Seorang gadis membuka matanya perlahan lahan, mata indahnya menangkap cahaya yang begitu menusuk indra penglihatannya mengerjap kan matanya pelan dan membuka perlahan kembali.
Sebuah ruangan asing dia ditempatkan, merasa tak kenal dengan ruang nya dia bangkit dari tempat tidurnya. Dan baru dia sadari kalau tempat tidurnya adalah ranjang rumah sakit.
Apakah ini rumah sakit?
Pertanyaan itu selalu ada di pikirannya, dan pertanyaan terjawab saat melihat selang infus ditangan kirinya, dia mendengus kesal lalu bergerak untuk melepas pakis selang infus itu. Dia benci selang infus, baginya selang infus itu adalah beda yang digunakan orang lemah, dan dia bukan orang lemah.
Saat ingin melepasnya seseorang masuk dengan jas dokter terlampirkan di badan atletisnya, sebuah kaca mata tipis bertengger dihidung mancung nya.
"Dek, jangan dilepas please"pintanya sambil berdiri didepan gadis itu dan menahan tangannya supaya tak jadi melepaskannya.
Gadis itu mendengus sebal"gue benci infus kak"eluh nya.
"Kakak tau tapi ini demi kamu juga, kamu mau bikin keluarga cemas?"
Gadis itu menggeleng pelan lalu berkata"nggak mau, tapi gue bener bener benci dengan selang infus ini!"eluh nya lagi dengan tatapan nanar diinfusnya
"Yaudah kakak lepas in tapi kamu harus cerita ya sama kakak, liat tuh abang kamu dari kemarin lusa nungguin kamu bangun, eh tapi kamunya nggak bangun bangun"ujar dokter itu sambil melepaskan kaca matanya dan meletakkannya diatas nakas lalu melepaskan infus ditangan gadis itu.
Dan baru dia sadari kalau diruangan ini bukan hanya dia disini, namun abang abang nya juga di sini.
"Dek, kamu tau nggak kemarin pas babang ale kamu denger kamu masuk rumah sakit, dia langsung ngebut dan ngelupain kerjaannya, mana dia nabrak mobil orang lagi sangking ngebutnya dia bawa mobil, untung mobil korban nggak papa"cerosos dokter itu yang merupakan dokter utama dan juga kakak dari desyira bernama Dava.
"Beneran!?!"
"Bener. Suer nggak pakek bohong"tangan Dava membentuk 'peace '
"Astaga, segitunya deh"
Dava tersenyum penuh arti lalu mengacak rambut lian sehingga rambutnya menjadi berantakan, raut wajah lian berubah kesal
"Ih ini jadi kusut tau!!"Lian cemberut membuat wajahnya terlihat lucu, Dava mencubit pipi lian.
"Ih ini memang udah kusut tau!!"Dava mengikuti kata lian namun agak dibedakan, membuat lian kembali mencebik dan sekarang lebih dalam.
"Iss yaudah sana urusin tuh pasien lain, lian mau karaoke dulu!"usir lian, membuat Dava terkekeh lalu pergi dari ruangan lian itu.
Lian menatap ketiga abangnya jahil, dia turun dari ranjang nya dan bergerak ke arah televisi lebih tepatnya ke arah speaker.
Lalu Mengambil ponsel yang ada di sakunya dan menyambungkan kabel ke ponselnya, mencari cari lagu yang cocok diponselnya kemudian menyetel volume speaker itu.
Lian menekan lagu yang ingin dia pilih, lagu itu adalah lagu yang bikin orang gila gilaan atau bisa disebut lagu rock yang bersuara tinggi, seketika mereka bertiga bangun dan membulatkan matanya.
Lian tertawa dalam redaman suara speaker itu"hahahahahaha"
"PRINCESS!!!/LIAN!!!!"teriak dilan dilon dan babang ale.
Lian mematikan lagunya dan mencabut sambungan ponselnya, kemudian kembali lagi ke ranjang sambil mengembangkan senyum termanis dan polosnya itu kehadapan abang abang nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fake nerd
Roman pour Adolescents[REVISI SETELAH TAMAT] [Wattys2017] [ON GOING] Beliandra ariella vidison, seorang cewek cantik no 1 dan merupakan CEO dari perusahan vidison company yang merupakan perusahaan terbesar di asia menjadi seorang nerd hanya untuk senang senang, sudah di...
