekarang, Valerio merasakan sendiri rasa sakit dan kehilangan seseorang yang paling berharga dalam hidupnya.
Valerio meremas lembut telapak tangan Lavender yang masih tak sadarkan diri. Sesekali mengecup punggung tangannya.
"Maafkan aku."
Valerio bahwa semua ini salahnya dan ia sangat kesal sekaligus kecewa pada dirinya sendiri karena telah membuat Lavender kelelahan dan banyak pikiran. Entah harus bagaimana lagi untuk meminta maaf pada gadis itu. Entah apa yang harus dirinya lakukan untuk menebus semuanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAVE YOU
Romance⚠️Warning : Harsh word, Toxicity, Blood, Rude behavior and Gore⚠️ Tidak direkomendasikan untuk anak di bawah umur❗ Bijaklah dalam memilih bacaan! Jika tidak suka, skip saja❗ Menikah di usia muda setelah lulus SHS tidak pernah terbayang dalam pikiran...
