Naruto pov's.
Sebenarnya aku merasa ada yang aneh belakangan ini. Mulai dari tingkah laku suami ku sendiri yang selalu gelisah dan semakin memperketat keamanan rumah, sampai aku yang di ikuti oleh orang tidak di kenal.
Iya. Aku sadar kalau dalam beberapa waktu belakangan aku selalu di ikuti dan hampir celaka, kalau saat itu Sasuke terlambat sedikit mungkin nyawa ku sudah tidak selamat. Mereka bahkan tidak peduli ada di muka umum atau tidak.
Tapi aku tidak mau tanya tanya lebih pada Sasuke, ku anggap itu sebagai ancaman biasa saja. Aku merasa sudah wajar wajar saja sekarang.
Tapi kalau sudah seperti ini... Bahkan usia kandungan ku sudah memasuki usia 7 bulan, teror nya masih belum berhenti. apa sebenarnya yang terjadi? Kalau ku tanya pun dia pasti tidak mau cerita.
"Kau yakin ingin mencoba ini?"
Aku mengangguk antuias. Kehamilan ku yang sekarang cukup untuk menurut ku. Waktu aku masih masa mengidam Sasuke yang tumbang, dia yang mual, dia yang pusing, dia yang tidak bisa tidur, intinya dia yang rasakan semua nya. Aku hanya santai makan dan melakukan apa pun yang ku inginkan.
Beda dengan saat aku mengandung Hanae dulu, yang ini aku kuat makan. Apa pun aku ingin makan. Makanan manis, berminyak, agak asam, tapi yang paling ku suka itu makanan manis dan ice cream. Teh hijau juga.
"Dobe aku tidak yakin. Tampilan nya saja mengerikan."
Benar. Tampilan nya mengerikan memang, aku minta di buatkan steak. Dan hanya berbekal tutorial di video ia pun mulai membuat. Hitam. Daging nya hitam. Ya Tuhan.
Satu suapan.
Aku menutup mata ku, dahi ku mulai berkerut tapi aku tetap tersenyum. Kalian pernah merasakan makanan dengan cita rasa pedas, pahit, dan tercium bau hangus? Yah begitu lah rasanya.
"Ini membuat ku kesal. Buang saja!"
"Ahahahaha... Rasa nya tampan, setampan wajah mu."
"Omong kosong!"
Ia pun menarik piring berisi daging hitam di hadapan ku. Dan memberikannya pada koki di sebelah nya dengan tatapan maut.
"Buang daging sialan ini dan buatkan yang lebih bagus untuk si pirang ini, jangan mengacau, paham?!"
"Di mengerti tuan."
"Sasuke kau tidak perlu berkata begitu tajam pada nya."
"Aku kesal."
"Itulah kekurangan. Kau mungkin pandai memainkan pisau, tapi belum tentu dengan pisau di dapur."
"Kau mengejek ku ya?"
"Tidak juga. Aku mau ice cream, boleh?"
Aku tahu dia pasti akan luluh setiap kali aku tersenyum bodoh di Hadapan nya, ia menghela nafas kemudian tersenyum lalu berjalan menuju freezer yang sebesar lemari pakaian dengan beragam isi.
"Hari ini kau sudah makan berapa?"
"2 stik. Kan sudah janji tidak nakal lagi."
"Tidak baik juga kalah terlalu banyak dobe, waktu itu kau habiskan sampai 7 cone. Gila ya?"
Aku hanya bisa terkekeh sambil menerima satu stik ice cream dari nya, yah... 2 hari yang lalu aku habiskan 7 buah atau lebih ice cream berbentuk cone. Berakhir aku di omelin sepanjang malam.
"Sasuke."
"Hn?"
"Kau sibuk minggu depan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Rose Blood.
FanfictionHidup itu...Hanya sebentar. Dan sudah pasti,tidak ada guna nya... Dan... Nilainya. karena hidup itu,murah.
