"ERIANY!"
Lian berlari sangat kencang. Tidak memperdulikan bola yang saat ini diambil alih oleh musuh, secara bersamaan Lian dan Miliana menghampir Eriany. Eriany tiba-tiba jatuh ketanah.
"Er, sadar! Er!" Lian menepuk-nepuk pipi Eriany supaya sadar. Miliana mengecek nafas Eriany yang tak beraturan.
Miliana memasang wajah panik, "Li, Sesak nafas Eriany kambuh! Gimana nih!?" Teriaknya, akhirnya tim medis datang untuk membawa Eriany ke UKS. Lian membantu mengangkat Eriany begitu juga Miliana, para penonton lagi-lagi dibuat terkejut. Pasalnya, setelah Lian dkk kembali bangkit pasca kedua pemainnya tumbang, kejadian itu terulang lagi.
Tim Lian nampaknya harus berkurang kembali, apakah Lian akan melanjutkan permainan atau menyerahkan kemenangannya kepada CLEMENTINE? Kita akan lihat!
"Hehe. Nyerah aja deh. Udah sedikit juga, malu-maluin kalo kalian berdua kalah!" Seru Tim musuh dengan wajah paling menyebalkan yang pernah Lian lihat.
Lian berdecih, "HEH DENGER YA! Walaupun gue udah dibawah tanah sekalipun, gue nggak akan pernah nyerah buat kalian! CAMKAN ITU DI OTAK KALIAN."
"Oh. OKE!"
Permainan dilanjutkan, Miliana menoleh kearah Lian. Dilihatnya sekarang, Lian dengan wajah tak yakin dicampur dengan cemas. Miliana meyakinkan diri sendiri kemudian berteriak, "LIAN! WALAPUN KITA KALAH, KITA AKAN SELALU SAMA-SAMA. GUE NGGAK AKAN NYESEL SEDIKIT PUN KALAU KITA KALAH! KARENA GUE DAN YANG LAIN PERCAYA, KALAU KITA BISA HADAPIN INI." Lian menatap sahabatnya dalam, kemudian tersenyum.
Lian menatap kearah depannya. "Benar. Gue harus menang, kita harus menang. Gue nggak boleh takut! Walaupun gue kalah, gue bakal hadapi. Karena gue percaya, semua orang berharap yang sama." Bisik Lian kepada dirinya sendiri.
PRRIIITT
Bunyi peluit berbunyi, dan jump ball diambil alih oleh Lian. Lian memantulkan bolanya ke tanah, musuh mendatanginya dengan bergerombol. Lian menatap tajam mereka kemudian melambungkan bola basket itu kebelakang, dan disambut oleh Miliana yang dengan sigap mengambilnya. Musuh datang dengan cepat, Miliana melirik Lian yang tengah dihalangi musuh lainya. Dengan cepat, Miliana memutar otaknya.
Aha!
Miliana memantulkan bola basketnya kemudian melempar bola basket nya dengan kuat kearah musuh sehingga bola tersebut menerjang perut musuh sampai ia terjatuh.
Prritttt
Miliana melakukan pelanggaran! Miliana keluar dari lapangan.
Lian yang merasa tidak terima pun berteriak. "Kenapa jadi pelanggaran!?! Dia benar!" Teriakmya kepada wasit.
"Dia memukul tim lain dengan basket sampai jatuh!" Jawab wasit.
"Lah!? Miliana tidak memukul, dia hanya mencoba memantulkan bolanya! Bukan memukul bola ke lawan!" Teriak Lian tak terima.
Wasit itu menggeleng. "Tapi, tim lain sampai terjatuh dan dibawa ke UKS. Itu pelanggaran!"
Lian mengepalkan tangannya kuat, "SALAH SENDIRI LEMAH! PERCUMA BADAN GEDE NYALI CIUT GITU. TRUS PAS GUE JATOH TADI EMANG DIA NGGAK PELANGGARAN! BISA AJA DIA PURA-PURA SAKIT! LO JANGAN NGGAK ADIL GITU DONG!" Persetan dengan sopan santun terhadap yang lebih tua, Lian mencoba mencari kebenaran.
"Sekali pelanggaran tetap pelanggaran, keputusanku tidak boleh diganggu gugat." Ucapnya tidak bisa dibantah.
"BANGSAT!"
Lian kembali kelapangan dengan marah, merasa kesal dengan wasit itu. Ingin sekali ia beradu bacot dengan wasit tak adil, HUH! liat saja, habis ini wasit itu bakal MATI ditangannya! LIAT SAJA!
KAMU SEDANG MEMBACA
Fake nerd
Fiksi Remaja[REVISI SETELAH TAMAT] [Wattys2017] [ON GOING] Beliandra ariella vidison, seorang cewek cantik no 1 dan merupakan CEO dari perusahan vidison company yang merupakan perusahaan terbesar di asia menjadi seorang nerd hanya untuk senang senang, sudah di...
