•17• Mr. Hujan

1.9K 76 2
                                        

Sabtu pagi adalah hari yang ditetapkan Nana sebagai hari malas Nasionalnya. Apalagi kalau suasana agak mendung gini, tingkat kemalasannya semakin bertambah, Kakaknya sedang tidak ada di rumah, sekitar jam 8 pagi, kakaknya berangkat ke Bandung untuk menghadiri resepsi pernikahan temannya.

Nana tidak akan keluar kamar kecuali ia benar-benar sudah lapar, ia tidak mau masak untuk sarapan jadi kakaknya beli bubur, kalau dia malas cari keluar palingan pesan online.

Drrrttt... Drrrrtt, dengan malas Nana mengambil hp nya.

Kak Bagas
Bangun de, sarapan!.

Nada
Iya kakak

Kak Bagas
Jangan iya-iya doang, bangun cepet!

Nada
Hft. Bawelnya ya ampun, iya ini juga udah bangun, mau mandi.

Kak Bagas
Anak pintar, ntar sekitar jam 11 an ada temen kakak yang ke rumah buat nganterin berkas, kamu jangan ngluyur.

Nana
Siapp bos!

Akhirnya Nana bangun dengan ogah-ogahan dan mandi.

Nana keluar dari kamar mandi setelah 50 menit didalamnya, ia melihat jam di dinding kamarnya.

"Duh, udah jam 11 lebih! Jangan-jangan temenya kak Bagas udah kesini lagi" Buru-buru ia memakai bajunya lalu melihat handpone nya, 15 missed call, 9 new message, dan itu semua dari kak Bagas!

"Mampus gue!" Ucapnya sambil menepuk jidat. Segera ia mengambil sisir dan menyisir rambutnya sekilas lalu segera berlari turun. Setelah membuka pintu ia melihat siluet laki-laki yang berdiri diluar pagar. Tunggu-tunggu, sepertinya tidak asing.

Ia berhenti sejenak "Kok kaya ngga asing ya?" lalu berjalan kembali, dan membuka pagar rumahnya.

Benar saja, pantas tidak asing.
"Alvaro?"

"Lama banget sih lo? Baru bangun ya?"

"Kok elo yang nganter berkas temennya kak Bagas?"

"Gue nganter nyokap"

"Ro? Lo waras ngga sih? Jawaban lo ngga nyambung!"

"Iya gue nganter nyokap arisan di sono" ucapnya sambil menunjuk salah satu rumah.
"Pas berangkat gue udah liat bapak-bapak bediri disini, trus gue pulang ambil dompet nyokap ketinggalan, pas balik kesini tu bapak-bapak juga masih disini, ya gue tanyain lah ahirnya, ternyata dia lagi buru-buru banget, trus dititipin ke gue"

"Ooh, thanks ya Ro" kata Nana sambil menerima berkas itu.

Alvaro tidak menjawab, ia langsung nyelonong masuk ke rumah Nana.

Sejenak Nana mengernyit dan memutar bola matanya lalu mengikuti Alvaro masuk ke rumahnya.

Setelah masuk kerumahnya Nana tak melihat sosok Alvaro di ruang tamu, akhirnya ia berjalan ke ruang keluarga, tidak ada juga, ruang santai dekat taman kecil tidak ada juga.

"Kemana sih tu anak! Roo... Lo di mana? Gue mau keluar nyari makan!" Ahirnya ia berjalan keluar rumah untuk membeli makan di warung masakan padang dekat rumahnya.

.

Nana berjalan, ralat, berlari ke rumah, karena langit semakin mendung.

Setelah sampai di rumah ia segera menuju kamar untuk mengambil handponenya dan menghubungi kak Bagas agar cepat pulang.

"Astaga!" Pekik Nana kaget setelahelihat Alvaro yang ada di atas kasurnya sambil memainkan ponsel.

"Ngapain lo di kamar gue?"

Cinta PertamaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang