Part 20 - Loving Him is Red

557 84 35
                                        

Semester baru mereka sudah dimulai. Satu semester penuh terakhir yang akan mereka lewati di kampus. Semester depan sudah praktek kerja dan semester berikutnya menyiapkan tugas akhir. Nayla memutuskan untuk menikmati waktunya di kampus sebaik-baiknya, dan kalau bisa meluangkan waktu lebih banyak dengan Andre di kampus, karena dua semester ke depan sudah pasti menjadi semester yang sibuk untuk mereka berdua.

Untung saja, berpacaran dengan Andre sama sekali tidak membebani Nayla. Tidak ada istilah menuntut harus memberi kabar kapan saja di mana saja, atau minta ijin kalau mau keluar rumah. Nayla masih bebas untuk pergi ke mana pun dia mau dan dengan siapapun. Tentu saja sikap protektif seperti itu tidak dibutuhkan oleh Andre karena Nayla juga berteman dengan temannya sendiri. Sejauh yang Andre tau, Nayla hanya dekat dengan Sisqa, dan dia bukan tipe cewek yang mengiyakan ajakan dari orang yang tidak dikenalnya dengan dekat. Yang perlu dilakukan oleh Nayla adalah bersabar dengan sikap romantis Andre yang kadang menurutnya kelewatan. Hanya saja baru kali ini, Nayla malah menanti-nanti romantisme Andre padanya.

Ini adalah hari ulang tahun Nayla. Tidak mungkin Andre lupa, Nayla yakin itu. Tetapi dari pagi, pacarnya itu hanya mengirimkan pesan singkat seperti biasa, bertanya ada berapa kelas, selesai jam berapa, dan ajakan makan siang bersama. Tidak ada tanda-tanda kalau Andre akan mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Pesan biasa Andre terpaksa tertimbun di antara pesan-pesan lain dari teman-teman dan keluarganya yang dibalas Nayla satu per satu dengan perasaan gembira. Dalam hati, Nayla sudah curiga Andre akan melakukan sesuatu yang tidak biasa buat dirinya, dengan absennya ucapan dari Andre. Tapi bisa saja, Andre sebenarnya tidak tau. Nayla jadi pusing sendiri.

Pura-pura tidak peduli, Nayla mencoba menghiraukan hal tersebut. Nanti aja, kalau ketemu gue kasih tau dia deh, batin Nayla.

Nayla memasuki kelas dengan langkah ringan. Dia melihat Sisqa sudah duduk di dalam kelas tersebut dan melambai riang ketika melihat Nayla masuk. Sisqa menyuruhnya duduk di sampingnya.

"Cie...yang ultah!" seru Sisqa. Beberapa teman yang sudah ada di dalam kelas menoleh pada Nayla. "Dikasih apa sama pacar?" Nayla mempercepat langkahnya dan segera menutup mulut Sisqa dengan tangannya.

"Ish, norak! Bisa diem ga sih?" omel Nayla pada Sisqa sambil mendelikkan matanya.

"Eh, Nay, lo ultah? Happy birthday, ya!" seru Mila dari bangkunya yang hanya beberapa baris di belakang Nayla. Nayla membalasnya dengan senyuman sopan.

"Thanks, Mil!" kata Nayla.

Lalu beberapa temannya yang lain juga menyusul langkah Mila mengucapkan selamat ulang tahun. Nayla hanya membalas mereka satu per satu dengan senyum. Aneh rasanya, biasanya dia merayakan ulang tahun dengan orang-orang terdekatnya, kini hampir satu kelas mengucapkannya padanya. Setelah selesai basa-basi dengan teman sekelasnya yang mengucapkan selamat, Nayla duduk di kursinya dan menghela napas. Dia lalu menoleh ke arah Sisqa di sampingnya. Sahabatnya itu sedang sibuk dengan handphone-nya.

"Nyebelin banget lo, Sis," kata Nayla. Sisqa tertawa pelan menanggapi kata-kata Nayla, tanpa menoleh kea rah Nayla. "Udah tau gue ga suka kalo rame-rame gitu." Sisqa mematikan layar handphone-nya dan menoleh ke Nayla.

"Hehehe, maaf ya, Nay. Keceplosan! Abisnya lo jalannya lama banget sih dari pintu ke sini!" kilah Sisqa. Nayla harus menahan dirinya untuk tidak menoyor kepala Sisqa. "By the way, pertanyaan gue belom dijawab. Si Andre kasih apa?"

Nayla hanya menghela napas, langsung kelihatan tidak semangat ketika Sisqa menanyakan hal itu. Jangankan kasih hadiah, ngucapin aja enggak, batin Nayla. Nayla membuang mukanya dari Sisqa, dan mulai sibuk mengeluarkan buku dan alat tulisnya ke atas meja, tanpa berniat menjawab pertanyaan Sisqa.

Musikalisasi Rasa (SUDAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang