BAB 23

27.1K 1.6K 20
                                        

Gue mau curhat tapii nanti ajaa deh, soo jangan lupaa

VOTE

VOTE

VOTE

-0-0-0-0-

Daffa membuka penutup mata gue membuat gue kembali melihat dan... WHAT THE FUCK! daffa membawa gue ke tempat yang gue sangatt suka yaitu beach. Gue menatap sekeliling pantai, pantainya sepi-bersih-indah dan.. gue menatap meja yang sangat cantik dan gue bingung ini semua daffa yang buat? Mejanya berwarna pink dengan banyak bunga dan 2 botol alkohol dan banyak makanan di mejanya. Gue menatap daffa yang sedang tersenyum manis ke gue sementara gue yakin wajah gue saat ini adalah tablo

"Kok lo diem aja sih? Lo nggak suka tempatnya?" Gue kembali memerhatikan pantainya yang rasanya ingin sekali gue lari dan bermain air disana

"Lo gila ya?"

"Hah? Lo kenapa sih malah katain gue gila" gue kembali menatap daffa dengan wajah datar

"Lo gila karna lo udah bawa gue ketempat yang paling gue suka yaitu pantai" Gue ingat-ingat udah lama gue nggak ke pantai semenjak gue pindah dari london gue jarang banget ke pantai

"Jadi lo suka?"

"Banget" gue tersenyum lebar memperlihatkan senyum manis gue sambil menatap daffa, gue kembali memperhatikan pantainya sambil merasakan hembusan angin pantai yang sejuk, gue melirik sebentar ke arah daffa dan dia sedang memerhatikan gue membuat gue menjadi kikuk

"Ini semua lo yang bikin? Pasti bukan lo, karna yang bikin konsep kayak gini tuh orangnya pasti tau tentang cinta karna ini romantis bangett" daffa dari tadi hanya ketawa-ketawa aja

"Kalo gue yang bikin lo bakal percaya?"

"E-engga, kalo lo yang bikin buat apaa bikin tempat kayak gini lo kan orangnya nggak romantis" jawab gue sinis tbtb daffa beranjak dari bangkunya mendekati gue dan menarik tangan gue untuk bangun dan berdiri di depan dia.


Daffa mengambil kedua tangan gue dan menggenggam tangan gue dekat di dadanya, gue menatap mata abu-abu lekat daffa yang indah di matanya dan daffa juga menatap mata gue dengan lekat hingga dari tadi dia tidak mengkedipkan matanya

"Lo mau tau kenapa gue bikin tempat kayak gini?" Gue menganggukan kepala gue memberi kata 'iya'

"Karna lo, gue bikin tempat ini karna lo"

"M-me? Why?" Jawab gue bingung sambil memerhatikan mata daffa

"I love you" mendengar kata itu yang terdengar dari mulut daffa hati gue sepeti melayang ke surga dan menari-nari disana, gue membuang wajah gue melihat ke arah pantai

"Daffaa please no kidding"

"Gue nggak bercanda call, gue bener cinta sama lo dan sekarang tatap mata gue call" gue tidak menatap daffa hingga satu tangan daffa membawa wajah gue menatap matanyaa, gue menatap wajah daffa yang sangat dekat dengan wajah gue hingga gue merasakan nafasnya di hidung gue

"Callista Putri Qolbu would you be mine?" Gue menatap mata daffa yang disana terpancar kata ke tulusan, gue berusaha berfikir keras untuk mendapatkan jawabanya dan akhirnya gue menemukan jawaban yang tepat sesuai dengan hati gue, gue menganggukan kepala gue sambil tersenyum menatap daffa, daffa balik tersenyum ke gue sambil mengarahkan bibirnya ke bibir gue membuat gue menutup mata dan merasakan basah dan kenyal menempel di bibir gue, menghisap bibir atas dan bawah gue dengan liar seperti ingin memakanya, membuat gue menggantungkan kedua tangan gue di lehernya hingga dia menggigit bibir bawah gue membuat gue mendesah dan membuka mulut gue membiarkan lidahnya masuk dan bermain disana, mengabsen gigi gue satu persatu dan bermain dengan lidah gue.

4 menit gue berciuman dengan daffa hingga sekarang gue mulai kehabisan nafas, perlahan gue melepaskan ciumannya dan menatap mata daffa yang berbinar. Daffa menarik tangan gue kembali duduk dan daffa pun juga duduk di depan gue sambil tersenyum

"Okay, let's go kitaa makan" gue menyantap semua makanan yang ada di meja berdua dengan daffa hingga semua habis. Kita berdua udah selesai makan dan sekarang daffa sedang menggombali gue dengan kata-kata romantisnya membuat gue sedikit muak tetapi ada rasa seneng dan malu-malu, tbtb daffa mengeluarkan sebuket bunga mawar dan memberikannya ke gue, gue mencium wanginya dan menatap daffa

"Thanks, i like it" kata gue, daffa mengusap-usap telapak tangan gue dengan lembut sambil tersenyum. Gue kembali mengobrol sambil menghabiskan 2 botol alkohol dan daffa sedang merokok saat ini membuat gue menutup hidung gue dengan telapak tangan gue. Semua minuman dan makanan sudah habis dan sekarang daffa juga sudah tidak merokok lagi, gue melihat jam tangan gue menunjukan pukul 13.47 hingga gue mengajak daffa untuk pergi. Akhirnya gue sama daffa meninggalkan pantai itu dan pergi menuju tempat lain.

Guyss guaa minta maaf bangett karna jarang bareng update karna gue banyakk banget acaraa maaf yaa guyss, eh btw mau di ajak kemana lagii callista? Waah pasangan baru inii kemana yaa?? Jangan lupa VOTMENT. At the love jihan;)

Bad BoysTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang