•27• Dear Diary

2.2K 88 6
                                        

Hujan
Sejak mengenalmu
Kenapa aku jadi melancholi?
Aku jadi sering menulis diary
Dan...
Perasaan apa ini?
Aku jadi sering tersenyum dan menangis di malam hari
Dulu aku tak selemah ini
Aku bahkan tak tau kenapa aku tertawa
Aku tertawa hanya karena mengingat senyumnya
Dan aku juga tak tau kenapa aku menangis
Apa yang salah dengan mereka berdua?
Tak ada
Tapi aku menangisinya.


-Nada Nadifa

•-•


Nana melipat tangannya diatas meja dan menelungkupkan kepalanya disana, telinganya ia sumpal dengan earphone berharap dapat meredam kebisingan yang teman-temannya ciptakan. Ini bukan jam kosong biasa.

"Nad, gimana Nad?" Lengannya digoyang-goyangkan oleh Lina

"Apaan yang gimana?" Tanya gadis itu sambil melepas sebelah earphone nya

"Lo mau nggak?"

"Enggak!" Ucapnya tegas, lalu memasang earphonenya lagi dan menelungkupkan kepalanya kembali seperti posisi semula.

"Perasaan promnight masih 3 bulan lagi, lagian kelas 12 nya aja belum ujian, ini udah pada ribut banget!" Batinnya.

"Oyolah Nad"

Nana mengangkat wajahnya dan mendapati ia sudah dikerumuni teman-temannnya "kan ada Vera" akhirnya ia melepas kedua earphone nya. Nana tidak menunjuk Chilla karena gadis itu sekarang sudah berhijab, kata dia suara cewek itu aurat, jadi dia nggak mau.

"Gue nggak mau Nad, gue juga temen-temen pengennya elo yang perform"

"Kenapa mesti gue coba? Pada lebay deh"

"Huh! Semerdeka kalian aja deh—"

"Permisi!" Seorang gadis diambang pintu dengan senyumnya yang.... Asfscd, rambut blonde sepinggangnya terkena angin dari luar hingga memberi efek seperti di sinetron-sinetron membuatnya semakin mempesona. Lalu gadis itu masuk dan berdiri didepan.

"Ehm, seinget gue, gue udah dua kali masuk kelas ini buat ngasih tugas" lalu Ratu tersenyum lagi

"Jamkos kak?" Tanya si ketua kelas Doni

"Setengah iya setengah enggak, tadi gue nggak sengaja ketemu Bu Nia trus dimintai tolong, katanya Pak Burhan nggak bisa masuk jadi kalian suruh nyalin ini" Katanya sambil mengangkat selembar kertas yang ada ditangan kanannya
"Abis itu kalian disuruh ngapalin, katanya buat gantinya ulangan yang nggak jadi. Ntar disurung ngadep Bu Nia satu-satu buat nge tes apalan kalian"

"Yaahhh!" Hampir satu kelas melafalkan kata itu

"Pak Bambang mulai kagak asik!"

"Oke, kalau gitu gue permisi dulu!" Sebelum keluar kelas, Ratu sempat melambaikan tangannya sekilas ke arah Nana, dan Nana yang lagi nggak fokus cuma bisa bengong doang.

Cinta PertamaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang