Part 23 - Holiday (2)

24.5K 1.1K 7
                                        

AUTHOR POV

Pagi hari di Puncak terasa sangat dingin bagi Angela dan Diana yang membuat mereka tidak ada niatan sama sekali untuk beranjak dari kasurnya dan lebih memilih merapatkan dengan erat selimut mereka sebatas leher.

"Angelaaa, Dianaaa, bangun, ini sudah pagi, apakah kalian tidak ingin jalan-jalan" ucap Dimas sambil berteriak, sudah sedari tadi mereka berempat kecuali Stevano sibuk berteriak membangunkan Angela dan Diana yang tidur seperti kebo.

"Aneh, biasanya dimana-mana yang lebih antusias jalan-jalan adalah wanita, kenapa malahan kita yang sibuk?" Ucap Dylan mengomel.

"Lebih baik aku tidur lagi saja daritadi jika seperti ini" ucap Dimas membalas.

"Ini aja udah susah banget dibangunin, elo mau tidur lagi, gue bunuh lo" ucap Brandon sebal.

"Kalo kalian berdua gak bangun dalam waktu 15 menit, kami bakalan tinggal kalian" teriak Dylan yang lagi mengunyah roti panggang yang sudah disiapkan dimeja makan.

Sementara itu dikamar Angela yang mendengar teriakan itu langsung dengan cepat bangun dan memanggil Diana.

"Anaa, cepetan bangun, mereka mau ninggalin kita kalo 15 menit lagi kita nggak keluar." Ucap Angela yanh dengan cepat langsung menyambar handuknya dan berlalu kekamar mandi dikamar tersebut.

Diana terlihat mengeliat ditidurnya kemudian tidur kembali.
'Setelah Angela selesai mandi baru bangun deh' pikirnya.

10 menit kemudian Angela keluar dari kamar mandi dengan handuk dipundaknya. Ia kembali membangunkan Diana lagi. Diana memang dari dulu sangat susah untuk bangun pagi. Ia selalu dibangunkan oleh alarm jika tidak oleh ibunya, jika tidak ia akan telat setiap harinya.

Diana bangun dengan malas mengambil handuk lalu melegang kekamar mandi.

Angela setelah selesai mandi lalu duduk didepan cermin dan menyisir rambutnya, setelah dirasa rapi ia kemudian keluar kamar.

"Hai" ucap Angela dengan cengiran bersalahnya karena setelah ia keluar kamar 4 laki-laki kecuali Julian langsung menatap Angela dengan wajah sebal mereka.

"Terima kasih Ang sudah membuat kami menunggu satu jam dengan tidak melakukan apapun" ucap Dimas sambil tersenyum tak terdeskripsi.

"Hehe, maaf deh, kan ga sengaja, ga bakalan lagi deh besok, ya kan Anaa?" ucap Angela berjalan kearah meja makan dan duduk disebelah Julian.

Diana yang baru keluar dari kamar dengan santai berjalan kearah meja makan dan duduk disamping Brandon dan Dylan.

"Apa?" Tanya Diana kepada Angela.

"Besok kita tidak akan bangun siang lagi" ucap Angela sedikit kesal karena harus mengulang kata-katanya.

"Gak janji yaa hehe, gue paling gak bisa bangun pagi teman-teman, jadi harap dimaklumkan." ucap Diana sambil nyengir kuda lalu mengambil roti panggang didepannya lalu mengoleskan selai coklat diatas rotinya.

"Hahhh, terserah" ucap Dimas pasrah lalu kembali makan.

"Kamu gak makan Jul?" Tanya Angela pada Julian.

"Aku nungguin kamu, kamunya lama" ucap Julian sambil memainkan game diponselnya membuat Angela sedikit tertawa.

Angela tidak menjawab lagi lalu mengambil roti panggang dimeja.

"Mau selai apa?" Tanya Angela pada Julian.

"Coklat" ucap Julian singkat karena ia masih sibuk bermain.

Setelah mengoleskan selai coklat di roti itu Angela memberikan rotinya kepada Julian. Lalu ia ikut makan dengan yang lainnya.

***
Setelah selesai makan mereka mulai keluar dari villa untuk berjalan-jalan.

"Eh ada Julian, mau jalan juga ya Jul? Kami juga nih, yuk bareng aja" ucap Carra yang sengaja menunggu Julian dan kawan-kawannya keluar.
Setelah Julian Cs keluar dengan cepat ja mengajak teman-temannya keluar dan langsung mengandeng Julian.

"Apa sih cabe, megang-megang tangan pacar orang lagi" ucap Diana.

"Kok lo sewot sih, Julian aja gak sewot, lagian lo juga bukan pacarnya" ucap Carra tidak terima.

"Gak usah megang-megang tangan cowok gue, lo tuh udah dibilangin juga gak tahu malu banget" ucap Angela tidak suka lalu mulai menarik Julian agar terlepas dari gandengan Carra.

"Udah deh, yuk pergi aja gak usah hirauin nih gadis aneh" ucap Dylan lalu mulai berjalan duluan lalu diikuti yang lain.

Melihat mereka yang berjalan menjauh, Carra yang tidak terima kembali mengejar dan menarik tangan Julian disebelah kiri karena Angela disebelah kanan Julian.

Melihat Carra yang kembali mengejar Julian lagi Stevano yang kesal akhirnya mengeluarkan kata-kata pertamanya dipagi ini.

"Ga tahu malu atau gimana sih lo? Udah dicuekin gitu masih aja, muka atau tembok sih, mending lo pergi sekarang atau gue bakalan kasar sama elo." Ucap Stevano dengan muka datar sedatar-datarnya.

Mendengar perkataan Stevano, Carra hanya bergidik ngeri lalu melepaskan tangannya dari Julian, karena dia tahu Stevano orang yang jarang sekali buat ngomong, dan Stevano bukan orang yang hanya sekedar mengancam saja.

"Udah Car yuk pergi aja" ucap salah satu teman Carra menarik Carra pergi menjauh karena melihat tatapan teman-teman Julian yang sangat tidak bersahabat.

Setelah Carra pergi.
"Untung pergi" ucap Stevano.

"Wew keren banget sih Van, gue hampir meluk lo tadi karena ngomong gitu dan buat muka Carra jadi kayak gitu. Gue senang banget, tuh anak memang harus digituin." ucap Diana kelewat senang.

"Apa? Kamu mau meluk Vano?" Ucap Brandon sedih.

"Kan cuma bilang hampir bukan ngelakuin beneran, Brandon ku sayang." ucap Diana kesal sambil mencubit pipi Brandon gemas.

"Thanks Van" ucap Julian dan Angela berbarengan.

"Hm" gumam Stevano lalu melegang pergi ke perkebunan teh yang ada disana diikuti yang lain.






My Cold BoyfriendCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang