Tahun 2016.
Aneh? Kenapa Bram mendadak gagu pas dia bilang tante Windri ngontek keluarga dia lagi. Tapi ya, kalau misalkan dia sering dititipin ke tante Windri pas kecil, itu berarti dia tau dong kalau tante Windri punya dua suami dan salah satunya, om Traf. Terus lagian setau gue, tante windri dulu suka ngintilin om Traf kemana-mana. Dan gak mungkin dia ke suami pertamanya karena guepun pas kecil gak tau kalau tante Windri punya dua suami. Yakali tiap minggu tante ke Om Traf, minggu selanjutnya ke Om Jino? Eh, bisa jadi ding. Kan gue dulu masih bocah, jadi gak tau gitu-gituan. Ah!
Kiran menendang kursi mobil didepannya sambil mengumpat tidak jelas, Enda sontak menoleh dan menegor kelakuan anaknya yang mendadak berubah jadi aneh. Loe pun juga ikutan melirik Kiran dengan tatapan datarnya macam biasa. Sedangkan Kiran sendiri masih asik dengan fikirannya.
Tapi kenapa Tante Windri sama Karan tiba-tiba ngilang? Apa karena meninggalnya Om Traf jadi mereka diajak pindah kemana gitu sama Om Jino. Kalaupun bener kayak gitu, kenapa tante Windri gak ngabarin bokap gue yang jelas-jelas sahabat dekat Om Traf. Yang paling aneh nih, Karan kayak orang gak kenal gitu sama mama atau papa gue. Finelah dia gak kenal gue, karena gue banyak berubah, secara kita temenan gak sampe tamat SD, terus ketemu kuliah, gue bisa ngertilah ya. Yang gak gue ngerti adalah kenapa bisa-bisanya dia gak inget ke orang tua gue yang dulu keteknya suka dijadiin dia tempat lari kalau gue kejar. Aneh! Dan gue bingung.
"Pa?" Panggil Kiran ditengah-tengah kemacetan. Malam minggu begini para pemuda pemudi pasti sibuk ingin jalan-jalan, dan itu membuat Jakarta jadi macet parah.
"Hmm." Jawab Lafry dengan deheman karena masih fokus melihat jalanan.
"Papa baru tau juga atau tau udah lama?"
"Tau apa nih?" Lafry melirik spionnya untuk melihat Kiran.
"Tau kalau Tante Windri sebenernya punya dua suami?"
"Enggak. Papa baru tau pas diceritain sama Sande. Itu aja papa syok berat, karena selama ini Traf gak cerita ke papa." Jelas Lafry dengan tampang tidak bisa ditebak, papanya itu memang suka memasang wajah campuran, jadi Kiran sendiri sebagai anaknya tidak pernah bisa menebak mood Lafry. Tunggu, dari Om Sande. Ah! Kejawab kan, berarti baik Om Sande maupun Bram tau kalau tante Windri punya dua suami. Eh, kalau Bram tanda tanyalah? Masa bodo dia tau atau enggak, yang jelas satu pertanyaan gue kejawab.
"Terus Pa. Kan keluarga kita suka diajak ke Jember ya sama keluarganya Karan, kita juga suka kumpul bareng kan, itu berarti tante Windri gak pernah jenguk suami pertamanya dong?"
"Papa juga kurang tau sih. Tapi ya mungkin Windri masih nengokin suami pertamanya, cuma kita gak tau. Lagian kamu kenapa kayak introgasi ke papa gitu?" Lafry akhirnya menoleh kearah Kiran yang sedang menggebu dengan topik pembicaraannya. Sedangkan Enda menyimak, Loe mendengarkan headset.
"Aneh aja Pa. Emangnya papa gak ngerasa aneh gitu kenapa tante Windri tiba-tiba pergi gak pamit ke kita?"
"Iya juga ya. Eh, yaudahlah mungkin mereka punya maksut sendiri kenapa gak ngabarin kita. Kamu nih, kan dulu kamu masih kecil, sekaramg juga masih kecil, jadi papa saranin kamu jangan ikut campur urusan orang dewasa." Jelas Lafry akhirnya melajukan mobilnya karena jalanan sudah tidak macet lagi. Ih papa ya. Kan gue udah mau umur 19. Dewasa kali gue.
"Abisnya Kiran aneh sama Karan. Masalah orang tua biar papa mama deh, tapi masalah Karan? Kiran harus tau Pa.." Sahut Kiran dengan nada ngambeknya. Enda sempat menoleh dan terkekeh. Tangannya sempat menoel dagu anaknya yang pipinya langsung merona karena digoda Enda.
"Cie, jadi suka nih sama Karan." Ledek Enda.
"Apasih Ma. Enggak gitu." Eh, mungkin sih.
Loe nampak mencopot headsetnya dengan gusar, "Berisik deh lo kak. Bisa diem gak." Omelnya lalu memasang kembali headsetnya ditelinga. Kiran tidak merespon, dia hanya menatap adiknya dengan tatapan 'apasih lo!' Sedangkan Enda sendiri menggelengkan kepalanya.
---
Mobil Lafry diparkirkan masuk kedalam gerbang rumah keluarga Jino. Lafry kemudian keluar, disusul dengan Enda, Kiran juga Loe. Syal hitam sudah menggantung dileher Enda dan Kiran, sedangkan Lafry memakai jas hitam semi formal. Loe sendiri hanya memakai kemeja kotak-kotak dan celana levisnya.
Lafry membunyikan bel, saat akhirnya pintu dibuka oleh Windri yang sedikit kaget karena kedatangan tamu yang tidak diundang.
"Assalamualaikum mbak Windri." Salam Enda menyalami Windri macam halal bihalal, disusul dengan Lafry yang mengangguk menyapa, lalu Kiran dan Loe ikut tersenyum. Windri nampak canggung, mempersilahkan Lafry sekeluarga masuk, saat akhirnya menangis di ruang tamu.
"Mbak Win apa kabar?" Tanya Enda yang juga ikut terisak, pertemuan pertama yang mengharukan memang setelah sekian lama.
"Baik kok Mbak Enda." Windri mengusap pipinya yang basah lalu menatap Lafry dengan tatapan bersalah.
"Win maaf, saya dengar Traf meninggal, jadi mangkanya saya sekeluarga datang kemari untuk mengucapkan bela sungkawa. Maaf lagi karena tidak menghubungimu dulu." Jelas Lafry akhirnya membuat bola mata Windri berputar karena kaget, mungkin lebih ke pertanyaan dari mana Lafry tau soal kabar suaminya meninggal.
"Mbak yang kuat ya." Ujar Enda menenangkan saat Windri mulai menangis sesenggukan lagi.
Windri lalu tersenyum, senyum pahit lebih tepatnya. "Iya Mbak Mas, maafin saya karena tidak memberitahu kalian tentang meninggalnya Mas Traf."
"Tidakpapa, mungkin ada hal yang lain yang kamu tidak bisa ceritakan. Saya mengerti. Ngomong-ngomong, suami kamu kemana?" Tanya Traf akhirnya.
Windri menunduk sebentar sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Lafry. "Sedang ada tugas keluar kota Mas, mungkin besok baru pulang." Jawabnya. Dan menurut Kiran jawaban Windri sedikit agak ragu.
"Karan kemana mbak?" Tanya Enda tiba-tiba yang dianguk setuju oleh Kiran. Memang mamanya ini punya telepati hebat dengan Kiran.
Windri menunduk lagi, menghela nafas panjang. "Karan ngekos mbak."
Baik Lafry maupun Enda kaget, keduanya menoleh kearah Kiran yang menatap datar. Iya, ma, pa, Kiran udah tau. "Memangnya dia tidak tinggal disini mbak?" Tanya Enda penasaran.
"Ceritanya panjang mbak." Jawab Windri dibalas anggukan oleh Enda.
Ma, help me plis. Tolong tanyain Karan kenapa? Pliss ma, Help!!
***

KAMU SEDANG MEMBACA
Hai, KARAN [COMPLETE]
RomanceDua manusia dimasa kecil yang sama. Dan dipertemukan secara tidak sengaja didunia perkuliahan. Pertemuan pertama dengan insiden. Pertemuan selanjutnya dengan misterius. Manusia berjenis laki-laki yang lupa. Manusia berjenis perempuan yang masih inga...