•32• Kejut-an

2.1K 103 78
                                        

Nana pov.

Udah 3 minggu gue di Indonesia, dan hari ini gue sama Clara pergi ke salah satu mall yang ada di Jakarta. Walaupun gue udah gede, udah lulus kuliah, bahkan udah punya usaha sendiri gue masih belum bisa setir mobil sendiri. Ya karena apa lagi kalau tidak karena dilarang banget sama kak Bagas, pernah pas masih kuliah di Paris gue minta ajarin nyetir sama Arnold salah satu temen gue, alhasil gue nabrak toko orang dan dimintai ganti rugi, terpaksa deh bilang sama kak Bagas, kalu ngga gue mau gantiin pake duit siapa coba?

Seperti biasa gue kalau di tempat umum bareng Clara pasti gue digandeng terus, Clara ini dateng ke Indonesia kemarin, dia dapet tiket promo dan langsung terbang ke Indonesia. Dan seperti biasa gue disetirin sama dia.

Gue kesini bukan untuk shoping doang, gue ada janji sama client pertama gue buat ngerancang baju pernikahan client gue, butik udah gue buka kemarin, dan katanya client pertama gue ini dapet rekomendasi dari temennya yang udah jadi langganan gue sejak 2 tahun yang lalu di Paris

Author pov.

"Nada aku pengen belanja sesuatu yang made in Indonesia"

Saat ini mereka tengah duduk sambil menikmati Double Chocolate green tea masing-masing, Nana memang sudah janjian dengan client nya untuk bertemu di Starbucks mall ini jam 1 siang

"Yasudah nanti habis ini kita ke toko suvenir punya tetangga sebelah rumahku yang katanya dulu adalah sahabat nenekku saja"

"Wah, bisa dapat diskon dong?" Suara Clara terdengar begitu antusias

Nana menggedikkan bahu "kau jadi balik besok lusa?"

"Iya, aku sudah dapat tiket promo"

"Dasar kau ini, kalau tidak promo, diskon yang kau kejar! Dari dulu tak pernah berubah"

"Dari pada membayar lebih mahal untuk barang yang sama? Kan lebih baik uangnya dibelikan barang yang lain"

"Gimana Jack?"

"Hey! Kenapa tiba-tiba kau membicarakan Jack?"

"Entahlah, mungkin karena nasib kita sama jadi aku teringat dia. Cinta bertepuk sebelah tangan, kau tau? It's so hurt"

"What the... kenapa kau tak pacaran saja dengannya?"

"Kau tau aku sudah menyukai seseorang" ucap Nana sambil melihat jam tangan yang melingkar di tangan kanannya

"Sudah jam 2" terang Nana

"Sabarlah sedikit, dulu bahkan kita pernah menunggu client hingga 1 jam"

Mereka berdua sudah setengah jam menunggu

"Entahlah, tiba-tiba aku merasa gugup"

"Nana?"
Baru saja Nana mengatupkan mulutnya, ia mendengar suara yang menelusup ke telinga dan menjalar ke jantungnya, dan menimbulkan efek debaran luar biasa

Nana mendongakkan wajahnya, berharap telinganya ada masalah dan otaknya salah menafsirkan siapa pemilik suara yang sejujurnya ia rindu itu

Nana terdiam, sekarang ia berharap matanya salah lihat. Ia masih saja terdiam, bahkan bibirnya seolah kaku untuk terbuka untuk membiarkan suaranya keluar

Dan tampaknya hal yang sama pun terjadi pada lelaki tersebut, ia juga masih mematung seolah menekuri setiap inci wajah Nana

"Ehm!" Deheman Clara berhasilemyadarkan mereka berdua

"Nana kan?"

"I-iya... ehm, iya"
"Shit!" Umpat Nana pada kegagapannya

"Gue Alvaro, lo lupa?"

"Eh? Engga, gue sempet pangling tadi" kilah Nana untuk menutupi kebodohannya tadi
"Hmm, duduk Ro" sambungnya

"Sebenernya gue ada janji sih, bentar gue telfon orangnya dulu"

Tak lama handphone Nana berdering, ia melihat bergantian handphone nya dan Alvaro

Nana mengangkat telfonnya dan terdengar dua suara dari orang yang sama.

Mereka berdua menurunkan handphone yang sebelumnya sama-sama menempel di telinga masing-masing, sebelum tangan Alvaro turun matanya sempat menangkap benda bulat berwarna perak melingkar dijari manis laki-laki itu

Bagai terhunus pedang, jantungnya terasa nyeri luar biasa, bahkan ia tak bisa mencerna apa yang dikatakan Alvaro, ia hanya melihat mulut laki-laki itu bergerak mengucapkan sesuatu

Seolah mengerti keadaan Nana, Clara menggenggam tangan Nana yang dingin berkeringat diatas pangkuannya, agar lebih menenangkannya

"Ehm, jadi anda adalah client Nada?" Clara akhirnya angkat bicara

"Eh? Bahkan aku juga masih belum mengerti" Alvaro tampak lebih gugup dari sebelumnya

Nana menarik napas dalam perlahan lalu menghembuskannya perlahan juga. Ia berusaha menguasai dirinya dan juga bersikap profesional

"Ku kira aku akan bertemu calon istrimu, maksudku aku, eh, gue tadi janjiannya kan sama calon istri lo"

"Ah itu bukan Ratu, itu mamah nya yang kontak lo. Sebenarnya memang Ratu yang ke sini, tapi tiba-tiba kesehatan mamah nya memburuk jadi dia... ya begitulah, malah gue yang disuruh kesini"
Ucap Alvaro sambil terkekeh sendiri akhirnya

"Ratu? Ratu Maharani?"

Alvaro mengangguk

"Oh god, apakah cinta mereka sekuat itu?"

"Jadi selama ini lo di Bandung?"

"Ehm! Ku harap kalian tak melupakan ku"
Kenapa Clara jadi se sarkas ini?

"Oh, kenalin ini temen gue, Clara"

Selanjutnya mereka berjabat tangan sambil menyebutkan nama masing-masing

"Lalu bagaimana kita membahas gaunnya? Tidak mungkin gue jelasin ke elo kan?"

"Itu yang mau gue omongin, kalau tiba-tiba kita batalin janji kan nggak enak, tapi Ratu juga nggak mungkin ninggalin mamahnya, jadi gue kesini buat jemput lo ke rumah Ratu, lo bahas disana"

"Ooh, kita kesana sekarang?"
"Oh pertanyaan macam apa ini? Jelas sekaranglah! Kapan lagi?!"

"Iya. Eh, kenapa bahasa lo jadi kaku banget?" Alvaro melirik sekilas Clara

"Jangan bilang lo selama ini tinggal di luar negri?"

"Dan gue bakal bilang, gue 6 tahun di Paris, gue baru pulang sekitar 3 minggu yang lalu setelah 4 tahun nggak pulang"

Alvaro terperangah

"Jadi kapan kita akan ke rumah Ratu?"

"Oh, ayo"

"Hmm, Clara boleh ikut kan? Dia partner ku saat di Paris, dia juga desainer"

"Paris? O-oh, Tentu"

"Nanti akan kuceritakan dirumah Ratu"

•-•

Kuharap kalian tak bosan mendengar kalimat ini, TERIMAKASIH😊 untuk segalanya guys, untuk votes, dan komen kalian itu sangat berarti bagiku, juga untuk yang cuma baca doang tetep makasih, aku bahkan tak menyangka ada yang mau membaca cerita ku ini. Love you guys😙💕

8 April 2017 | 8:42 PM

❤Na.

Cinta PertamaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang