•22• Gitar Akustik.

2K 87 3
                                        

Lagi-lagi kepala Nana dibuat mendidih oleh ulah Abrar. Tiba-tiba ia mengambil ponsel Nana

"Brar balikin ngga!"

"Pfft... Ahaha" tawa Abrar menggelegar sambil menatap ponsel Nana.

"Ih Abrar! Lo liat apaan?"

"Gue jadi penasaran siapa potograper nya" kata Abrar masih sambil tertawa.

"Abrar! Balikin ngga!" Teriak Nana sambil mengejar Abrar naik turun bangku

Tiba-tiba wajah Abrar menegang
"Siapa?" Sambil menunjukan layar ponsel kearah Nana

"Gebetan gue, tampan banget kan Brar, iya dong? Kalo lo mah lewat" lalu segera Nana merebut ponselnya. Dan Abrar berjalan keluar kelas.

"Nad hapus gue kebawa lo ngga?" Teriak Lina membuyarkan kebingungannya akan tingkah Abrar.

"Ngga tau Lin, bentar gue liat dulu" ucap Nana lalu berjalan ke bangku nya dan mencari penghapus Lina di tempat pensilnya.

"Ngga ada Lin"

"Masa gue harus beli di koprasi lagi sih, baru juga beli kemarin"

"Yaudah sih Lin, serebu doang. Yuk keburu bel nih"

Lalu mereka berdua berjalan beriringan menuju koprasi.

.

Alvaro : lo pulang bareng gue, udah gue tunggu didepan gerbang. Cpt.

Nana menatap ponselnya yang menampakkan pesan dari Alvaro, lalu segera ia memasukkan alat tulisnya dan berlari keluar kelas menuju gerbang.

"Ro gue ngga enak banget sama ka Ratu, sumpah" ucap Nana sedikit ngos-ngos an.

"Cepetan naik!"

"Ngga!"

"Gue bilang naik!" Nada suara Alvaro agak meninggi

"Apaan sih lo, ngga! Gue nunggu kak Bagas aja!"

"Tunggu aja sampe lo lumutan!" Kata Alvaro lalu memalingkan wajah

Nana mengerutkan alisnya

"Kakak lo ada meeting, dan dia ngga bakal jemput lo" kata Alvaro memahami kerutan alis Nana

"Jadi lo mau pul ... "

"Oke!" Potong Nana dan tiba-tiba menaiki motor Alvaro.

.

"Ro walaupun kemampuan gue dalam mengingat jalan rendah banget, tapi gue yakin kalau ini bukan jalan ke rumah gue"

"...."

"Roo!"

"....."

"Alvaro! Lo bawa gue kemana?"

"Sumpah lo berisik banget!" Ujar Alvaro sambil membelokan motornya menuju sebuah gerbang berwarna putih yang langsung dibuka oleh lalaki-laki berseragam dan motor Alvaro langsung melaju. Tunggu, Nana mengingat gerbang ini, mengenali satpam ini dan rumah ini ...rumah Alvaro.

"Betah banget lo deketan gue?"

Suara Alvaro membuyarkan lamunannya "Eh?" Nana segera turun "kok ke rumah lo Ro?" Imbuhnya lagi

Alvaro tak menjawab dan langsung berjalan menuju pintu putih besar dan menekan bel yang tak lama kemuadian pintu itu terbuka. Nana mengikuti Alvaro masuk setelah Alvaro menoleh ke arahnya dan mengisyaratkan untuk masuk.

"Lo ke kamar Lina aja, ganti pake baju dia, ntar malem gue anter lo pulang" Jelas Alvaro. Nana baru akan membuka mulut namun Alvaro sudah berkata duluan "Lina lagi pergi bareng Lita, nyokap sama opa, jadi lo ngga perlu nungguin Lina pulang buat ngambil baju dia, dia baru balik besok"

Cinta PertamaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang