33 | The Downfall

52 7 3
                                        

Sudah beberapa hari berlalu, setelah selesai dengan meeting bersama tim di Nagoya. Sesuai apa yang di katakan Levi waktu itu, mereka akan mengambil libur satu hari untuk menyelesaikan permasalahan antara Levi, Petra dan juga [Name]. Dan sekarang mereka sudah berada di Tokyo, bertepatan dengan pembukaan butik baru milik Petra. Matahari mulai menembus kaca besar di lantai atas gedung, memantulkan cahaya di antara meja kerja yang penuh berkas. Levi berdiri di depan jendela kantornya, menatap jalanan di bawah yang perlahan dipadati mobil. Udara di ruangan itu terasa kering, tapi pikirannya tidak. Waktu mereka semakin sempit. 

Kenny, Levi, dan Reiner masih terjebak dalam lingkar pencarian yang sama. Setiap sudut kota telah mereka sisir; rekaman kamera, catatan tamu, bahkan panggilan dari nomor yang tak dikenal—semuanya dicek satu per satu. Namun tetap saja, tidak ada yang mengarah pada siapa pun. Pelaku itu seperti bayangan yang tahu kapan harus menghilang, meninggalkan hanya cukup jejak untuk membuat semua orang gila mencarinya.

Bagi Kenny, kesabaran sudah lama habis. Liburan yang seharusnya menjadi pelarian kini berubah jadi pekerjaan yang menuntut terlalu banyak waktu. Ia bicara dengan nada pendek, setiap kata terdengar seperti letupan kecil. Levi menanggapinya dengan diam, hanya mengamati layar ponsel di tangannya, mencari celah sekecil apa pun yang mungkin terlewat. Reiner, dengan napas berat dan pandangan lelah, tetap berusaha menjaga kepala mereka tetap dingin.

Di sisi lain, [Name] tidak tinggal diam. Ia sudah mengumpulkan cukup bukti untuk menunjukkan bahwa foto itu dimanipulasi. Gambar yang tampak seperti pengkhianatan akan perlahan terurai menjadi bukti bahwa seseorang memang sengaja memelintir kenyataan. 

Namun pagi itu, meski matahari mulai naik, udara masih terasa berat. Ada ketenangan yang aneh, seperti dunia sedang menahan napas sebelum sesuatu yang lebih besar terjadi.

Di meja seberang, Reiner sedang meninjau laporan terakhir, sementara Bertholdt menutup laptop dengan gerakan tenang tapi terburu. Suara printer di sudut ruangan berhenti, meninggalkan keheningan yang aneh. Hanya denting arloji di pergelangan tangan Levi yang terdengar jelas.

[Name] masuk membawa map berisi dokumen dan menaruhnya di meja. Wajahnya terlihat tenang, meski matanya menyimpan letih yang tak bisa sepenuhnya disembunyikan. "Semuanya sudah lengkap," katanya pelan. Levi mengangguk, pandangannya berpindah dari map itu ke jam di tangannya.

Sudah hampir waktunya. Mereka akan turun sebentar lagi, menuju acara Petra—seolah itu hanya kunjungan biasa. Namun di antara mereka, tak seorang pun benar-benar percaya hari ini akan berjalan seperti yang direncanakan.

Meski begitu, anonim yang terus mengintai [Name] nomornya masih aktif, pesan-pesannya masih muncul di waktu tak terduga, seolah orang di baliknya ingin mengingatkan bahwa permainan ini belum berakhir. Namun untuk saat ini, mereka memilih fokus pada satu hal yang bisa diselesaikan lebih dulu.

Levi tahu, ini belum benar-benar berakhir. Tapi menuntaskan satu sisi dari kekacauan itu sudah cukup untuk hari ini. Sisanya, akan ia hadapi nanti, setelah pesta usai, dan setelah semua mata berhenti memperhatikan.

Hari pembukaan butik Petra bukan sekadar acara biasa. Sejak pagi, berita tentangnya sudah menjadi sorotan di media sosial—foto-foto undangan, dekorasi interior, hingga kabar kolaborasi Petra dengan beberapa model dan brand ternama memenuhi lini masa publik. Nama butiknya masuk dalam daftar trending topic, dan setiap orang yang berpengaruh di dunia mode tampaknya ingin terlihat hadir hari ini.

Di luar butik, suasananya tak kalah riuh. Jalanan dipenuhi mobil mewah, tamu undangan berjejer di karpet merah, sementara suara kamera berderak tanpa henti. Wartawan berdiri di balik pagar pembatas, berlomba-lomba memotret siapa pun yang baru tiba. Di antara mereka, sejumlah penggemar menunggu dengan ponsel terangkat tinggi, berharap menangkap satu momen langka dari para tamu terkenal yang masuk ke dalam.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 09, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

NO REGRETTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang