Pagi-pagi sekali Salsa berangkat menuju kampusnya. Padahal biasanya, di hari Senin ia akan sangat malas untuk masuk kelas. Hari senin biasanya kelas di mulai pukul 09:00 dan dosen pertama adalah Pak Septa. Dosen yang sudah cukup berumur dan juga mempunyai teknik pembelajaran yang sangat membosankan. Tak jarang para mahasiswanya di beri tugas-tugas yang cukup sulit dan menghabiskan banyak waktu. Ia termasuk ke dalam jajaran dosen paling di hindari dan paling kejam.
Salsa sampai di kampus tepat pukul 07:00. Parkiran gedung C masih sangat lengang, ia memarkir camry silvernya di parkiran paling pojok. Biasanya tempat itu biasa Nita pakai untuk memarkir mobilnya, tapi sepertinya Nita belum tiba di kampus.
Salsa berniat menemui Doni terlebih dahulu di gedung C, cukup jauh dari gedung A. Salsa akan meluruskan semuanya kepada Doni. Jujur saja, Salsa tidak bisa kehilangan Doni barang seharipun. Kelihatan dari kantung matanya yang hitam akibat kegalauannya kemarin.
Setengah berlari Salsa menuju gedung C, berharap bisa menemui Doni di sana. Setiap hari Senin kelas Doni di mulai pukul 08:00. Doni pasti sedang di kantin saat ini. Salsa menuju kantin tempat ia dan Doni biasanya menghabiskan waktu. Salsa menyapu semua penghuni kantin yang kebetulan belum begitu ramai, ia memperhatikan meja-meja yang terisi kumpulan manusia dengan seksama. Dan Nihil, Doni tidak berada di sana.
Salsa berlari menuju kelas Doni, tapi lagi-lagi ia tidak bisa menemukan Doni, setelah itu ia berlari ke gedung A untuk menemui Nita, karna sebentar lagi kelasnya akan di mulai, Nita pasti sudah berada di kelas.
"Ky.. Liat Nita gak?." Salsa bertanya pada Ricky dengan nafas tersengal-sengal.
"Nita.. Nita. Udah da..te..ng belom..Fyuhhh."
Nafas Salsa tercekal.
"Busett.. Lo abis maraton darimana, Sal?? Ampe keringetan gitu?." Ricky memberikan tissue kepada Salsa, dan sebotol air mineral yang selalu ia bawa dari rumah
"Duduk dah.."
Salsa menyambar air mineral milik Ricky dan meminumnya hingga setengah, setelah itu ia mengelap peluhnya yang mulai mengalir deras.
"Makasih.. Jadi Nita udah dateng?."
Ricky mengeryitkan keningnya, jujur saja ia sangat heran dengan pertanyaan Salsa. Biasanya Nita dan Salsa kan seperti anak kembar. Kemana-mana selalu bersama, dan tidak pernah terpisahkan.
"Belom sih, Lagian tumben nanyain Nita, kan biasanya lo nempel sama dia."
Salsa menghembuskan napasnya kasar. "hapenya mati, makanya gue nyariin dia." Salsa tidak berbohong sepenuhnya, handphone Nita memang tidak aktif dari semalam.
"Ohh.. Yaudah tunggu aja, kalo gak dateng dalam 15 menit, berati dia bolos. Tapi biasanya dia masuk kalo pak Septa yang ngajar! lo tau sendiri dia kejamnya gimana." Ricky kembali ke tempat duduknya.
Sementara Salsa, Ia sibuk dengan pikirannya yang sangat kacau. Nita belum juga datang, dan apakah Nita tidak akan masuk kelas?? Tapi kemana Nita??
Tak lama beberapa mahasiswa lain masuk kedalam kelas, dan pak Septa di belakangnya. Pak Septa sudah masuk, dan Nita belum juga tiba. Tiba-tiba terlintas di otak Salsa satu tempat yang kemungkinan besar Nita berada di sana.
Ruangan Reyhan.
Salsa segera bangkit dari tempat duduknya, ia meminta izin kepada pak Septa untuk pergi ke toilet sebentar.
"Pak saya izin 5 menit ke toilet."
Pak Septa menurunkan kacamatanya ke hidung, dan melihat Salsa dari atas hingga bawah. "Baik, 5 menit." ucap pak Septa setelah yakin bahwa mahasiswanya itu terlihat gelisah.
"Makasih, Pak." Salsa segera berlari ke luar kelas, satu tujuannya yaitu ruangan Reyhan. Dan itu juga harapan terakhir Salsa untuk menemukan Nita dan Doni.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Partner [Completed]
Teen FictionSalsa Anggriani Putri, gadis cantik yang membuktikan pada dunia bahwa Partner Terbaik tidak harus bersama kekasih, melainkan dengan sahabatnya, Nita Pratiwi. Gadis matre yang selalu menjadi tameng disaat Salsa mengalami kerapuhan dalam hidupnya. Tap...
![Perfect Partner [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/64094702-64-k204752.jpg)