Nana sedang rebahan dikamarnya, pikirannya melayang kemana-mana, mulai dari persahabatannya dengan Lina dan Abrar ia berharap selamanya akan begini, lalu Farel yang akhir-akhir ini ia hindari karena ternyata ia masih cinta sama mantannya dan Nana tidak mau perasaannya terlalu jauh, kedekatannya dengan Alvaro yang semakin intens, dan sebentar lagi ia akan perform di acara prom night.
Bicara soal prom night, iya kelas 12 memang sudah selesai UN dan berarti sebentar lagi Alvaro akan lulus dan melanjutkan ke universitas, ia tak akan bisa bertemu sesering sekarang lagi.
Lalu siapa yang akan mengantarkannya pulang? Karena beberapa bulan tetakhir Nana rutin diantar pulang Alvaro, sebenarnya mama Alvaro yang mengusulkan karena kasian Kak Bagas mesti bolak-balik kantor, lagian daripada jok belakang sepeda Alvaro kosong mending Nana sekalian pulang bareng kata mama Alvaro yang akhir-akhir ini terkesan menjodohkan mereka.
'Tok... tok... "dek?"
Suara kakaknya sukses melunturkan lamunannya
"Iya kak"
'Ceklek' "Ngapain dek?"
"Nggak ngapa-ngapain sih, lagi memper erat hubungan aku ama kasur doang nih"
Kakaknya mendengus geli sambil berjalan mendekati Nana
"Jalan-jalan yuk, kita udah lama nggak jalan-jalan"
"Kemana?" Jawab Nana setengah semangat, kenapa setengah? Karena ia akan jalan dan yang pasti harus mandi dulu, oh please, Nana lagi mager banget.
"Kemana aja, ke mal? Nonton? Shoping? Atau taman bermain?"
"Aduuhhh pengen banget semua, tapi aseli Nada lagi mager, apa lagi mandi, males banget"
"Mumpung kakak lagi free ini! Udah cepetan mandi! Kakak tunggu 30 menit udah siap ya!"
"Aduuh... 40 deh kak, kalo 30 menit kan baru kelar mandi doang"
"Yaudah cepetan bangun! Ini kakak udah siap"
59 minutes later
"Kak, kak Bagas nggak lagi mau ngenalin pacar kakak kan?" Tanya Nana sambil mengutak-atik radio di mobil kakaknya itu
Bagas terkekeh mendengar pertanyaan adiknya
"Kenapa emang?"
"Tuh kan? Iya pasti! Makanya mau ngajakin shoping segala"
"Kakak tanya, kenapa emang?"
"Nggg... gapapa sih, tapi kalau aku nggak suka cewe nya kakak harus putusin!"
Bagas tertawa sambil tangannya terulur untuk mengacak rambut adiknya "enggak kok, kakak emang mau jalan-jalan sama kamu, jarang-jarang kan minggu-minggu kakak di rumah?"
"Iya sih"
.
"Kapan prom night?" Tanya Bagas setelah menelan spageti nya
"Omaigat! Aku lupa! Untung kakak ngingetin" lalu ia menyambar jus alpukat yang masih menjadi favoritenya dan melanjutkan perkataannya
"Besok prom night nya, dan aku belum ada persiapan"
"Persiapan? Bukannya kamu udah latian terus?"
"Bukan itu maksudnya, aku belum ada dress sama heels, masa nih ya kak aku disuruh make heels sama guru sama temen-temen aku, padahal kan pake flat shoes bisa, ya kan kak?"
Bagas malah tertawa mendengar ocehan Nana
"Ish! Kok malah ketawa sih kak?"
"Kakak udah lama nggak denger kamu yang cerewet gini"
"Lagian kencan mulu sih sama laptop!"
"Yaudah, jadi kita beli sekarang sekalian?"
"Hu'um, yuk!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Pertama
Ficção AdolescenteKarena gadis itu manggil kamu Arka, dan kamu suka. Jadi aku manggil kamu Cakka biar kamu juga menyukaiku. - Nada Nadifa Nada Nadifa? Haha itu seperti dua nama orang, gimana kalo Nana? - Cakrawala
