•4• Gue Alvaro.

2.4K 93 3
                                        

Alvaro kembali ke kamar Nana setelah 1 jam ia ketiduran di taman belakang rumah Nana, perlahan ia membuka pintu wajahnya menyembul mengintip duluan, benar dugaannya gadis itu sudah tidur.

Alvaro mengambil hp nya di nakas samping tempat tidur Nana.

"Bahkan gue ngga bisa benci sama lo, karna kenyataanya memang gue ngga pernah benci" ucap Alvaro pelan sambil melihat wajah Nana, kini matanya terpejam ia menarik napas dalam dan menghembuskanya kasar.

"Tapi entah apa gue ngga bisa berprilaku baik ke elo, gue ngga bisa sperti dulu lagi, dan gue juga ngga bisa maafin lo.."

"Lo ngomong sama siapa?" Tanya Nana tiba-tiba
"Ha? Emm.." Varo benar-benar kaget, apa Nana mendengar semuanya?
"Lo lagi telfon?" Selidik Nana.
"Aaa.. iyaa tadii, tadi gue lagi telfon" ucap Alvaro sambil mengangkat-angkat hp nya ke udara.

"Ohh, yaudah gue mau tidur"
"Lo udah enakan?" Tanya Alvaro dengan nada super datar nya
"Udah kok, eh lo pake baju kak Bagas ya?" Walau samar Nana apal kalo itu baju hadiah ulang tahun darinya.
"Abang lo yang nyuruh"
"Trus lo kapan pulang?" Nana sudah kembali, dia kembali menjadi gadis cerewet sperti biasa.
"Gue disuruh nginep sama abang lo, suruh jagain ade nya yg super cengeng" Ucap Alvaro seraya berjalan keluar kamar Nana.
"Masa sih abang bilang gitu?" Gumam Nana.

• • •

"Gue bener-bener ngga ngerti knapa lo bisa berubah jadi serapuh ini. Nana.." Alvaro membuang napas kasar, terasa perih ketika menyebut nama itu, Alvaro membuka pintu kamar kak Bagas ia melihat foto gadis yang terletak di nakas samping tempat tidur, "Lo emang bener-bener cinta sama kakak gue bang".
Ya, itu foto Bagas dan Vera, kakak Alvaro saat mereka berlibur ke Paris.

* * * * *

Nana sudah siap dengan seragam putih abu-abunya, ia berjalan menuruni tangga matanya menangkap sesuatu yang asing di matanya.

"Lo siapa? Lancang banget masuk rumah gue tanpa permisi!"
Cowok yang tengah makan roti di meja makan itu hanya menoleh, ia enggan berkomentar. Apa Nana lupa siapa yg nenyelamatkan ia kemarin?

"Eh.. budek ya lo? Ato bisu?"

"Brisik banget si masih pagi juga" ujar Alvaro tanpa mengalihkan pandangan dari roti yang ia makan.

"Eh.. tungu-tunggu. .. gue kaya inget suara lo?"

"Kaya inget suara lo? Lo belum bener-bener waras kayaknya" Tidak, Alvaro tidak mengucapkannya, ia hanya bersuara dalam hati, ia hanya melirik Nana sekilas.

"Ah gue inget sekarang! Lo yang nyelametin gue kemarin, yang nganterin pulang, yang gue pe.. luk" Nana merutuki kata-kata terahirnya, 'duh.. malu gue' ucapnya dalam hati.
"Emm.. sorry kmaren kan gue ngga bener-bener liat wajah lo, liat juga cuman sekilas-sekilas doang, jadi gue lupa. Hehe" ucapanya diahiri dengan senyum 3 jari khas Nana

"Udah cepet sarapan, gue mau berangkat" perintah Alvaro.

Nana mengambil roti isi yang sudah disiapkan Alvaro, tunggu Alvaro juga membuatkannya susu? "Ini lo semua yang buat?"

"Yakali tetangga sebelah"

"Yaa gue kan cuma nanya, siapa tau ada setan iseng" cerocos Nana dengan mulut penuh roti

"Yakali ada setan se tampan gue"

"Dih.. pede, masih ngantuk ya mas? Bobo cantik dulu gih!"

"Gue ma bukan bobo cantik, tapi bobo ganteng"

Nana memasang wajah wajah jijik setelah mendengar ucapan Alvaro.

"Eh lo satu sekola sama gue kan? Gue nebeng ke sekolah ya.. gue ngga tau alamat sekola" pinta Nana memasang wajah imutnya dan mengedip kedipkan matanya.

"Yaudah cepetan" perintah Alvaro terasa dingin "Lo murid baru?" Tambahnya

"Iyaa, gue baru pindah kemarin"

"Lo pindahan dari mana?" Tanya Alvaro datar agar tak terlihat penasaran.

"Gue lahir di Singapore, pas umur 2 minggu pulang ke bandung, trus umur 6th pindah ke sini, di rumah ini, tapiii.. dua tahun kemudian gue balik Bandung lagi ikut eyang, karna eyang meninggal gue sama kak Bagas mutusin buat balik Jakarta lagi" sesaat hening, mereka berdua dengan pikirannya masing-masing yang sebenarnya saling berhubungan.

"Eh sorry gue jadi curcol, padahal lo cuma nanya gue pindahan dari mana"

"Lo emang banyak bicara kan" ucap Alvaro lebih seperti pernyataan bukan pertanyaan, namun Nana tak menyadarinya.

"Hehe.. baru kenal sehari udah apal aja lo, eh tunggu! Kita belum kenal-an"

"Ngarep banget lo mau kenalan sama gue"

"Eh bukan, bukan gitu ge er banget sih, seenggaknya gue tau nama orang yg udah nyelametin gue"

"Alvaro" ucapnya langsung berdiri dan berjalan keluar.

......................................................

•-• Revisi soon, maafin dulu typonya •-•

13 Agustus 2016 | 4:52 PM

Na.

Cinta PertamaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang