Kevin merangkul mesra pinggang Mila, akhirnya mereka akan kembali ke Jakarta, dan Kevin sama sekali tidak membiarkan Mila jauh dari jangkauannya, terlihat posesif tapi Mila sangat menyukainya.
Mereka berdua berjalan dengan sangat mesra menuju pesawat jet pribadi Kevin yang akan membawa mereka kembali ke Jakarta. Tak jarang Jack dan Gio yang juga akan ikut kembali ke Jakarta tersenyum melihat bagaimana Kevin begitu posesif pada Mila.
Kevin melirik Mila dan lelaki tampan itu tersenyum manis lalu menuntun Mila memasuki jet pribadinya.
"Apakah kali ini Den Kevin lagi yang akan menerbangkan pesawat ini?" Tanya Jack dengan tatapan horor, seketika lelaki itu merasa ngeri kalau sampai Kevin yang menerbangkan pesawatnya lagi, astaga yang benar saja!
Mila yang mendengar pertanyaan Jack, refleks menatap Kevin sambil mengerutkan dahinya.
"Sayang jadi..." Mata Mila mengerjap cantik, begitu Kevin langsung mengangguk tanpa menunggu ia meneruskan ucapannya. "Astaga... Aku tidak percaya ini" Mila memekik histeris, terdengar berlebihan karena sebenarnya Mila tahu Kevin bisa menerbangkan pesawat, hanya saja itu sudah lama jadi Mila sedikit shock mengetahuinya.
"Jangan berlebihan, aku hanya merasa harus menerbangkannya sendiri agar aku bisa cepat menyusulmu, karena aku tidak sabar kalau harus menunggu" Ucap Kevin, jemari tangannya membelai sayang pipi Mila dan itu membuat Jack memalingkan wajahnya, begitupun dengan Gio.
"Kau membuatku terharu" Mila memeluk Kevin dan membenamkan wajahnya didada bidang Kevin yang begitu membuatnya nyaman, menghirup kuat aroma tubuh Kevin dan diam-diam tersenyum.
"Aku akan melakukan apapun untukmu, dan aku yakin kau pun juga tahu itu" Ucap Kevin, lelaki tampan itu mengeratkan pelukannya dan sungguh Jack merasa benar-benar di abaikan, Kevin bahkan belum menjawab pertanyaannya.
"Maaf Den, jadi bisakah Den Kevin menjawab pertanyaan saya?"
Intrupsi Jack membuat Kevin menoleh pada Jack dan lelaki tampan itu tersenyum geli, Kevin sangat ingat bagaimana takutnya Jack pada saat ia yang menerbangkan pesawat jetnya.
"Kenapa apa kau takut?" Kevin menyipitkan matanya.
Jack menegang kaku, tentu saja ia takut. "T-tidak, kenapa harus takut" Jack tergagap dan senyum geli Kevin berubah menjadi kekehan geli.
Mila melonggarkan pelukannya dan menatap lekat Kevin. "Apa benar kau yang akan menjadi pilotnya?" Tanya Mila memastikan, ia juga sangat penasaran. Kevin pasti terlihat sangat keren. Oh Tuhan... Mila tidak sabar untuk melihatnya secara langsung.
"Hm... Tapi kali ini tidak sayang, karena aku yakin kalau sekarang aku yang menjadi pilotnya, aku pasti akan menjatuhkan jet ini, dan aku tidak mau mengambil resiko itu karena sekarang ada kau bersamaku" Jawab Kevin lalu melumat sekilas bibir Mila.
Jack menghela nafas lega, dan itu membuat Gio tersenyum geli.
"Astaga selega itu kau Jack" Bisik Gio.
"Lebih baik kau diam, kau bahkan tidak pernah merasakan berada di posisiku pada saat Den Kevin yang menjadi pilotnya" Balas Jack yang juga ikut berbisik dan Gio mengedikkan bahunya tak peduli dengan apa yang dirasakan Jack.
☆☆☆
Excel menerima kabar kepulangan Kevin dan Mila, lelaki itu terlihat senang dan kini Lysta pun sudah meninggalkan rumah sakit. Sedangkan Chloe, gadis itu tidak pernah tahu apa yang akan terjadi begitu Kevin kembali. Kevin tentu saja akan membuat perhitungan pada Chloe.
"Apa kau yakin Kevin akan pulang?" Tanya Lysta, mereka berdua sedang duduk dibangku taman belakang rumah Excel. Untuk sementara sampai kesehatan Lysta pulih, gadis itu akan tinggal dirumah Excel.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love and Obsession
RomanceTidak ada yang boleh memilikinya kecuali aku, dan aku akan melakukan apapun untuk membuatnya menjadi milikku . . Mila Adriana Lois Cinta yang sangat mengerikan membuatku tidak mengerti akan dirinya, karena aku merasa itu bukan sepenuhnya Cinta, hamp...
