•35• Curhatan Alvaro.

1.1K 44 16
                                        

"Ro kamu masih ingat Abrar nggak?"

"Temen sekelas lo?"

"Iya, dia ke Indonesia! Udah di Soeta katanya" Mata Nana berbinar menyilaukan mata Alvaro dan terasa pedih

"Eh, Ro kamu nggak berangkat? Ini udah jam 8 loh"

"Kopi gue belum abis"
"Gue masih mau ngbrol sama lo" lanjutnya dalam hati

Alis Nana bertaut, kata Ratu Alvaro workaholic?

"Bukan berarti perusahaan punya kamu terus bisa seenaknya Ro"

"Yaudah deh, gue berangkat. Yuk gue anter pulang"

.

Jam menunjukan pukul 19.30, dan Nana dikagetkan dengan kedatangan Alvaro ke butiknya. Laki-laki itu masuk tanpa permisi dan duduk di sofa ruangan Nana bekerja

"Alvaro" ada nada kaget pada panggilan Nana tersebut

"Minta minum dong" ucap Alvaro acuh

"Kamu ngapain tiba-tiba masuk dan yang lebih nggak jelas cuma buat minta minum?"

"Gue haus, Na"

Nana menghela napas, meletakan pensil sketsanya lalu bangkit.

"Ini" Nana menyodorkan segelas air putih dingin, yang langsung firaih dan diminum oleh Alvaro.

Nana kembali ke meja kerjanya mencoba melanjutkan sketsa bajunya tadi namun gagal, ia tak bisa fokus karena karena merasa seseorang didepannya itu melihatnya dengan intens. Ia meletakkan pensilnya lalu mengangkat wajahnya, menatap balik Alvaro, laki-laki itu nampak sangat berantakan, dasinya sudah kendor, lengan kemeja yg digulung asal sampai ke siku, rambutnya acak-acakan, tapi terlihat semakin tampan.

"Kamu gitu banget ngeliatin aku, ada yang salah?"

Alvaro bergeming, ia masih memperhatikan Nana dengan intens membuat Nana sedikit salah tingkah

"Alvaro, aku lagi ngomong sama kamu"

"Na, lo masih inget rumah pohon nggak?"

"Emm... Masih, kenapa?"

"Temenin gue ke pasar yuk" Kata Alvaro sembari berdiri

"Hah? Pasar?"

"Udah, ayok buruan" Alvaro menarik tangan Nana

"Ngapain ke pasar Ro?"

"Belanja, gue laper, masakin gue" kata Alvaro sambil membuka pintu mobilnya untuk Nana

"Aku dikulkas ada banyak bahan masakan"

Alvaro menghentikan aktivitasnya
"Kenapa nggak ngomong dari tadi!"

"Siapa suruh nggak jelas banget, makanya nanya dulu!"
Lalu mereka berjalan memasuki rumah menuju dapur

"Lo kok belom masak? Belom makan juga?" Kata Alvaro sambil duduk dikursi bar

"Lupa"

"Kerja keras boleh, jamnya makan ya makan, bukannya lo punya maag"

"Iya, dan makin parah"

"Bandel banget sih"

"Just shut up, Ro"

"Oke, cepetan masaknya, yang enak, gue laper"

"What the... Kamu pikir saya pembantu kamu?"

"Enggak kok, siapa yang mikir gitu, jangan suudzon Na, dosa"

"Alvaro sumpah kamu nggak jelas banget"

"Yaudah jelasin aja Na"

Nana tak menjawab, dari pada tambah kesal lebih baik ia diam

Namun itu tak bertahan lama, karena tiba-tiba ia mencium aroma parfum Alvaro yang sangat ia kenali walaupun aroma masakanya sangat kuat, benar Alvaro tepat dibelakangnya saat Nana menoleh kebelakang untuk memastikan

"Nyicip satu dong Na, belom ada yang mateng ya?"

Nana kembali fokus menggoreng nugget nya "Belom" Lalu beralih mengaduk Capcay nya yang sudah hampir matang

"Aku masak gini doang, kamu doyan nggak?" Kata Nana yang sedang menuangkan capcay nya ke baskom

"Eh, jangan ditaroh situ, taroh rantang atau tupperware aja" Sergah Alvaro

"Hah? Mau dibawa kemana emang?"

"Udah, diamana lo nyimpen tupperware? Biar gue yang salin, lo ganti baju yang ngga kaya cabe gini"

"What?! Cabe?" Nana memperhatikan penampilannya, kemeja besar dan hot pants

"Ya minimal lo pake celana deh, masa lo ngga pake celana gini" Ucap Alvaro santai sambil menata makanan di tupperware

Nana membuka mulutnya hendak meneriaki Alvaro, namun ia urungkan, menghela napas dan pergi ke kamar sambil menghentak-hentakan kakinya

Alvaro terkekeh sendiri melihat kelakuan Nana

Tak lama Nana turun, ia menggunakan mini dress sedikit diatas lutut

"Ck! Kenapa sih lo jadi suka dandan kaya cabe?" Lalu ia menarik tangan Nana menuju kamarnya

Alvaro membuka lemari Nana, mengambil celana jeans, sweter yang tidak terlalu tebal dan jaket.

"Ganti!" ucapnya sambil menyodorkan baju pilihannya

"Alvaro please ngga usah lebay, ini cuma mini dress selutut dan kamu ngatain aku cabe?"

"Udah deh Na tinggal ganti doang apa susahnya sih?"

"memang kamu mau bawa aku kemana? Aku ngga mau, ngga jadi ikut!"

Nana berjalan keluar kamarnya meninggalkan Alvaro

"Na, please. Gue butuh curhat"

.

"Kalo lo pake rok tadi, lo mau gue intip dari bawah pas manjat?"

"Enak aja mau ngintip!"

"Ro, seinget ku dulu rumah pohonnya nggak gini deh"

"Udah gue renov, udah lapuk"

"Kamu masih sering kesini?"

"Terakhir kesini pas gue tunangan sama Ratu"

"Berdua? Sweet banget"

Alvaro menggeleng, lalu melanjutkan makannya

"Ro, kamu boleh kok ngomong apa aja"

Alvaro terkekeh "Makan dulu, ngobrolnya ntar aja"

.

"Lo pacaran ya sama Abrar?"

•.•

I am back guys! Its been a long day, eh bahkan udah setaun lebih ya ngga apdet. Aku merasa berdosa sekali pas baca komen kalian, aku tau banget gimana rasanya lagi asik baca tapi ngga ada lanjutanya, aku ngerasa stuck banget bahkan aku sudah lama ngga buka app ini. Ini sebenernya draft udah lama tapi belum ku upload. Sorry pendek banget yaa. Love you so so so much! 😘


04 Oktober 2018 | 12:35 AM

Teruntuk kamu, maaf aku udah bohong pamit tidur padahal ngedit ini bentar. Love you!

❤Na.

Cinta PertamaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang