Jangan lupa vote dan komen
Happy reading.
___
"Jingga!"
Jingga yang berjalan menuju kelasnya tiba-tiba berhenti ketika mendengar Violet memanggilnya.
"Loh Vio, tadi kayaknya lo di kantin deh." Jingga menatap Violet dengan heran.
Violet mencengkram kerah baju Jingga. "Lo kenapa jahat banget sama Mamat? Lo kenapa ngomong kayak gitu ke Mamat?!"
Jingga melepas cengkraman Violet dengan kasar. "Kenapa? Gak suka gue ngomong kayak gitu ke dia? Gue cuma ngomong jujur kok. Lo kalau suka sama orang jangan terlalu dilihatin gitu ih Vi malu."
"Gue gak nyangka lo bisa ngomong kayak gitu, dari banyaknya kosakata kenapa lo milih yang bikin orang sakit hati? Lo kenapa tega banget malah bilang lo suka sama Jay? Lo jahat tau gak?! Lo ngasih harapan ke Mamat tapi lo sukanya sama abangnya! Mikir Jingga mikir!" Violet menoyor kepala Jingga.
"Eh Vi udah Vi." Davi yang baru saja tiba langsung menjauhkan Violet dari Jingga.
"Lepasin gue! Gue mau ngajarin dia caranya ngomong!" Violet langsung menghempaskan tangan Davi.
Jingga terkekeh. "Emang kenapa kalau gue ngomong suka sama Jay? Kenyataanya gue suka sama dia! Lo kalau suka sama Matteo ngomong aja gak usah berlagak jadi pahlawan belain dia segitunya, kalau perlu lo temenin dia biar gak stres gara-gara kucing kesayangannya mati!"
Violet menatap Jingga dengan tajam. "Jaga mulut lo! Gue gak nyangkat lo sejahat ini Jing, gue nyesel ngebiarin Mamat deket sama lo."
Jingga berdecak. "Segitunya lo belain dia Vi? Kita sepupuan lo malah belain orang kayak Matteo? Emang lo gak malu Vi kalau punya cowok kayak Matteo? Cupu, gak pinter, bulu kucing nempel di bajunya. Sekarang jadi urakan gara-gara ditinggal mati kucingnya. Konyol banget."
Tangan Violet diatahan oleh Jay ketika dia ingin menarik rambut Jingga. Davi dan Celio berusaha menjauhkan Violet dengan Jingga.
Jay menatap Jingga dengan datar. "Lo pikir gue bakal suka sama lo? Sampai kiamat gue gak bakal suka sama lo!"
Setelah mengatakan itu, Jay menarik teman-temannya untuk kembali ke kelas meninggalkan Jingga yang terdiam.
Matteo melihat semuanya, tadinya Matteo ingin memastikan lagi ucapan Jingga di taman, Matteo masih denial. Namun ketika Matteo tadi melihat semuanya, Matteo jadi sadar jika Jingga benar-benar tidak suka dengannya. Matteo akhirnya memilih untuk meninggalkan sekolah.
Di kelas, Violet benar-benar menjauhi Jingga, dia bertukar tempat duduk dengan yang lain agar tidak duduk dengan Jingga. Davi dan Celio sejak tadi tidak berhenti memaki-maki Jingga.
Jay mendengus. "Berisik! Lo maki-maki juga yang di maki gak bakal denger."
"Awas aja lo sampe suka sama nenek lampir kayak dia! Gak bakal gue temenin lo Jay." Davi menatap Jay dengan tajam.
Celio mengangguk. "Woi Udin gesrek jangan lupa sama taruhan lo! Lo harus jadi babu gue selama sebulan!" Celio menatap Davi dengan tatapa penuh kemenangan.
Davi meneguk ludahnya. "T-taruhan yang mana ya?" Davi pura-pura lupa.
"Gak usah pura-pura lupa lo!"
Davi mendengus. "Sialan lo!"
Jay tidak peduli dengan mereka, Jay mencoba untuk menghubungi Matteo, namun tidak ada balasan apapun. Jay khawatir Matteo kenapa-kenapa.
Sepulang sekolah Jay langsung bergegas pulang untuk mengecek kondisi Matteo. "Ma, Teo udah pulang belum?" jay menatap Casie yang sedang duduk di ruang tengah.
KAMU SEDANG MEMBACA
MATTEO [ON GOING]
Romance⚠️SLOW UPDATE "Kenapa dimata lo seakan-akan gue gak bisa apa-apa!" "Gue juga pengen bisa jadi lebih baik dari lo! Tapi gue selalu dipandang sebelah mata." "Lo pikir dengan semua yang lo lakuin bisa bikin gue lebih baik? Lo salah! Gue justru dibandi...
![MATTEO [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/328051095-64-k788397.jpg)