"Ini tangannya, yang ini kaki nya, dan yang ini wajahnya."
Mata biru jernih tampak berbinar melihat hasil USG yang terpampang di hadapannya,ia menoleh ke samping di mana suaminya tengah menemani nya.
"Aku yakin dia pasti anak yang cantik."
Sasuke pikir ia adalah sosok pria yang paling bahagia saat ini,punya pasangan manis dan sudah memberikan keturunan untuk nya. Betapa ia sangat menyayangi Naruto, genggaman tangannya semakin erat dan ia pun membungkuk demi mengecup dahi 'istri' nya. Perasaan bahagia nya tidak terlukiskan.
"Kandungannya sehat. Tapi walaupun begitu anda tetap harus menjaga pola makan dan istirahat,kalau mau berolahraga ringan pun tidak masalah. Jangan banyak berfikir juga,karena itu berpengaruh besar untuk si bayi. Ini resep nya dan silahkan ambil ke apotik,semoga anda dan si kecil selalu sehat."
"Terima kasih dokter."
Sang dokter tersenyum riang. Ia sudah 2x menangani Naruto mulai dari mengandung Hanae sampai kandungan kedua nya.
Dan Sasuke pria itu tancap gas dari kantor ke rumah karena Naruto bilang ia izin mau ke rumah sakit untuk USG,ia kabur di tengah-tengah rapat demi mengantarkan Naruto ke rumah sakit. Tidak peduli dengan rekan bisnis nya yang keheranan, setelah sampai baru ia menelepon sekretaris nya untuk melanjutkan rapat.
"Aku bisa sendiri Sasuke."
Dokter spesialis yang baru saja menangani Naruto tampak tersenyum malu melihat pemandangan di hadapannya,tampak sekali dari wajah Sasuke menunjukkan kekhawatiran yang berlebihan. Padahal pasangannya sehat dan kuat,tapi bergerak sedikit ia sigap membantu.
"Anda punya suami yang pengertian. Aku jadi iri."
Naruto hanya tertawa kecil, otaknya justru mengingat di mana Sasuke yang buas pertama mereka baru saja menikah.
'Kau tidak tahu saja pria besar ini kejam plus mesum. Kalau kau tahu itu kau pasti tarik ucapan mu barusan.' batin Naruto dongkol.
Mereka berdua pun keluar dari ruangan dokter sambil berbincang-bincang,banyak pasang mata yang menatap mereka. Merasa takjub melihat pasangan harmonis yang begitu ceria,istri nya nya cantik berambut pirang seleher sementara suaminya begitu tampan. Tidak tahu kalau Naruto itu... Hermaprodith. 🗿
Ya. Selama kehamilan nya Naruto suka melihat rambutnya memanjang,jadi ia putuskan tidak akan memotong rambut sampai bayi nya lahir. Dada nya juga kembali mengembang seperti saat ia mengandung Hanae dulu,dan karena dada nya itu lah suaminya semakin hari semakin mesum.
"Jangan Sasuke. Nanti kalau sudah sampai di rumah."
"Oh...jadi maksudnya kalau sudah sampai di rumah boleh, begitu kan?"
Naruto menatap pria di sebelah nya yang justru tersenyum jahil. Ia menghela nafas dan memasang sabuk pengaman nya,karena mereka sudah berada dalam mobil. Setelah itu Naruto mengecup pipi Sasuke sambil tersenyum.
"Sudah kewajiban ku melakukan itu, Sekarang singkirkan tangan mu dari dada ku,dan jadi anak baik"
"Hahahaha..."
Sasuke tertawa dan menurut ia pun mulai menarik rem tangan mobil nya dan memasukkan persneling,mulai melakukan mobil nya keluar dari area rumah sakit di ikuti beberapa mobil lainnya,anggota Sasuke.
"Mumpung kita sedang di luar kita jemput Hanae sekalian ya. 15 menit lagi jam nya pulang sekolah."
"Siap laksanakan yang mulia."
Naruto hanya Mendelik dan mulai memasukan satu potong buah jeruk ke mulutnya,kemudian membagi nya pada Sasuke dan menerim suapan dari tangan mungil itu. Ia pun menghidupkan HT mini di dasboard mobilnya, memberitahu agar pekerja nya cari tempat namun tetap memantau mereka karena saat ini mereka menuju sekolah putra nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rose Blood.
FanfictionHidup itu...Hanya sebentar. Dan sudah pasti,tidak ada guna nya... Dan... Nilainya. karena hidup itu,murah.
