"Ah...mmmhh.."
Mata biru yang berkaca kaca menahan air mata, pipi memerah, dan tetesan air yang mengalir di sekujur tubuh berbalut kulit tan itu... Sasuke berada dalam tegangan tinggi.
"Sasuke ini memalukan, aku tidak mau melakukan hal ini."
"Turunkan pinggul mu."
"Tidak mau."
"Keras kepala."
"Kyaaah...!! Tung-aah... Ahhhhh..."
Kedua lengan kokoh melingkar di pinggang nya dan menekan ke bawah, jadi sekarang posisi Naruto sedang menduduki wajah Sasuke, tapi tidak sepenuhnya.
Ia melirik ke bawah, dan tatapan mereka bertemu. Naruto bisa lihat pria itu tersenyum sambil menjilat bibir nya, tatapan matanya sungguh mesum. 🗿 ingin Naruto pukul tapi tidak bisa, tubuhnya sungguh panas dan ia merasa otaknya jadi eror.
"Sasuke i... Ini di pemandian air panas, bagaimana kalau kamar sebelah bisa dengar?"
Tidak ada jawaban justru Naruto terkejut dengan reaksi yang di beri, vagina nya yang basah... Di jilat.
"Ah... Aaaah..."
Lututnya seketika lemas, jantung nya berdegup kencang, dan aliran darahnya semakin deras. Batang pe**s yang kecil mungil menegang, sementara pria di bawah sana menikmati kegiatan serta pemandangan yang membuatnya semakin bernafsu.
Jilat kecup jilat lagi hisap jilat lagi dan kini Sasuke memainkan lidah nya di area klitoris, semakin merintih lah Naruto sambil menjambak rambutnya sendiri. Lututnya semakin lemas, pinggang nya gemetaran.
"Ah.. Ah... Ngh... Auuhhh.. Sudah, sudah cu-cukup... Aku tidak kuathhh...mmmm..."
Bukannya berhenti Sasuke semakin menjadi-jadi, ia masukkan jari tengahnya ke dalam lubang vaginanya yang hangat, sementara lidah nya bergetar di bagian klitoris.
"Aaaahhhh... Sasukeee~~~"
Menjerit. Naruto benar-benar menjerit, kedua puting nya menegang, ia bisa rasakan vagina nya semakin banjir dan batang pen**s nya mulai mengeluarkan cairan.
"Ah.. Ah... Tidak kuat... Ngh... Sa-oh... Hhhh..."
Bibir vagina nya di kecup berulang kali, lubangnya masih di perkosa oleh jari tengah suaminya yang nakal.
"Ah... Ah... Ampuni aku, jangan begi-nghhhhhh..."
"Haha..."
Naruto menunduk ke bawah sambil menggigit bibir bawahnya, melihat Sasuke yang terkekeh geli dengan tangan yang masih bergerak di bawah sana.
"Aku suka suara dan ekspresi mu."
"Hic... Hentikan... Jangan lakukan ini lagi..."
Sasuke menarik tangannya, basah sekali. Mengecup paha dalam Naruto, ia pun meminta pasangannya itu untuk berbaring. Naruto menurut dan mulai memposisikan dirinya senyaman mungkin semetara Sasuke yang mulai bangun dari terlentang nya mulai membuka tali jubah mandinya, tampaklah 'adik kecilnya' yang sudah menegang sempurna.
"Hhhh... Sssshhhh..."
Melihat suaminya yang mendesah sambil mengocok batang kemaluannya sendiri, Naruto justru mabuk. Besar, panjang, gemuk, dan berurat Naruto tidak tahan untuk tidak menyentuh.
"Naru...?"
"Ma-masukkan... Kepalanya merah sekali, kau sudah lama menahan diri hanya demi ingin membuat ku merasa nyaman dan puas."
Sasuke tersenyum, ia lepas sepenuhnya jubah mandi yang ia pakai dan mulai mendekati Naruto. Mengusap rambut pirangnya dengan lembut, mengcup telinga tan itu, dan mulai berbisik...
KAMU SEDANG MEMBACA
Rose Blood.
FanfictionHidup itu...Hanya sebentar. Dan sudah pasti,tidak ada guna nya... Dan... Nilainya. karena hidup itu,murah.
