Hai hai!
Mana nih yang penasaran sama Mika? Mudah-mudahan part ini bisa mengobati sedikit ya rasa penasarannya dengan sosok Mika.
Happy reading, jangan lupa vote dan komen.
-astrid-
***
London, 18.00
Tawa Mika terhenti. Tangannya menggerogoh kantong celananya dan mengeluarkan sebuah benda yang bergetar sedari tadi. Sebuah handphone. Mika tidak lagi memakai benda itu untuk berkomunikasi, tetapi dia menggunakan benda itu untuk mengingatkan dari mana dia berasal. Setting jam dan hari masih dalam waktu Indonesia. Semua reminder ulang tahun ada di sana juga. Dia tidak mau melewatkan memberi ucapan kepada orang-orang yang ada di sekelilingnya terutama yang masih ada di negara asalnya.
Dia melihat notifikasi di benda tersebut. Lalu tersenyum tipis.
Nayla's bday. Accept? Dismiss?
"Are you still using that rubbish, Mike?" ujar James dengan pandangan mencela. Mika hanya mengangkat bahunya tidak peduli. Dia malah sibuk dengan benda kunonya itu. Sebenarnya tidak kuno juga, karena handphone-nya itu sudah termasuk smart phone, hanya saja tidak secanggih handphone yang dia gunakan sekarang.
Mika membuka aplikasi Facebook. Satu-satunya aplikasi yang masih terhubung dengan handphone lamanya itu. Lalu dia mengetik 'Nayla Santana' di search box-nya. Dia selalu ingin jadi orang yang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun kepada teman-temannya. Semacam pencapaian pribadi bagi Mika sendiri.
Mika selalu berpikir Nayla terlalu protektif dengan data pribadinya. Apa susahnya mencantumkan hari ulang tahun di akun Facebook-nya itu sehingga dia bisa dengan mudah mengakses reminder dan menulis pada wall temannya yang sedang berulang tahun? Terpaksa Mika mencari secara manual dengan mengetikkan nama cewek itu untuk mengakses wall-nya.
Secara rutin, sejak Mika kenal dengan Nayla, dia tidak pernah absen mengiriminya ucapan selamat ulang tahun di wall cewek tersebut. Dalam beberapa tahun kebersamaan mereka, hanya itu yang bisa membuat Nayla menunggu-nunggu hari ulang tahunnya dan membalas dengan manis ucapan itu. Setelah Mika pergi, Nayla tidak pernah lagi membalas posting-annya lagi. Bahkan, beberapa kali Mika amati, Nayla tidak pernah posting apapun di Facebook-nya. Mika pun terlalu sibuk untuk mencari tahu tentang Nayla di media sosial lainnya.
Setelah loading beberapa saat, profil Nayla terbuka. Mika menatap wajah Nayla yang terpampang di profile picture-nya. Masih foto yang sama sejak terakhir Mika membuka akun Facebook Nayla tahun lalu di saat Nayla berulang tahun juga.
Mika men-scroll halaman profil Nayla hendak menulis ucapan selamat ulang tahun untuk Nayla. Tapi tangannya berhenti seperti matanya yang terpaku pada sesuatu di layar itu.
In a relationship with Andre Valentino.
In a relationship with Andre Valentino ... in a relationship with Andre Valentino... Mika berulang kali memutar kalimat itu dalam hatinya sampai dia benar-benar kehilangan arti dari kata itu. Hatinya sakit seperti ada yang meremasnya keras. Pandangan matanya tiba-tiba tidak fokus dan napasnya tercekat.
Ga mungkin Nayla pacaran sama dia, batin Mika lagi. Andre Valentino. Damn you!
***
Flashback on.
Farabi Music Recital Inaguration Competition
"Kalo gue menang, cewek lo buat gue," ujar Andre pada Mika.
KAMU SEDANG MEMBACA
Musikalisasi Rasa (SUDAH TERBIT)
Novela JuvenilHighest Rank #586 Teen Fiction (2 Okt 2016) #76 in General Fiction (13 Sep 2016) *Judul lama: Revenge: a Triangle Story* Nayla benci bermain musik karena Mika. Dia malah harus menahan diri untuk tidak menunjukkan kepiawaiannya bermain piano klasik k...
